Sjafrie Sjamsoeddin: Prajurit Yonif Teritorial Pembangunan Harus Kuasai Kemampuan Tempur dan Pembangunan

LEBAK – BELA RAKYAT – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya kemampuan ganda bagi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Selain memiliki kemampuan tempur untuk menjaga kedaulatan negara, prajurit juga dituntut mampu berkontribusi langsung dalam mendukung pembangunan dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja ke Kesatriaan Yonif TP 840/Golok Sakti (GS) di Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (3/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie mengingatkan bahwa setiap prajurit Yonif TP harus terus mengasah kualifikasi dasar militer, mulai dari kemampuan menembak, bela diri hingga patroli. Pada saat bersamaan, mereka juga harus mengembangkan keterampilan teritorial melalui kompi fungsional yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi.

Bacaan Lainnya

Menurut Sjafrie, keberadaan Yonif Teritorial Pembangunan yang direncanakan menjangkau 514 kabupaten/kota di Indonesia harus dioptimalkan untuk membantu pemerintah daerah sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di seluruh 514 Kabupaten/Kota di Indonesia harus dapat dioptimalkan untuk membantu Pemerintah Daerah dan mengatasi kesulitan warga di sekelilingmu,” kata Sjafrie dalam keterangan tertulis.

Prajurit TNI Harus Hadir Memberikan Manfaat bagi Rakyat

Sjafrie menekankan bahwa pembentukan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan bahwa hubungan antara TNI dan rakyat merupakan bagian penting dari jati diri prajurit. TNI lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan mendapatkan dukungan pembiayaan dari rakyat.

“Sebagai prajurit TNI, kalian lahir dari rakyat dan dibiayai oleh rakyat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi setiap prajurit untuk membalas jasa yang telah rakyat berikan kepada kalian,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam membantu kehidupan masyarakat.

Dengan kemampuan teritorial yang dimiliki, Yonif TP diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah, terutama dalam sektor pangan, kesehatan, peternakan, dan pembangunan infrastruktur.

Percepat Fasilitas Latihan dan Pembinaan Satuan

Dalam kesempatan itu, Menhan juga menginstruksikan percepatan pembangunan sarana dan prasarana latihan menembak serta fasilitas pembinaan satuan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan setiap prajurit memiliki kesiapan operasional dalam menjalankan tugas, baik mendukung pembangunan daerah maupun melaksanakan pergeseran tugas pengamanan di wilayah strategis, termasuk Ibu Kota Negara.

Rangkaian kunjungan kerja Sjafrie diawali dengan pertemuan bersama Bupati Lebak M. Hasbi Jayabaya beserta jajaran pemerintah daerah. Selanjutnya, Menhan menerima paparan dari Komandan Yonif TP 840/GS mengenai kesiapan pangkalan, sarana latihan, serta pengorganisasian prajurit.

Pada akhir arahannya, Sjafrie mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga disiplin, memperkuat persatuan tanpa membedakan suku maupun agama, serta mengamalkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan Yonif Teritorial Pembangunan dengan demikian menempatkan dua kemampuan yang harus berjalan beriringan: profesionalisme militer dalam menjaga kedaulatan negara dan kemampuan teritorial dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya mencerminkan kekuatan pertahanan negara, tetapi juga semangat pengabdian TNI kepada rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *