JAKARTA – BELA RAKYAT – Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober, Ketua Yayasan Annursyiah, Ahmad Lufni, SE, memberikan apresiasi kepada seorang remaja bernama Bilal yang dinilai aktif berkontribusi dalam kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan di Masjid Annuriyah.
Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas semangat Bilal dalam memakmurkan masjid. Di tengah tantangan perkembangan zaman yang dihadapi generasi muda, Bilal menunjukkan kebiasaan positif melalui kedisiplinan beribadah, keberanian tampil di depan umum, serta kesediaannya mengambil peran dalam berbagai kegiatan masjid.
Ahmad Lufni mengungkapkan, Bilal merupakan sosok remaja yang rajin melaksanakan salat berjamaah, terutama pada waktu Magrib dan Isya. Ia juga terbiasa mengenakan kopiah dan gamis ketika beribadah di masjid.
Menurut Ahmad Lufni, Bilal tidak hanya menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan yang patut dikembangkan. Bilal kerap dipercaya mengumandangkan azan, termasuk azan Magrib dan Subuh, serta menjadi pembawa acara atau master of ceremony (MC) dalam kegiatan tertentu.
Bahkan, kemampuan Bilal berbicara di depan umum telah terlihat ketika mengikuti perlombaan di sekolah. Dalam lomba yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bilal berhasil meraih juara dalam lomba pidato.
“Bilal ini anak istimewa, luar biasa. Kalau tampil pidato, menjadi MC, maupun mengumandangkan azan, dia tidak takut. Dia berani tampil dan tidak takut melakukan kesalahan,” ujar Ahmad Lufni saat memberikan apresiasi kepada Bilal dalam sambutan acara Kajian Dhuha di Masjid Annusyiah di Jalan Galur Sari Nomor 19, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (11/10/2026).
Ia juga mengenang perjalanan Bilal ketika pertama kali menghadapi tantangan saat mengumandangkan azan Jumat. Ketika itu, Bilal sempat mengalami kesulitan mengatur napas. Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar hingga akhirnya ia semakin lancar menjalankan tugasnya.
Ahmad Lufni menilai, keberanian untuk terus belajar dan memperbaiki diri merupakan modal penting bagi seorang anak muda. Menurutnya, kemampuan yang dimiliki Bilal perlu terus diasah melalui pembinaan, pendampingan, serta pemberian kesempatan untuk tampil dan mengambil tanggung jawab.
“Alhamdulillah, sekarang Bilal sudah lancar mengumandangkan azan. Dia termasuk salah satu yang membantu kegiatan di Masjid Annuriyah. Saya bersyukur dan berharap, ketika besar nanti, Bilal bisa menjadi orang sukses, mendapatkan pekerjaan yang baik, dan memiliki masa depan yang cerah,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Lufni kemudian memanggil Bilal untuk maju ke depan dan menerima sejumlah uang sebagai bentuk apresiasi. Pemberian itu disambut dengan rasa syukur oleh Bilal, yang mengaku bahagia karena mendapat kesempatan menjalankan berbagai peran yang selama ini menjadi keinginannya.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur banget karena bisa menjadi MC, bisa azan, termasuk azan Jumat. Bahkan, kemarin saya juga bisa mengumandangkan azan Subuh sesuai dengan keinginan saya,” kata Bilal.
Bilal turut menyampaikan terima kasih kepada Ahmad Lufni yang selama ini mendampingi dan membimbingnya. Ia mengakui, proses belajar tidak selalu berjalan mulus. Ada pengalaman yang membuatnya sedih, tetapi dari pengalaman tersebut ia memahami pentingnya menjaga sikap dan menaati aturan ketika berada di lingkungan masjid.
Bilal menceritakan, dirinya pernah ditegur Ahmad Lufni karena bermain gim di masjid setelah salat Isya. Saat itu, telepon genggam miliknya sempat disita. Pengalaman tersebut menjadi cerita tersendiri dalam proses pembinaan Bilal, sekaligus menggambarkan adanya aturan yang perlu dijaga ketika masjid digunakan sebagai tempat beribadah dan kegiatan keagamaan.
Menanggapi cerita Bilal, Ahmad Lufni menyampaikan bahwa pemberian uang tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kontribusinya membantu kegiatan masjid. Ia juga mengingatkan agar uang yang diterima digunakan secara bijak, bukan semata-mata untuk membeli jajanan.
Dengan gaya bercanda, Ahmad Lufni menyinggung kegemaran Bilal membeli pentol dan minuman bersoda. Suasana pun berlangsung hangat, memperlihatkan kedekatan antara pembina dan remaja yang dibimbingnya.
Momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda ini menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap generasi muda dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Remaja yang rajin beribadah, berani mencoba, mau belajar, dan bersedia mengambil tanggung jawab layak memperoleh dukungan agar potensinya terus berkembang.
Melalui apresiasi kepada Bilal, Ahmad Lufni berharap semakin banyak anak muda yang terdorong untuk aktif dalam kegiatan positif, memakmurkan masjid, serta mengembangkan kemampuan diri. Semangat Sumpah Pemuda, menurut pesan yang tercermin dari kegiatan tersebut, tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam membina generasi penerus bangsa.






