15 Tahun Menanti Perubahan, Drs. Kasan Abdullah, M.M. Siap Menjawab Tantangan Desa Setiamekar

BEKASI | BELA RAKYAT – Setelah lebih dari satu dekade, berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dinilai masih belum terselesaikan secara menyeluruh. Mulai dari persoalan banjir musiman, drainase yang belum optimal, kemacetan lalu lintas, penataan lingkungan, hingga pelayanan publik yang diharapkan semakin cepat dan responsif. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang membutuhkan kepemimpinan dengan pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial.

Di tengah harapan akan lahirnya perubahan, Drs. Kasan Abdullah, M.M. menyatakan kesiapannya mengabdikan diri untuk memimpin Desa Setiamekar. Berbekal pengalaman panjang di pemerintahan, ia menilai desa harus dikelola dengan prinsip transparansi, profesionalitas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta perubahannya.

Selama kurang lebih 15 tahun terakhir, masyarakat masih menyuarakan perlunya percepatan pembangunan yang lebih merata. Infrastruktur lingkungan di sejumlah titik masih memerlukan perhatian, sistem drainase membutuhkan pembenahan, ruang terbuka hijau semakin terbatas akibat pesatnya pembangunan, sementara pemberdayaan UMKM, kepemudaan, dan pelayanan administrasi desa dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. Di tengah pesatnya pertumbuhan wilayah, masyarakat berharap pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga.

Modal perubahan itu, menurut banyak pihak, memerlukan sosok yang memahami birokrasi dari tingkat bawah hingga pengambilan kebijakan. Kasan Abdullah memiliki rekam jejak sebagai Staf Pasar Pondok Gede, Kasub Retribusi Pasar Cibarusah, Kepala Pasar Serang, Kepala Pasar Tambun, Kepala Pasar Induk Cibitung, Lurah Wanasari, Kabid AMDAL Dinas Lingkungan Hidup, hingga Kabid Informasi Pasar Kerja Dinas Tenaga Kerja. Dari sisi akademik, ia merupakan lulusan FISIP Unisma Bekasi dan menyandang gelar Magister Manajemen IFWIJA Jakarta.

Selain pengalaman birokrasi, Kasan Abdullah aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, di antaranya sebagai Sekretaris IKASTAM, Ketua Alumni SMAN 1 Bekasi Angkatan 1985, Ketua KASTA ’82, Bendahara Umum Yayasan Al-Khairiyah, serta Penasihat DPD Al-Khairiyah Kabupaten Bekasi. Baginya, membangun desa harus dimulai dengan membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi, musyawarah, dan keterbukaan.

“Saya melihat Setiamekar memiliki potensi yang sangat besar. Namun potensi itu harus diiringi dengan keberanian melakukan pembenahan. Pemerintah desa tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi persoalan banjir, infrastruktur, pelayanan publik, pengangguran, dan pemberdayaan ekonomi. Pemerintah harus hadir, bekerja, dan memberikan solusi yang nyata,” Jelas Drs. Kasan Abdullah, M.M. kepada awak media, Jum’at (26/06/2026).

Ia menambahkan, “Apabila masyarakat memberikan amanah kepada saya, saya akan menjalankan pemerintahan desa yang bersih, transparan, akuntabel, dan partisipatif. Setiap program akan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu. Anggaran desa harus dikelola secara terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga.”

Mengakhiri pernyataannya, Kasan Abdullah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum demokrasi desa sebagai ruang melahirkan gagasan, bukan perpecahan.

“Perubahan tidak lahir dari janji, tetapi dari kerja nyata, integritas, dan keberanian mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat. Saya ingin Setiamekar bangkit menjadi desa yang maju, tertata, sejahtera, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Bekasi. Saatnya pengabdian diwujudkan menjadi perubahan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.” Pungkasnya.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *