JAKARTA; BELA RAKYAT – Persoalan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api kembali menjadi sorotan. Meski pemerintah telah membangun sejumlah flyover dan underpass di berbagai daerah, masih terdapat sedikitnya 42 perlintasan sebidang yang belum masuk dalam rencana pembangunan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi terus membahayakan keselamatan masyarakat.
Temuan itu mengemuka saat Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae meninjau proyek pembangunan flyover di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Ridwan menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pengganti perlintasan sebidang guna menekan angka kecelakaan.
Keselamatan Harus Menjadi Prioritas
Ridwan menilai pembangunan flyover dan underpass bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan investasi keselamatan bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur kereta api.
Menurutnya, Komisi V DPR RI siap memberikan dukungan politik anggaran agar proyek-proyek strategis tersebut dapat segera diselesaikan.
“Kami di Komisi V DPR RI konsisten mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan perjalanan. Kalau ada tambahan anggaran, kami berharap program ini menjadi salah satu prioritas,” ujar Ridwan Bae.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus ditempatkan di atas berbagai pertimbangan lainnya, mengingat tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Masih Ada 42 Titik Belum Masuk Rencana
Berdasarkan hasil peninjauan, pemerintah telah menunjukkan komitmen dengan mempercepat pembangunan sejumlah flyover dan underpass, termasuk proyek di Kota Cimahi yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 50 persen.
Namun demikian, Ridwan mengungkapkan masih terdapat 42 perlintasan sebidang yang belum memperoleh penanganan pembangunan, meskipun sebagian telah dijaga oleh petugas.
Keberadaan petugas dinilai membantu mengurangi risiko, tetapi belum mampu menghilangkan potensi kecelakaan secara menyeluruh. Solusi permanen tetap berupa pembangunan infrastruktur yang memisahkan jalur kereta api dengan arus kendaraan.
Angka Kecelakaan Masih Tinggi
Komisi V DPR RI menilai tingginya angka kecelakaan di sejumlah perlintasan sebidang menjadi alasan kuat untuk mempercepat pembangunan flyover maupun underpass.
Selain meningkatkan keselamatan, pembangunan tersebut juga diyakini mampu mengurangi kemacetan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan efisiensi transportasi darat.
Ridwan meminta pemerintah menjadikan proyek penghapusan perlintasan sebidang sebagai agenda prioritas nasional, terutama di titik-titik yang memiliki volume kendaraan tinggi.
“Kita minta kepada pemerintah memperhatikan sungguh-sungguh hal ini, agar dapat dilaksanakan secepat mungkin, utamanya flyover dan underpass-nya. Sehingga, di pelintasan sebidang itu terjadi keamanan yang baik. Masyarakat bisa melewati dengan baik, nyaman, dan terselamatkan oleh adanya pelintasan sebidang,” tegasnya.
Dorongan Penguatan Anggaran
Komisi V DPR RI menilai percepatan pembangunan infrastruktur keselamatan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. DPR menyatakan siap mengawal pembahasan anggaran agar program penghapusan perlintasan sebidang memperoleh perhatian lebih besar.
Dengan masih adanya puluhan titik yang belum tertangani, percepatan pembangunan diharapkan tidak hanya mengurangi angka kecelakaan, tetapi juga menciptakan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.






