Pidato Lengkap Presiden LSM LIRA Jusuf Rizal di Pembukaan Munas III Pemuda LIRA

Oleh: HM. Jusuf Rizal, SE, MSi, Presiden LSM LIRA (Disampaikan pada acara Munas III Pemuda LIRA, Bogor, Jawa Barat, Rabu (26-27 Agustus 2026)

​Hari ini kita semua tahu mafia di mana-mana. Betul tidak? Maka kita harus bersama-sama membangun kemafiaan itu untuk amar ma’ruf nahi munkar. Tapi kalau mafia itu kita gunakan untuk ketidakbaikan, yang terjadi seperti sekarang ini negeri kita.

Bacaan Lainnya

​Saya tidak perlu mengajari KNPI untuk bicara hal-hal yang harus kita kritis di republik ini. Kita perlu menyadari sebagai pemuda. Dan LSM LIRA sehingga menghadirkan Pemuda LIRA, bagian dari sebuah proses panjang. 21 tahun lalu saya bentuk LSM LIRA melalui Blora Center. Blora Center itu adalah tim relawan yang membantu SBY-JK untuk menjadi Presiden. Saya Direktur Blora Center bersama Sudi Silalahi, TB Silalahi, Saiful Safri, Masli Harun dari BAPIS. Tapi ketika jadi Presiden, saya tidak pernah minta jabatan. Sekalipun diusulkan menjadi Menpora, saya tolak karena saya lebih suka di luar mendirikan LSM LIRA.

​Biasanya kalau orang tim sukses yang berhasil, berebut jabatan. Seperti yang sekarang, Reformasi ’98 oleh pemuda berhasil, agendanya memberantas KKN, begitu duduk di pemerintahan mereka tidak membetulkan negeri ini, tetapi mereka mengkeruk negeri ini. Betul tidak?

​Jadi, perjalanan panjang itu harus menjadi catatan penting bagi pemuda, termasuk Pemuda LIRA. Di LIRA itu sebenarnya diciptakan seperti proses kehidupan. Ada namanya Japarli (Jaringan Pelajar LIRA Indonesia) itu baby LIRA, ada Jamali (Jaringan Mahasiswa LIRA Indonesia), kemudian masuk ada Pemuda LIRA, ada Pemudi LIRA, dan tujuannya apa? Karena perempuan itu paling sulit untuk mengisi 30% kuota di parlemen, maka kita bikin Pemudi LIRA.

Naik lagi menjadi Perempuan LIRA. Di tengah itu ada namanya usaha kita: Koperasi LIRA Indonesia (Kolindo), ada Hipmindo (Himpunan Pengusaha LIRA Indonesia), ada kajian LIRA Institute, ada lagi Brigid (Brigade Komando) pasukan pemukul. Terus masuk di atasnya kita bikin yang namanya Majelis Zikir Nusantara. Maksudnya tujuannya apa? Karena pada akhirnya apa yang kita lewati ini semua bermuara pada kematian.

​Pertanyaannya: Jabatan KNPI, jabatan Pemuda LIRA, jabatan Presiden LIRA, ataupun Menteri, siapa pun tidak pernah dekat dengan sifat… tidak akan pernah abadi. Dia akan bersama kita engkritkan. Betul tidak? Pertanyaannya kalau betul, kenapa kita mesti terpecah?

​Poin ini harus menjadi catatan penting kenapa saya katakan Pemuda LIRA harus menjadi bagian dari sebuah proses perjalanan sejarah ikut mengawal Reformasi ’98. Salah satu agendanya adalah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sekarang ini korupsi sudah merajalela, tidak hanya sekedar korupsi biasa, tapi mereka telah mengkeruk banyak harta kekayaan yang seharusnya menjadi hak-hak rakyat, hak pemuda untuk bisa menjadi generasi penerus masa depan.

Mereka tumpuk hasil korupsinya sehingga sekarang ini kita rasakan bagaimana di daerah sulit mencari uang. Kalau zaman Pak Harto korupsi, ada digunakan pejabat itu bikin wartel, ada multiplier effect, dia bikin usaha-usaha rental, bikin ini segala macam. Sekarang apa? Korupsi sekarang itu pada zaman SBY 1 miliar itu udah luar biasa, sekarang beribu-ribu triliun dianggap biasa! Dan duitnya tidak dipakai, disimpan! Disimpan, akhirnya apa? Dia tidak memberikan kontribusi multiplier effect ekonomi. Maka koruptor itu kita sebut adalah musuh bangsa, benalu negeri, dan harus dihukum mati. Setuju?

​Saya ingin menegaskan kembali di sini, hukum mati koruptor dan segera sahkan Undang-Undang Perampasan Aset! Jawa Barat khususnya di Kabupaten yang 11 triliun ini harus menjadi contoh. Jabar ya, KNPI, karena memang begitu manis. Kenapa saya katakan demikian? Karena di sini termasuk ada komisioner enciklobedia korupsi. Betul tidak Pak Ketua KNPI Sukabumi? Sejarah. Maka jangan bikin sejarah baru! Nanti Saudara Adam lebih sedih nanti.

​Saya berharap pemuda ini bisa melakukan konsolidasi diri siapa pun yang menjadi Ketua Umum agar bisa mengangkat harkat dan martabat pemuda Indonesia. Saya dulu pernah di KNPI, tapi saya tidak terlalu bangga juga waktu itu di KNPI. Kenapa demikian? Karena ketika saya di situ, KNPI itu hanya menjadi alat, menurut saya. Alat sama dengan HIPMI, hanya menjadi operater untuk dagang politik. Saya termasuk yang tidak jadi bagian situ, karena itu saya tidak pernah maju Ketua Umumnya. Karena saya tidak ingin… termasuk KNPI, termasuk HIPMI.

Saya akhirnya tidak terlalu aktif di ini, karena semua pengusaha-pengusaha muda yang disebut ini A, B, C, D segala macam itu bullshit itu. Mereka maju bukan karena kemampuan kreativitasnya, tapi apa? Hanya jual DO, dapat DO dari bapaknya, diambil dijual lagi. Dan saya termasuk salah satu yang menjalankan DO mereka. Jadi saya yang bekerja, bukan mereka. Mereka hanya mampir nanti di hotel, ngobrol segala macam, dapat DO. Karena apa? Karena kekuasaan. Saya mengawal itu.

​Maka ketika kemudian ada pemilihan pemimpin-pemimpin itu kalau di Munas KNPI, sama-sama anggota DPR kecil bisik-bisik, “Bang, dukung si ini Bang.” Tidak saya dukung, saya akan gas! “Abang nanti terlempar.” Saya tidak apa-apa terlempar dari sebuah sistem, tapi karena saya mau mempertahankan prinsip untuk tidak bersama dengan ketidakbenaran! Sampai sekarang jalan masih lurus. Sekalipun saya banyak memimpin organisasi.

Saya selain di Presiden LSM LIRA yang 21 tahun saya pimpin kemudian nanti akan beralih kepada Saudara Syamsuddin, itu bagian dari proses regenerasi. Proses yang namanya mengajari kader-kader kita supaya bisa jadi pemimpin. Karena pemimpin itu harus bisa dipimpin dan juga bisa melemimpin. Jangan hanya bisa melemimpin, giliran dia mau dipimpin merasa dirinya paling besar. Itu salah.

​Saya juga Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Media Online Seluruh Indonesia (PWMOI). Saya juga Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Ketua Umumnya Saudara Yorrys. Saya Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI).

Saya Ketua Aliansi Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia. Itu seluruh pelabuhan Indonesia ada di bawah komando kita, ada 100.000, kalau kita suruh mogok itu ekonomi macet di pelabuhan. Dan terakhir, saya juga Ketua Umum Permas (Persatuan Masyarakat Madura Asli Nusantara).

​Jadi, itu semua apa yang menjadi di diri kita itu harus kita transformasikan untuk generasi muda dalam rangka menyiapkan Generasi Emas 2045. Usia saya 61 tahun, tidak mungkin nanti di generasi ’45 ya kalau Tuhan mengizinkan paling bisa, tapi usia 60 ini udah mulai sakit-sakitan. Ini Ketua KNPI Sdr. Ryano hati-hati, karena udah menggemuk begitu biasanya banyak penyakitnya. Kayaknya Saudara Adam ini udah mulai gemuk juga. Kayaknya trio ini udah mulai menciptakan trio Abil Muda.

​Kita harus ciptakan generasi-generasi yang revolusioner dan visioner. LIRA sejak awal tidak pakai APBD. Sejak awal tidak pakai APBD! Maka ada Bupati Non-APBD, ada Walikota Non-APBD, ada Gubernur Non-APBD, termasuk Presiden LSM LIRA Non-APBD/Non-APBN. Tapi kita berani! LSM LIRA satu-satunya LSM terbesar terbanyak cabangnya dengan Rekor MURI di Indonesia yang berani mengoreksi membongkar korupsi di Kepolisian dan Kejaksaan. Itu ada di sejarah. Yang membuka rekening gendut DPR RI, yang membuka rekening 17 Pati Polri, tidak ada! Dan kita berani mati untuk sebuah kebenaran.

​Itu yang penting! Jadi kalau tadi Bung Syam bilang bahwa jangan takut, ada di mobil tidak usah bawa pisau. Saya dulu tidak pernah bawa pisau! Kenapa? Karena ketajaman pikiran, ketajaman semangat hati keberanian itu menjadi sebuah modal buat saya mau bertaruh di mana pun. Itu yang penting.

​Jadi pikiran-pikiran cerdas itu adalah senjata yang bisa mengubah pikiran orang. Dan kita berani melawan pikiran-pikiran itu tentu dengan pikiran, bukan dengan cara memblokir rekening! Karena apa? Seorang aktivis kamu blokir rekeningnya tidak akan membuat dia menjadi menyerah, tapi memantik sebuah gerakan civil society solidaritas untuk melawan. Betul tidak?

​Jadi saya katakan terima kasih dari Maluku hadir, dari Nias, ada senior Sukabumi Si Joni ya? Sdr. Joni Sirait, Asep, terus abang anggota DPRD Sukabumi Komisi Ekonomi, ya banyak duitnya. Nah ini yang saya sampaikan pada Munas ini, mari kita sama-sama satukan pikiran, buat program yang rasional, jadi jangan pernah takut berhadapan dengan siapa pun, tapi takutlah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

​Orang selalu mengatakan hati-hati dengan Jusuf Rizal, disebutkan kejelekannya A sampai Z. Tapi apa yang saya katakan? Saya tidak takut difitnah, saya juga tidak takut kepada siapa pun, kecuali yang saya takutkan asal saya jangan dibenci oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan pemimpin itu memang harus pemberani! Kalau Anda jadi pemimpin takut, tidak usah. Ibarat pepatah: Jangan membuat rumah di tepi pantai kalau Anda takut gelombang.

​Jadi kalau Anda takut pada problem, jangan menantang untuk menghadapi problem. Hindari, hijrah saja. Tapi itu bukan pemimpin yang genuine. Pemimpin yang genuine itu berani menghadapi kenyataan dan berani menyelesaikan masalah. Masalah bukan untuk dijauhi, tapi untuk didatangi dan dicarikan solusi.

​Insya Allah Pemuda LIRA, saya rasa di bawah kepemimpinan Adam dengan berbagai macam dinamika yang ada melalui proses-proses yang panjang, kita harapkan akan menjadi modal yang besar bagi penerusnya untuk menjadikan Pemuda LIRA memperoleh Rekor MURI satu-satunya pemuda yang memiliki cabang sampai ke tingkat desa! Dan itu penting, karena di desa itu pemuda-pemudanya enggak jelas pembinaannya. Gak jelas mereka. KNPI juga, Ryano Satria, juga tidak menyentuh sampai ke sana. Mereka baru di tengah-tengah saja. Sering kali organisasi pemudaan itu yang di bawah adalah organisasi yang tidak didik, malah menjadi preman.

Kita ingin bahwa Pemuda LIRA adalah organisasi yang membangun sumber daya manusia pemuda berkualitas, bukan organisasi preman. Kalau mau preman-premanan nanti kasih aja ke Brigado (Brigade Komando), pasukan pemukulnya di situ. Nah kita didik generasi muda kita untuk menjadi generasi penerus, menjadi tongkat estafet membangun republik ini.

​Termasuk misalnya, dorong agar cuma ada satu KNPI! Supaya kalau 11 triliun tidak usah dibagi-bagi. Cukup satu pintu, betul tidak? Pak Ketua KNPI Kabupaten Bogor? Memang kalau sudah pandang memandang belum selesai urusan. Tapi kalau Madura Batak jadi satu, itu keras ketemu keras. Jadi dorong itu! Dan kalian juga tentu harus kritis, harus objektif. Mengkritis kinerja dari Menpora. Karena Menpora sekarang itu menurut saya tidak ada yang dikerjain. Gak ada, coba apa yang dikerjain? Terus kalian diam menunggu untuk dapat hibah? Jangan harap!

​Itu yang harus kita kritisi supaya apa? Kita punya niat yang baik untuk membangun pemuda. Sekarang ini pemuda banyak yang takut bicara. Kalau saya zaman dulu 2004 ngomong. Begitu di Istana semua wartawan nanya, di dekat saya itu ada Ramadhan Pohan, “Pak mau nanya.” “Oh gak, jangan saya.” Kalau saya ada di situ, “Mau nanya apa kawan-kawan? Mau keras apa lunak?” Keras? Saya bikin keras!

​Contohnya saya mencalonkan diri jadi Ketua KPK, ditanya sama panselnya, “Kalau SBY korupsi di dalam kasus Hambalang/Cikeas, apa yang Anda lakukan?” “Ya tangkap, penjarakan!” Terus besoknya saya gak lolos. Sama dengan di… saya 2015 mencalonkan diri sebagai Dewas BPJS Kesehatan RI, tertinggi nilainya dan terbaik. Ketika fit and proper test DPR RI ditanya, “Apa yang Anda lakukan nanti sebagai pengawas di BPJS? Apa trek rekor Anda?” Saya sebutkan, “Ini aja anggota Dewan ini gak beres kita penjarakan Bos!” Saya bilang gitu. Akhirnya gak lolos juga. Maka teman-teman yang menjadi anggota Dewan itu datang ke saya, “Abang memancing, mau mencengkeram di DPR ini.” Tapi kan ketik-ketik itu kan harus… Yang Mulia, Yang Terhormat, nah itu pasti ada.

​Jadi jangan tiru saya untuk melawan ketidakadilan. Tapi semangatnya kalian tiru! Keberaniannya kalian tiru! Kegilaannya jangan semua kalian tiru. Ya, karena nanti 11 triliun itu gak turun-turun nanti. Itulah yang ingin saya sampaikan.

​Saya berterima kasih sebagai Pendiri LSM LIRA sekaligus Presiden, kepada Saudara Adam, kepada Sekjen, Saudara Iran, dan seluruh jajarannya yang terus saja bekerja keras dengan segala kelemahan dan kelebihannya untuk membangun Pemuda LIRA ke depan. Meski LSM LIRA ini bukan APBD, tetapi komitmen kami untuk membangun itu tetap penting. Meski dia tidak 11 triliun, tapi DPP LSM LIRA tetap punya perhatian. Saya atas nama DPP LSM LIRA, sedikit-sedikit ya 5 juta akan kita sumbangkan untuk meringankan Ketua Panitia.”

Kesimpulan: PIDATO PEMBUKAAN PRESIDENT LSM LIRA 

1. Pendahuluan: Membangun Keberanian untuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar

  • Mencermati Realitas Bangsa: Saat ini praktik kemafiaan dan ketidakbaikan merajalela di Indonesia. Jika kekuatan ini tidak dibendung, kerusakan negara akan semakin parah seperti yang terjadi saat ini.
  • Prinsip Pergerakan: Pemuda dan LSM LIRA harus bersatu membentuk barisan yang solid untuk melawan ketidakbaikan demi menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

2. Sejarah LSM LIRA dan Refleksi Gerakan Pemuda

  • Rekam Jejak 21 Tahun: LSM LIRA lahir dari proses panjang pergerakan (berawal dari Blora Center sebagai relawan pemenang SBY-JK).
  • Komitmen Tanpa Jabatan: Meski memiliki kontribusi politik besar dan ditawari posisi strategis (seperti Menpora), pendirian LSM LIRA tetap dipilih di luar pemerintahan demi menjaga independensi dan moral gerakan.
  • Kritik Perjuangan Pasca-Reformasi ’98: Banyak oknum aktivis reformasi yang lupa diri setelah duduk di pemerintahan. Bukannya membenahi KKN, mereka justru turut menggerogoti kekayaan negara.

3. Struktur Kaderisasi LIRA: Dari Janin Hingga Kematian

​LIRA dirancang menyerupai jenjang kehidupan manusia untuk membentuk kader yang berintegritas:

  • Japarli (Jaringan Pelajar LIRA Indonesia)
  • Jamali (Jaringan Mahasiswa LIRA Indonesia)
  • Pemuda LIRA & Pemudi LIRA (Mendorong keterwakilan perempuan 30% di ranah publik/parlemen)
  • Perempuan LIRA
  • Sayap Badan Usaha & Otonom: Koperasi LIRA (Kolindo), Hipmindo (Pengusaha LIRA), LIRA Institute, hingga Brigade Komando (Brigko) sebagai benteng pengawal.
  • Muara Perjuangan: Majelis Zikir Nusantara — sebagai pengingat bahwa segala jabatan dan kekuasaan tidak ada yang abadi dan semuanya akan bermuara pada kematian.

4. Sikap Tegas Terhadap Korupsi & Penegakan Hukum

  • Bahaya Korupsi Modern: Korupsi hari ini berisiko melumpuhkan ekonomi nasional karena bernilai ribuan triliun yang ditimbun tanpa memberikan dampak keberlanjutan (multiplier effect) bagi masyarakat dan pemuda.
  • Tuntutan LIRA: Koruptor adalah benalu dan musuh negara. LSM LIRA mendorong:
    1. ​Hukuman mati bagi para koruptor.
    2. ​Pengesahan dan penegakan UU Perampasan Aset Koruptor.

5. Karakter Kepemimpinan & Regenerasi Organisasi

  • Kepemimpinan yang Genuine: Pemimpin sejati adalah mereka yang berani mendatangi dan menyelesaikan masalah, bukan melarikan diri (“Jangan membuat rumah di tepi pantai kalau Anda takut gelombang”).
  • Regenerasi Kepemimpinan: Pergantian kepemimpinan adalah proses mendidik kader. Pemimpin yang baik adalah sosok yang pernah bisa dipimpin dan sanggup memimpin secara proporsional.
  • Prinsip dan Integritas Aktivis: Keberanian pergerakan didasarkan pada ketajaman pikiran, nurani, dan keberanian bertaruh demi kebenaran, bukan sekadar intimidasi atau tindakan destruktif.

6. Rekomendasi & Harapan untuk Munas III Pemuda LIRA

  • Pencapaian Rekor MURI: Mendorong Pemuda LIRA menjadi satu-satunya organisasi pemuda independen yang memiliki kepengurusan terstruktur hingga tingkat desa demi membina SDM pemuda desa agar berkualitas dan bebas dari tindakan premanisme.
  • Penyatuan Pergerakan Pemuda: Mendorong persatuan wadah pemuda (seperti KNPI) agar penyaluran potensi dan anggaran pemuda tepat sasaran, efektif, serta satu pintu.
  • Pemuda yang Kritis: Pemuda LIRA harus kritis dan objektif dalam mengawal kebijakan pemerintah (termasuk Kemenpora) agar berpihak penuh pada pengembangan kepemudaan.
  • Dukungan Organisasi: Meskipun berdiri secara swadaya (Non-APBD/APBN), DPP LSM LIRA terus mendukung penuh pelaksanaan Munas III Pemuda LIRA demi mencetak generasi pembawa estafet kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *