JAKARTA – Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi umat melalui program pemberdayaan berbasis UMKM yang dijalankan bersama NU CARE-LAZISNU PBNU.
Hal tersebut disampaikan Zainut saat peluncuran program pemberdayaan ekonomi umat di kantor PBNU, Kamis (21/5/2026). Program kolaborasi tersebut akan menyasar masyarakat di empat wilayah, yakni Serang, Indramayu, Jember, dan Pringsewu.
Zainut mengapresiasi sinergi antara BAZNAS dan PBNU dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan yang dinilai tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan upaya strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
“Momentum yang baik ini mudah-mudahan menjadikan ikhtiar kita untuk lebih memperkuat dan memberdayakan ekonomi umat yang lebih baik,” ujar Zainut.
Ia menjelaskan, sasaran program difokuskan pada kantong-kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, hingga wilayah yang dinilai rentan terhadap pengaruh paham radikalisme. Karena itu, intervensi ekonomi melalui penguatan UMKM dinilai menjadi langkah penting dalam menciptakan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kami percaya melalui sentuhan intervensi berupa kemandirian ekonomi yang lebih baik, kita dapat membentengi umat dari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Zainut menilai, pemberdayaan ekonomi berbasis zakat harus diarahkan pada program produktif yang mampu menciptakan perubahan jangka panjang bagi mustahik. Dengan penguatan usaha kecil dan pendampingan berkelanjutan, para penerima manfaat diharapkan dapat naik kelas menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, M. Imdadun Rahmat, menjelaskan total anggaran program mencapai Rp2,6 miliar. Sebanyak Rp2 miliar berasal dari dana BAZNAS RI dan Rp600 juta disalurkan oleh LAZISNU.
Menurut Imdadun, sebanyak 200 pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan, bantuan modal usaha, serta pendampingan intensif selama dua tahun agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Riri Khariroh mengatakan program ini akan difokuskan pada sektor kuliner, khususnya makanan dan minuman, yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di masyarakat akar rumput.
Riri berharap kolaborasi antara LAZISNU dan BAZNAS ini dapat menjadi model kerja sama pemberdayaan umat yang efektif sekaligus meningkatkan jumlah muzaki baru di berbagai daerah sasaran.






