Semarak Bazar IMPKA, Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim Bangga Perkenalkan Budaya Sendiri*

MERAUKE – BELA RAKYAT – Semangat dan kebanggaan terhadap budaya sendiri menjadi penggerak mahasiswa dan pelajar Kalai Anim dalam menyelenggarakan bazar budaya di Merauke, Papua Selatan, Senin (2/11/2026). Melalui kegiatan yang diinisiasi Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim (IMPKA) tersebut, mereka menunjukkan bahwa warisan leluhur tidak hanya perlu dijaga, tetapi juga diperkenalkan secara aktif kepada masyarakat luas.

Bazar ini menjadi ruang bagi anggota IMPKA untuk mengekspresikan identitas dan memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Kalai Anim. Keterlibatan mahasiswa dan pelajar dalam penyelenggaraannya mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus keinginan untuk mengambil tanggung jawab atas keberlanjutan tradisi mereka.

Bacaan Lainnya

Ketua IMPKA, Emanuel Talpia Yolmen, menempatkan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mendorong generasi muda lebih percaya diri memperkenalkan identitas budayanya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Kalai Anim bukan sekadar warisan yang kami terima, tetapi juga kebanggaan yang harus terus hidup. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan siapa kami, dari mana kami berasal, dan mengapa budaya kami penting untuk dijaga oleh generasi berikutnya.”

Selain menjadi wadah ekspresi budaya, bazar ini membuka kesempatan bagi anggota IMPKA untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan berorganisasi, dan membangun kemandirian melalui kegiatan produktif. Nilai budaya yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pun memperoleh ruang untuk diperkenalkan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Inisiatif tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial. Keterlibatan langsung mahasiswa dan pelajar menjadi salah satu cara membangun kesinambungan pengetahuan antargenerasi, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap identitas masyarakatnya.

Bagi IMPKA, kegiatan ini juga menjadi kesempatan mempererat solidaritas anggota dan memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa dan pelajar Kalai Anim. Semangat kolektif tersebut menjadi modal untuk menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Melalui bazar budaya, mahasiswa dan pelajar Kalai Anim memperlihatkan sebuah pesan penting bahwa menjaga warisan leluhur tidak cukup hanya dengan mengenalnya. Budaya perlu terus diberi ruang untuk hidup, diperkenalkan, dan diwariskan oleh generasi yang bangga terhadap asal-usulnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *