Catatan Menteri Meutya! Nobar Piala Dunia 2026 Satukan Rakyat dan Gerakkan Ekonomi Lokal: Terima Kasih Pak Prabowo dan TVRI

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai penyelenggaraan nonton bareng (nobar) 100 titik Final Piala Dunia 2026 di berbagai daerah menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi perekat persatuan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Meutya menggambarkan semarak Final Piala Dunia tidak hanya dirasakan di stadion maupun kota-kota besar, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia, termasuk Medan Martubung, Sumatera Utara tempat sang Menteri Nobar.

Bagi Meutya, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Karena itu, kehadiran ratusan titik nobar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama TVRI menjadi ruang kebersamaan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

“Dari Medan Martubung, semangat final Piala Dunia terasa sampai ke seluruh Indonesia. Sepak bola memang punya cara paling sederhana untuk menyatukan banyak orang. Apalagi kalau dinikmati lewat nobar,” tulis Meutya.

Ia menjelaskan, selain memberikan akses hiburan kepada masyarakat, kegiatan nobar juga membawa dampak ekonomi yang positif. Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi penyelenggaraan meningkat seiring ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan bersama.

Bagi Meutya, Piala Dunia bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan momentum membangun kebersamaan dan menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Karena pada akhirnya, Piala Dunia bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kebahagiaan yang terasa lebih istimewa ketika bisa dirayakan bersama,” ungkapnya.

Program Nobar adalah Komitmen Presiden Prabowo Melalui TVRI

Dalam unggahan lainnya, Meutya menegaskan bahwa penyelenggaraan nobar di ratusan titik merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan hiburan yang inklusif dan dapat diakses seluruh masyarakat.

Kemkomdigi menggandeng TVRI sebagai lembaga penyiaran publik agar masyarakat dari berbagai daerah dapat menikmati atmosfer Piala Dunia tanpa dipungut biaya.

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian Meutya adalah Garuda Spark di Medan, yang dipadati warga saat menyaksikan partai final.

“Ternyata yang bikin final Piala Dunia makin seru bukan cuma pertandingannya, tapi juga karena nobarnya. Selain sudah kasih akses gratis selama pertandingan Piala Dunia, kemarin Komdigi bersama TVRI juga ngadain nobar di ratusan titik. Salah satunya di Garuda Spark, Medan,” tulisnya.

​”Jadi kami sangat berbangga bahwa TVRI setelah 24 tahun, tahun 2026 ini kembali menjadi official broadcaster untuk Piala Dunia. Ini semua berkat Bapak Presiden dan niatan beliau yang ingin memberikan suguhan hiburan bagi masyarakat di manapun berada di Indonesia, termasuk di Martubung,” jelas Meutya.

Menurut Meutya, program tersebut merupakan implementasi nyata arahan Presiden Prabowo agar pemerintah menghadirkan hiburan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh masyarakat secara merata.

“Ini adalah salah satu bentuk komitmen Presiden Prabowo untuk menghadirkan hiburan berkualitas yang lebih inklusif. Karena semakin banyak yang bisa ikut menonton, semakin besar pula kebahagiaan yang bisa dirayakan bersama,” lanjutnya.

Nobar Jadi Ruang Kebersamaan Nasional

Program nobar yang digelar Kemkomdigi bersama TVRI tidak hanya menjadi sarana menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat di berbagai daerah.

Di banyak lokasi, masyarakat dari berbagai usia berkumpul menikmati pertandingan, sementara pedagang dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Melalui catatannya di media sosial, Meutya ingin menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, pemerataan akses hiburan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan kolaborasi Kemkomdigi dan TVRI, pemerintah berharap momentum besar seperti Piala Dunia dapat terus menjadi media untuk menghadirkan kebahagiaan bersama sekaligus memperkuat kedekatan negara dengan masyarakat melalui layanan publik yang inklusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *