5 Wasiat Rasulullah SAW Agar Menjadi Muslim yang Baik di Akhir Zaman

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI/ F-PKS/ Kalimantan Selatan I

Bekal Menuju Keselamatan Dunia dan Akhirat

Segala puji hanya milik Allah SWT, Rabb semesta alam. Dialah yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia, siapa yang paling baik amalnya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Di tengah kehidupan modern saat ini, manusia berlomba-lomba mengejar dunia. Ukuran keberhasilan sering kali diukur dari banyaknya harta, jabatan, rumah mewah, kendaraan mahal, dan popularitas. Namun, Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan negeri akhirat adalah tujuan yang sesungguhnya.

Allah SWT berfirman:

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32)

Dalam ayat lain Allah SWT juga mengingatkan:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa sehebat apa pun manusia, sebanyak apa pun hartanya, semuanya akan ditinggalkan.

Islam Dibangun di Atas Lima Pilar

Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah pondasi utama seorang muslim. Namun Rasulullah SAW juga mengajarkan akhlak, kezuhudan, dan orientasi hidup menuju akhirat agar seorang muslim menjadi pribadi yang sempurna.

Lima Wasiat Rasulullah SAW

Selain menegakkan rukun Islam dan rukun Iman, terdapat nasihat yang sangat dalam maknanya.

1. Jangan Mengumpulkan Makanan yang Tidak Akan Dimakan

Islam mengajarkan hidup sederhana dan tidak berlebihan.

Allah SWT berfirman:

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Sering kali manusia membeli makanan hanya demi gengsi atau mengikuti tren. Akhirnya makanan terbuang sia-sia.

Padahal Rasulullah SAW melarang pemborosan karena termasuk perbuatan yang dicintai setan.

Betapa banyak orang yang kelaparan sementara makanan kita berakhir di tempat sampah. Muslim yang baik adalah yang mampu bersyukur dan berbagi.

Kisah Umar bin Khattab

Suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berkeliling Madinah. Beliau mendapati seorang ibu memasak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan.

Mendengar hal itu, Umar menangis. Beliau memikul sendiri gandum dari Baitul Mal tanpa menyuruh bawahannya.

Beliau berkata, “Apakah engkau akan memikul dosaku di hari kiamat nanti?”

Inilah pemimpin yang memahami bahwa setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.

2. Jangan Membangun Rumah yang Tidak Akan Ditinggali

Islam tidak melarang memiliki rumah bagus. Namun Islam melarang kesombongan dan hidup bermewah-mewahan tanpa manfaat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap bangunan akan menjadi beban bagi pemiliknya kecuali yang memang diperlukan.” (HR. Abu Dawud)

Hari ini banyak orang berlomba membangun rumah megah hanya demi dipuji. Sebagian bahkan memiliki banyak rumah kosong, sementara tetangganya kesulitan memiliki tempat tinggal.

Yang akan menemani kita nanti hanyalah rumah kecil bernama kubur.

Kisah Utsman bin Affan

Utsman bin Affan termasuk sahabat yang sangat kaya.

Namun kekayaannya digunakan untuk membeli Sumur Rumah yang kemudian diwakafkan bagi kaum muslimin.

Beliau juga membiayai Perang Tabuk dengan ratusan unta dan emas. Kekayaan tidak menjadi masalah selama digunakan untuk kebaikan.

3. Jangan Berlomba Mengumpulkan Sesuatu yang Akan Ditinggalkan

Rasulullah SAW bersabda: “Anak Adam berkata: hartaku, hartaku. Padahal hartamu hanyalah yang engkau makan lalu habis, yang engkau pakai lalu usang, atau yang engkau sedekahkan sehingga menjadi simpanan bagimu.” (HR. Muslim)

Setelah seseorang meninggal dunia, seluruh harta akan berpindah kepada ahli waris. Yang ikut masuk ke kubur hanyalah amal.

Rasulullah SAW bersabda: “Tiga perkara mengiringi jenazah: keluarganya, hartanya dan amalnya. Dua akan kembali, sedangkan satu tetap bersamanya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan amalnya tetap bersamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kisah Qarun

Al-Qur’an mengabadikan kisah Qarun yang memiliki harta sangat banyak.

Allah SWT berfirman:

“Maka Kami benamkan dia beserta rumahnya ke dalam bumi.” (QS. Al-Qashash: 81)

Kesombongan membuat Qarun binasa bersama kekayaannya. Harta yang dibanggakan tidak mampu menyelamatkannya.

4. Bertakwalah kepada Allah Karena Kelak Akan Dikumpulkan di Hadapan-Nya

Inilah inti kehidupan seorang muslim.

Allah SWT berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Tidak ada amal yang hilang. Semua akan diperlihatkan di Padang Mahsyar.

Rasulullah SAW bersabda: “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, ilmunya, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya digunakan untuk apa.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu seorang muslim hendaknya selalu memperbaiki niat, menjaga shalat, memperbanyak istighfar, sedekah, dan amal saleh.

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq

Meski telah dijamin masuk surga, Abu Bakar tetap sering menangis ketika membaca Al-Qur’an.

Beliau khawatir amalnya tidak diterima. Inilah tanda orang yang benar-benar bertakwa.

5. Cintailah Akhirat Sebab Itulah Tempat Tinggal Kita Selamanya

Allah SWT berfirman:

“Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)

Islam tidak mengajarkan meninggalkan dunia. Islam mengajarkan menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.

Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari)

Musafir tidak akan terlalu sibuk menghias tempat persinggahannya. Begitulah seharusnya seorang mukmin memandang dunia.

Tanda-Tanda Akhir Zaman

Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwa menjelang kiamat akan banyak fitnah, manusia berlomba meninggikan bangunan, amanah disia-siakan, harta menjadi tujuan utama, dan agama dianggap beban.

Kondisi inilah yang membuat lima wasiat tersebut semakin relevan. Di saat manusia mengejar dunia tanpa batas, Rasulullah SAW justru mengajarkan hidup sederhana, dermawan, bertakwa, dan selalu mengingat akhirat.

Penutup

Menjadi muslim yang baik bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki hati yang tidak diperbudak oleh dunia.

Lima wasiat Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk:

1. Menjalankan rukun Islam dan rukun Iman dengan benar.

2. Tidak hidup berlebihan dan boros.

3. Menjadikan harta sebagai sarana ibadah, bukan tujuan hidup.

4. Selalu bertakwa karena setiap amal akan dihisab.

5. Menjadikan akhirat sebagai orientasi utama kehidupan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah, diberi husnul khatimah, dipermudah melewati hisab, dan dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di surga Firdaus.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *