Hamka B Kady Tinjau Program P3TGAI di Takalar: Irigasi Tersier Kunci Tingkatkan Produksi Pertanian

TAKALAR – BELA RAKYAT –  Anggota Komisi V DPR RI Dapil Sulsel I Hamka B. Kady meninjau langsung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Cakkura, Kabupaten Takalar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan saluran irigasi tersier berjalan sesuai perencanaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Program P3TGAI merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas saluran irigasi tersier agar distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih lancar, merata, dan efisien. Dengan sistem irigasi yang semakin baik, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga kesejahteraan petani pun ikut terdongkrak.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Hamka B. Kady menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami akan terus mengawal agar setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program P3TGAI ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Hamka seperti disampaikan di Insragram pribadinya.

Saluran Tersier Menjadi Penentu Keberhasilan Irigasi

Saat berada di lokasi pembangunan, Hamka menjelaskan bahwa keberadaan saluran irigasi tersier memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung sektor pertanian. Menurutnya, pembangunan bendungan dengan anggaran besar tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila air tidak dapat dialirkan hingga ke lahan pertanian melalui jaringan irigasi yang memadai.

“Hari ini saya ada di Desa Cakkura, Kabupaten Takalar, meninjau pembangunan P3TGAI yang merupakan proyek strategis dan menentukan volume hasil panen dari petani,” kata Hamka.

Ia menjelaskan bahwa Program P3TGAI setiap tahun mendapatkan dukungan anggaran dari APBN karena terbukti memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat.

“Program ini setiap tahun dikerjakan dengan anggaran APBN yang cukup besar. Kita berharap dengan hadirnya P3TGAI ini petani bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun,” ujarnya.

Menurut Hamka, peningkatan intensitas tanam akan berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bendungan Besar Tidak Cukup Tanpa Jaringan Irigasi

Hamka menegaskan bahwa pembangunan bendungan semata tidak akan menyelesaikan persoalan apabila tidak diikuti pembangunan jaringan distribusi air hingga tingkat petani.

“Seberapa pun bendungan yang kita bangun dengan anggaran triliunan rupiah, kalau tidak ada saluran irigasinya pasti tidak bisa dimanfaatkan. Makanya harus ada saluran tersier. Kalau hanya dibendung lalu airnya tidak bisa disalurkan, tentu tidak ada gunanya,” tegasnya.

Baginya, saluran tersier menjadi mata rantai terakhir yang menentukan apakah air benar-benar sampai ke sawah atau tidak. Karena itu, pembangunan jaringan irigasi harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.

Tekankan Kualitas Pembangunan

Dalam dialog bersama kelompok pelaksana P3TGAI, Hamka juga mengingatkan agar proses pembangunan dilakukan secara profesional dan tidak mengabaikan kualitas konstruksi.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga mutu pekerjaan karena infrastruktur tersebut akan dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

“Saya berharap kelompok P3TGAI melihat bahwa dalam proses pembangunan jangan sampai main-main. Kualitasnya harus dipertahankan dan harus dikontrol secara ketat,” katanya.

Lebih lanjut, Hamka menjelaskan, kualitas pembangunan akan menentukan umur teknis saluran irigasi sekaligus efektivitas distribusi air bagi ribuan hektare lahan pertanian.

Program Menjangkau Banyak Daerah

Hamka mengungkapkan bahwa Program P3TGAI bukan hanya dilaksanakan di satu lokasi, tetapi tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan jumlah yang sangat banyak.

“Program ini luar biasa banyaknya, bukan hanya satu di sini, tetapi ribuan. Karena itu kita menganggap P3TGAI ini sangat penting,” ujarnya.

Ia menilai program tersebut telah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat.

Petani Diminta Merawat Saluran Irigasi

Selain memastikan pembangunan berjalan baik, Hamka juga mengajak seluruh kelompok petani untuk menjaga dan merawat saluran irigasi yang telah dibangun pemerintah.

Tak hanya itu Hamka menekankan, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan saat pembangunan berlangsung, tetapi juga bergantung pada komitmen masyarakat dalam memelihara fasilitas tersebut.

“Melalui kesempatan ini saya mengimbau kepada para petani dan kelompok P3TGAI agar saluran irigasi ini dipelihara dengan baik demi kepentingan masyarakat dan petani di sekitarnya,” pesannya.

Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan terus dipertahankan agar infrastruktur irigasi dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dorong Kesejahteraan Petani

Keberadaan Program P3TGAI diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan pengairan yang selama ini dihadapi petani, terutama saat musim kemarau.

Dengan distribusi air yang lebih baik, petani dapat meningkatkan frekuensi tanam, mengurangi risiko gagal panen, serta meningkatkan hasil produksi pertanian.

Hamka menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program-program infrastruktur agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *