Jelang 8 Besar Piala Bupati Tangerang, BMS FC : Jangan Sampai Pemain Harus Pakai Body Protector untuk Bermain Sepak Bola

Tangerang – Menjelang bergulirnya babak 8 besar Piala Bupati Tangerang U13 & U15, BMS FC kembali mengingatkan seluruh pemangku kepentingan kompetisi bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan apa pun.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul cedera serius yang dialami oleh pemain U13 BMS FC Sandi Permana. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan CT Scan, Sandi Permana mengalami patah tulang kaki pada pertandingan babak 16 besar.

Bacaan Lainnya

Lebih memprihatinkan lagi, sebelumnya penjaga gawang U-13 dari Bintang Kelapa Dua juga mengalami cedera serius saat menghadapi tim yang sama.

“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami sedang mencari apa yang harus diperbaiki agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban berikutnya,” ujar Raden Lintang Fisutama, Management BMS FC.

Lintang juga berharap perangkat pertandingan, khususnya wasit, dapat menjalankan tugasnya secara tegas, adil, dan profesional dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta aturan ditegakkan secara adil. Jika pelanggaran yang membahayakan pemain dibiarkan tanpa tindakan, maka yang dipertaruhkan bukan lagi hasil pertandingan, melainkan masa depan anak-anak yang bermain di lapangan,” tegasnya.

Dengan nada sindiran yang sarat makna, BMS FC bahkan menyatakan bahwa apabila perlindungan terhadap pemain masih belum menjadi perhatian serius, maka bukan tidak mungkin para pemain BMS akan dilengkapi dengan body protector layaknya atlet bela diri saat memasuki lapangan.

“Tentu ini sebuah ironi. Anak-anak datang untuk bermain sepak bola, bukan mengikuti pertandingan bela diri. Jangan sampai muncul anggapan bahwa untuk bermain sepak bola usia dini ini, pemain harus memakai perlengkapan tambahan demi melindungi diri dari risiko cedera yang seharusnya dapat dicegah melalui penegakan aturan yang tegas,” ujar Lintang.

Meski demikian, BMS FC tetap memberikan apresiasi kepada jajaran PSSI Kabupaten Tangerang yang telah datang menjenguk Sandi Permana di masa pemulihannya.

Kunjungan tersebut disertai dengan pemberian parcel buah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada pemain yang sedang menjalani proses penyembuhan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran PSSI Kabupaten Tangerang yang telah meluangkan waktu untuk menjenguk Sandi Permana dan memberikan dukungan moril kepada keluarga. Kehadiran tersebut menunjukkan adanya empati dan kepedulian yang kami hargai.”

Namun demikian, BMS FC menilai bahwa kepedulian tidak boleh berhenti pada kunjungan dan ucapan simpati semata.

“Parcel buah adalah bentuk perhatian yang kami hargai. Namun perlindungan terhadap pemain di lapangan adalah bentuk kepedulian yang jauh lebih berarti.”

Menurut BMS FC, insiden yang dialami Sandi Permana harus menjadi momentum evaluasi bersama agar tidak ada lagi pemain muda yang harus kehilangan kesempatan berkembang akibat cedera serius yang sebenarnya dapat diminimalisir melalui kepemimpinan pertandingan yang tegas dan konsisten.

“Kami tidak mencari kesalahan siapa pun. Kami mencari perbaikan. Karena hari ini mungkin Sandi Permana. Besok bisa saja anak dari keluarga lain yang mengalami hal serupa.”

Menjelang babak 8 besar Piala Bupati ini, BMS FC berharap seluruh pertandingan berlangsung dalam semangat fair play, sportivitas, dan penghormatan terhadap keselamatan pemain.

Sebab trofi bisa dicetak kembali. Juara bisa lahir setiap tahun. Tetapi masa depan seorang anak yang hilang karena cedera tidak akan pernah bisa diganti kembali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *