Keutamaan dan Amalan Utama Bulan Dzulhijjah: Menyambut Hari Terbaik dalam Islam dengan Penuh Keimanan Ketakwaan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan mulia, bulan yang penuh keberkahan, bulan yang di dalamnya terdapat hari-hari terbaik sepanjang tahun, yaitu bulan Dzulhijjah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini terdapat berbagai ibadah besar yang memiliki keutamaan luar biasa, seperti ibadah haji, puasa sunnah Dzulhijjah, puasa Arafah, dzikir dan takbir, serta ibadah kurban. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh.

Berdasarkan hasil sidang isbat, pemerintah menetapkan bahwa:

1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Hari Arafah (9 Dzulhijjah) jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026.

Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Momentum agung ini hendaknya tidak berlalu begitu saja tanpa amal dan persiapan. Seorang Muslim yang memahami keutamaan bulan Dzulhijjah akan berusaha memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Allah SWT telah bersumpah dengan sepuluh malam pertama Dzulhijjah dalam firman-Nya: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan betapa agung dan mulianya hari-hari tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan  amal ibadah pada awal Dzulhijjah memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah SWT. Bahkan amal pada hari-hari tersebut lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah, kecuali jihad seseorang yang mengorbankan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali lagi.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari istimewa ini dengan berbagai bentuk ibadah dan amal saleh.

Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah

1. Puasa 1–7 Dzulhijjah

Puasa pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan. Puasa ini menjadi salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Melalui puasa, seorang Muslim belajar menahan hawa nafsu, menjaga lisan, membersihkan hati, serta meningkatkan ketakwaan.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik jiwa agar lebih sabar dan ikhlas. Ketika seseorang berpuasa dengan penuh keimanan, maka ia sedang melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu, puasa sunnah di awal Dzulhijjah menjadi kesempatan untuk menghapus dosa-dosa kecil, memperbanyak pahala, dan mendapatkan keberkahan hidup.

2. Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan Puasa Arafah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Untuk tahun 2026:

Puasa Tarwiyah: Senin, 25 Mei 2026

Puasa Arafah: Selasa, 26 Mei 2026

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)

Bayangkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan satu hari berpuasa yang dilakukan dengan ikhlas, Allah memberikan pengampunan dosa selama dua tahun.

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sedangkan bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, tidak dianjurkan berpuasa agar mereka memiliki kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah.

Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Salah satu amalan utama di bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Dzikir merupakan amalan ringan di lisan tetapi berat di timbangan amal. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan jiwa menjadi damai.

Allah SWT berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Dzikir yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah antara lain:

1. Takbir: Allahu Akbar

2. Tahmid: Alhamdulillah

3. Tasbih: Subhanallah

4. Tahlil: Laa ilaaha illallah

Takbir dianjurkan dibaca sejak awal Dzulhijjah hingga hari-hari Tasyrik. Kaum Muslimin dianjurkan menghidupkan rumah, masjid, dan lingkungan dengan lantunan takbir.

Takbir terbagi menjadi dua:

Takbir Mutlak

Takbir yang dibaca kapan saja dan di mana saja selama hari-hari Dzulhijjah.

Takbir Muqayyad

Takbir yang dibaca setelah salat fardu mulai dari Subuh hari Arafah hingga Ashar hari Tasyrik terakhir.

Menghidupkan takbir adalah syiar Islam yang menunjukkan pengagungan kepada Allah SWT.

Ibadah Haji: Puncak Penghambaan kepada Allah

Bulan Dzulhijjah identik dengan ibadah haji. Jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Haji merupakan rukun Islam kelima bagi yang mampu secara fisik dan finansial.

Ibadah haji mengajarkan:

1. Kesabaran

2. Keikhlasan

3. Persaudaraan

4. Pengorbanan

5. Ketundukan total kepada Allah

Saat jamaah mengenakan pakaian ihram, semua perbedaan dunia menjadi hilang. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin, pejabat dan rakyat biasa. Semua sama di hadapan Allah SWT.

Wukuf di Arafah menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam kehidupan seorang Muslim. Di padang Arafah, jutaan manusia menangis, berdoa, memohon ampun, dan berharap rahmat Allah SWT.

Keutamaan Berkurban

Ibadah kurban merupakan syariat yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu.

Allah SWT berfirman: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Kurban mengajarkan makna pengorbanan dan kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat sehingga kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan bersama.

Hewan kurban yang disembelih dapat berupa:

1. Kambing

2. Domba

3. Sapi

4. Kerbau

5. Unta

Waktu penyembelihan dimulai setelah salat Idul Adha hingga akhir hari Tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW sangat mencintai ibadah kurban. Beliau sendiri berkurban setiap tahun sebagai bentuk syukur dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Memperbanyak Amal Saleh

Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, setiap amal saleh dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal kebaikan seperti:

Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi manusia. Membaca satu huruf dari Al-Qur’an mendapatkan sepuluh pahala.

Bulan Dzulhijjah menjadi waktu yang sangat baik untuk:

1. Tadarus Al-Qur’an

2. Menghafal ayat-ayat Al-Qur’an

3. Memahami tafsir Al-Qur’an

4. Mengamalkan isi Al-Qur’an

5. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT.Sedekah tidak harus berupa uang yang banyak. Senyuman, bantuan kecil, makanan, tenaga, dan perhatian juga termasuk sedekah.

Orang yang gemar bersedekah akan dilapangkan rezekinya dan diberikan keberkahan hidup.

Salat Sunnah

Perbanyak salat sunnah seperti:

1. Salat Tahajud

2. Salat Dhuha

3. Salat Witir

4. Salat Rawatib

Salat sunnah menjadi pelengkap kekurangan dalam salat wajib sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memperbanyak Istighfar

Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Oleh sebab itu, perbanyaklah istighfar.

Ucapan: “Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih” hendaknya sering dibaca agar hati menjadi bersih dan dosa-dosa diampuni Allah SWT.

Qiyamul Lail di Sepertiga Malam

Salah satu waktu terbaik untuk berdoa adalah pada sepertiga malam terakhir. Di waktu sunyi itu, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qiyamul lail dapat dilakukan dengan:

1. Salat Tahajud

2. Membaca Al-Qur’an

3. Berdzikir

4. Beristighfar

5. Berdoa dengan penuh harapan

Orang-orang saleh terdahulu sangat menjaga ibadah malam karena mereka mengetahui besarnya keutamaan di dalamnya.

Hikmah Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah mengajarkan banyak pelajaran berharga:

1. Keikhlasan

Semua ibadah dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

2. Pengorbanan

Kurban mengajarkan arti berbagi dan rela berkorban.

3. Ketakwaan

Puasa dan dzikir meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

4. Persaudaraan

Idul Adha mempererat ukhuwah Islamiyah.

5. Kepedulian Sosial

Daging kurban membantu masyarakat yang membutuhkan.

Persiapan Menyambut Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha, seorang Muslim hendaknya mempersiapkan diri dengan:

1. Membersihkan hati dari iri dan dengki

2. Memperbanyak taubat

3. Menjaga silaturahmi

4. Memperbanyak amal saleh

5. Menyiapkan hewan kurban terbaik

6. Memperbanyak doa

Idul Adha bukan hanya tentang perayaan, tetapi momentum meningkatkan iman dan ketakwaan.

Penutup

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang penuh cahaya keberkahan. Sepuluh hari pertamanya merupakan kesempatan emas yang belum tentu kita jumpai kembali pada tahun berikutnya.

Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu tanpa amal terbaik. Mari kita isi dengan:

1. Puasa sunnah

2. Dzikir dan takbir

3. Membaca Al-Qur’an

4. Sedekah

5. Salat malam

6. Istighfar

7. Kurban

8. Doa dan taubat

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, serta mempertemukan kita dengan kemuliaan Idul Adha dalam keadaan penuh iman dan kesehatan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang memanfaatkan bulan Dzulhijjah dengan sebaik-baiknya.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *