“Ngeri-ngeri Sedap!” Habib Aboe Kritik Trump dan Serukan Gencatan Senjata Permanen

JAKARTA — Suara keras datang dari Senayan. Dalam wawancara mendalam dengan wartawan, Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, melontarkan kritik tajam terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dengan nada tegas, ia menggambarkan situasi global saat ini sebagai kondisi yang mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya

“Pertama, ngeri-ngeri sedap ya. Keangkuhan dan kesombongan Trump ini nanti akan digilas dengan fakta-fakta lapangan,” ujarnya membuka pernyataan kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Dunia di Ambang Ketidakpastian

Menurut Aboe, konflik yang terus membesar bukan sekadar ketegangan biasa, melainkan sinyal bahaya bagi stabilitas global. Ia menyoroti agresi Israel di Gaza sebagai pemicu utama yang memperkeruh keadaan.

“Kita sangat menyayangkan eskalasi yang terjadi. Dunia saat ini sedang berada di ambang ketidakpastian yang besar. Agresi Israel di Gaza yang terus berlanjut telah menjadi pemicu utama ketegangan,” tegasnya.

Ia juga mengkritik keterlibatan Amerika Serikat yang dinilai tidak netral.

“Keterlibatan Amerika Serikat yang cenderung sepihak semakin memperkeruh suasana. Ini kalau menurut saya, kesombongan Trump, kegilaan Trump,” katanya lugas.

Sikap Tegas: Hentikan Agresi

Dalam wawancara tersebut, Aboe berulang kali menegaskan posisi DPR RI yang menurutnya jelas dan tidak ambigu.

“Posisi kita tegas, hentikan segala bentuk agresi. Saya ulangin ya, posisi kita tegas, hentikan segala bentuk agresi.”

Ia juga menilai dunia internasional gagal menunjukkan konsistensi dalam menegakkan hukum global.

“Dunia internasional tidak boleh membiarkan standar ganda terus berlaku.”

Lebih jauh, ia mendorong gencatan senjata permanen sebagai langkah utama meredakan konflik.

“Kita mendorong adanya gencatan senjata permanen di Gaza. Karena itulah kunci utama untuk menurunkan tensi antara Iran dan Israel.”

Diplomasi Parlemen: Tekanan dari Senayan

Aboe mengungkapkan bahwa parlemen Indonesia tidak tinggal diam. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif kaukus parlemen untuk perdamaian.

“Saya dukung sekali kawan-kawan di parlemen yang telah mendeklarasikan perdamaian. Ini adalah wujud nyata dari amanat konstitusi kita, ikut melaksanakan ketertiban dunia.”

Ia menambahkan bahwa diplomasi parlemen akan terus digencarkan di forum internasional.

“Stop the war. Diplomasi parlemen akan terus kita optimalkan agar tekanan terhadap pihak-pihak yang bertikai semakin kuat.”

Meski demikian, ia mengakui bahwa efektivitas tekanan tersebut membutuhkan waktu.

“Yang penting kita ikhtiar dan usaha. Yang penting tidak diam. Semua negara bergerak, lama-lama akan menjadi fakta kegagalan seorang pimpinan negara.”

Dampak ke Indonesia: Ekonomi Jadi Alarm

Dalam wawancara investigatif ini, Aboe juga membuka sisi lain yang mulai terasa di dalam negeri: tekanan ekonomi.

“Yang pertama ekonomi. Ini sudah di depan mata. Mulai dari fluktuasi harga minyak mentah hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.”

Ia mengingatkan pemerintah untuk segera memperkuat perlindungan masyarakat.

“Perkuat bantalan sosial. Jangan sampai kenaikan harga energi global langsung memukul daya beli masyarakat kecil.”

Selain itu, ia mendorong percepatan kemandirian energi dan pangan.

“Kita harus mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat stok pangan nasional agar tidak tergantung pada rantai pasok global.”

Pesan untuk Publik: Tetap Tenang dan Bersatu

Di tengah situasi global yang memanas, Aboe meminta masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

“Untuk masyarakat, tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.”

Ia juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan nasional.

“Mari kita perkuat persatuan nasional. Kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja, namun Indonesia harus tetap tegak berdiri.”

Menutup wawancara, ia menyampaikan harapan besar agar Indonesia tetap menjadi kekuatan moral di dunia.

“Mari kita selipkan doa untuk perdamaian dunia. Indonesia adalah bangsa besar yang seharusnya didengar oleh dunia.”

Wawancara ini memperlihatkan bukan hanya sikap politik, tetapi juga kegelisahan mendalam dari parlemen terhadap arah dunia yang kian tidak pasti. Dari kritik tajam hingga seruan persatuan, pesan Aboe Bakar Alhabsyi jelas: Indonesia tidak boleh diam di tengah gejolak global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *