JAKARTA — Di hamparan sejarah yang membentang menuju lima abad (449 Tahun), Jakarta kembali menuliskan lembaran peradaban melalui penyelenggaraan JAKFEST Vol.500 bertajuk “5 Abad Dalam 3 Hari, Beradab Kotanya, Harmoni Warganya” yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Festival kolaboratif yang digelar bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai elemen masyarakat ini menjadi ruang temu lintas budaya, olahraga, ekonomi kreatif, serta penguatan karakter kebangsaan dalam menyambut perjalanan menuju usia emas Jakarta 500 tahun.
Lebih dari sekadar perayaan seremonial, JAKFEST Vol.500 menghadirkan narasi besar tentang bagaimana sebuah kota tumbuh bukan hanya melalui pembangunan fisik, melainkan juga melalui penguatan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan keberagaman. Berbagai agenda seperti Gelar Kolaborasi Budaya Nusantara, Festival Marching Band, Family Gathering, Festival Olahraga Masyarakat, Pentas Musik Anak Bangsa, Literasi Peradaban, hingga Pesta UMKM dan Kuliner Nusantara (kurang lebih 200 stand bazaar) menjadikan kawasan Lapangan Banteng bertransformasi menjadi panggung kebersamaan yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan Jakarta dalam satu tarikan napas peradaban.
Penyelenggaraan kegiatan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta berbagai regulasi yang mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dalam perspektif tersebut, JAKFEST Vol.500 tidak hanya menjadi wahana hiburan publik, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat identitas budaya bangsa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas rakyat.
Ketua Umum RUMAH PERADABAN BANGSA, Joe Ryan, menegaskan bahwa JAKFEST Vol.500 merupakan manifestasi nyata semangat kebangsaan yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Menurutnya, peradaban besar lahir dari masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki kesadaran kolektif menjaga warisan bangsanya. Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya 200 tenda UMKM turut hadir memeriahkan festival tersebut sebagai representasi denyut ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari akar rumput.

“Lima abad Jakarta harus menjadi momentum kebangkitan bersama. Melalui sekitar 200 tenda UMKM yang hadir, kita ingin menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas kebangsaan. Dari Jakarta, kita mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Indonesia maju tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Joe Ryan kepada awak media BelaRakyat.com saat Opening Ceremony JAKFEST Vol. 500, Jum’at (12/6/2026).
Apresiasi pun datang dari Ketua Dekranasda Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri Arnis, juga Ketua DPW Brigade Nusantara (BRINUS) Dki Jakarta, Tri Prasetyo, yang hadir langsung dalam rangkaian kegiatan. Ia menilai JAKFEST Vol.500 sebagai contoh konkret kolaborasi antar daerah dalam memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, keberadaan pelaku UMKM, komunitas seni, serta partisipasi masyarakat dari berbagai daerah membuktikan bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan pemersatu bangsa sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Apa yang dilakukan RUMAH PERADABAN BANGSA bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta patut diapresiasi. Festival ini menghadirkan semangat persatuan sekaligus membuka ruang promosi bagi produk-produk lokal unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan LEMHANAS RI, Mega MW, memandang JAKFEST Vol.500 sebagai bagian dari pembangunan karakter kebangsaan yang relevan dengan tantangan masa depan. Menurutnya, ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga pada kekuatan budaya, persatuan sosial, serta kemampuan masyarakat menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.
“Ketika budaya, olahraga, pendidikan, dan ekonomi rakyat dipertemukan dalam satu ruang kolaborasi seperti ini, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang berkelanjutan. Inilah wajah Indonesia yang kuat karena keberagamannya,” ungkap Mega MW.
Dari sisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi, Chico Hakim, menyampaikan bahwa JAKFEST Vol.500 mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi ruh pembangunan Jakarta modern. Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus membuka ruang sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghadirkan kota yang inklusif, sehat, berbudaya, serta berdaya saing global.

“Perayaan menuju lima abad Jakarta (499 Tahun) bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang membangun optimisme masa depan. JAKFEST menunjukkan bahwa kemajuan kota dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi rakyat.” Pungkasnya.
Di tengah denting musik Nusantara, langkah para pesenam aerobic dari KORMI Provinsi DKI Jakarta yang membelah jalan ibu kota, semarak ratusan tenda UMKM, dan warna-warni budaya yang berpadu dalam satu harmoni, Jakarta seakan mengirimkan pesan kepada generasi mendatang bahwa kemajuan sejati lahir ketika peradaban, olahraga, ekonomi, dan kemanusiaan berjalan seiring. JAKFEST Vol.500 pun menjadi simbol bahwa usia lima abad bukanlah garis akhir perjalanan Jakarta, melainkan gerbang menuju masa depan yang dibangun melalui kolaborasi, diperkaya kebudayaan, diperkuat persatuan, dan diterangi harapan bagi Indonesia yang semakin beradab, maju, dan bermartabat.
(CP/red)






