JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menilai perjalanan politik di Partai Golkar telah memberinya banyak pengalaman, mulai dari proses pembelajaran organisasi, memahami dinamika pemerintahan, hingga mengemban tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
Bagi Alia, Golkar bukan sekadar kendaraan politik, melainkan ruang pembentukan karakter, pengembangan kapasitas diri, sekaligus tempat bertemunya generasi muda yang memiliki perhatian terhadap politik dan pemerintahan.
Perjalanan Alia di partai berlambang pohon beringin tersebut dimulai melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada periode 2016–2022. Ketertarikannya bergabung juga dipengaruhi lingkungan keluarga, khususnya sang ayah yang pertama kali memperkenalkannya dengan Golkar.
Namun, pengalaman berinteraksi dengan kader-kader muda menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya semakin tertarik mendalami dunia politik.
Alia mengungkapkan, Golkar mempertemukannya dengan banyak anak muda berprestasi yang memiliki minat dan semangat serupa dalam bidang politik serta pemerintahan.
Pengalaman tersebut membangun keyakinannya bahwa organisasi politik dapat menjadi tempat untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan mengembangkan kemampuan.
Menurutnya, dinamika politik juga memberikan pelajaran penting tentang bagaimana memahami perbedaan karakter, kepentingan, serta membangun kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi.
Ia mengakui bahwa dunia politik memiliki tantangan dan pertarungan kepentingan. Namun, dengan kemauan belajar dan kemampuan beradaptasi, dinamika tersebut justru dapat menjadi proses pendewasaan bagi seorang kader.
Di luar aktivitasnya sebagai legislator, Alia juga terus meningkatkan kapasitas akademik dengan menempuh pendidikan magister program Diplomasi Pertahanan di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Golkar Harus Melahirkan Kader Kompeten dan Berempati
Memasuki usia ke-62 Partai Golkar, Alia berharap partainya semakin kuat dan mampu menjadi kekuatan pemenang dalam kontestasi politik, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.
Meski demikian, menurutnya, kemenangan politik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh partai.
Golkar membutuhkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan politik, tetapi juga berintegritas, berempati, berjiwa besar, serta rendah hati dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan pembangunan bangsa harus menjadi orientasi utama dalam setiap langkah dan keputusan politik.
Menjelang Pemilu 2029, Alia menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan memperkuat kehadiran kader di tengah masyarakat.
Baginya, politik tidak boleh berhenti pada janji maupun aktivitas seremonial. Kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.
Pembenahan Sampah dan UMKM Jadi Perhatian
Dalam menjalankan fungsi kedewanan, Alia turut menyoroti sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Terkait persoalan sampah, Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mendorong pembenahan sistem pengelolaan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan di tempat pembuangan akhir.
Menurut Alia, penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Karena itu, diperlukan penguatan budaya pemilahan sampah, peningkatan fasilitas kebersihan, pengolahan sampah, serta pemberdayaan bank sampah agar masyarakat terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.
Ia berharap pendekatan tersebut mampu menciptakan Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
Selain lingkungan, pemberdayaan UMKM juga menjadi agenda penting yang perlu terus dikawal.
Alia menyampaikan bahwa Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta berkomitmen mendorong kebijakan yang memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM, mulai dari penyederhanaan perizinan, akses permodalan, pelatihan keterampilan, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak boleh hanya sebatas memberikan bantuan sesaat. Program pemerintah harus mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Untuk itu, fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD harus dimanfaatkan secara optimal agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Politik Harus Menghasilkan Manfaat Nyata
Alia berharap peringatan HUT ke-62 Partai Golkar tidak sekadar menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga pengingat bagi seluruh kader untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.
Semangat Golkar Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera, menurutnya, harus diterjemahkan melalui program dan kebijakan yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat kebersamaan, bergotong royong, serta bekerja dengan ketulusan.
Bagi Alia, keberhasilan politik pada akhirnya bukan hanya diukur dari jabatan atau kemenangan dalam pemilu, melainkan dari seberapa besar kontribusi dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran wakil rakyat harus senantiasa berorientasi pada kepentingan publik dan kemajuan Jakarta. (Sumber: akurat)






