Reuni Aktivis di ADK Show, Akbar Tanjung Titip Pesan untuk Ahmad Doli Kurnia: Politik Adalah Panggilan Hidup

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Suasana penuh kehangatan dan nostalgia mewarnai acara Reuni Aktivis dalam ADK Show (Arena Demokrasi dan Kritik) yang mempertemukan sejumlah tokoh, aktivis, akademisi, dan politisi lintas generasi. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan refleksi perjalanan demokrasi Indonesia.

Salah satu momen yang paling menyentuh perhatian peserta adalah penyampaian pesan khusus dari tokoh senior nasional Akbar Tanjung kepada Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang pada kesempatan itu genap berusia 55 tahun. Pesan tersebut disampaikan melalui Mbak Nina karena Akbar Tanjung tidak mampu menyampaikan langsung pesan itu dengan keterbatasan namun tetap hadir secara langsung di kursi roda.

Bacaan Lainnya

Dalam testimoninya, Akbar Tanjung mengaku bangga melihat perjalanan politik Ahmad Doli Kurnia yang dinilainya berhasil mengemban amanah sebagai anggota DPR RI selama dua periode.

“Hari ini Ananda Doli berusia 55 tahun. Ananda Doli sudah menduduki suatu karier politik yang amat terhormat, yaitu sebagai anggota DPR RI sampai periode yang kedua ini,” demikian pesan Akbar Tanjung.

Akbar Tanjung kembali mengingatkan pesan yang selama ini selalu ia sampaikan kepada Ahmad Doli, yakni bahwa politik bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup.

“Politik itu panggilan jiwa,” ujar Akbar Tanjung dalam pesan yang dibacakan di hadapan para tamu undangan.

Ia juga mengungkapkan rasa harunya ketika mengetahui banyak tokoh nasional hadir dalam forum tersebut, mulai dari Anies Baswedan, Musni Umar, Fahri Hamzah hingga sejumlah aktivis dan intelektual yang selama ini dikenal aktif mengawal demokrasi.

Menurutnya, kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan bahwa ruang dialog demokrasi masih hidup dan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap bangsa.

Akbar Tanjung pun mendoakan agar Ahmad Doli Kurnia tetap mampu menjaga integritas di tengah dinamika politik yang terus berubah.

“Doli, baik-baik kau ya,” pesan Akbar yang disebut selalu diulang setiap bertemu dengan Ahmad Doli.

Dalam testimoninya, Akbar juga menyinggung tema besar ADK Show, yakni Arena Demokrasi dan Kritik. Ia menilai demokrasi memang harus memberi ruang bagi kritik, namun tetap memerlukan keteraturan agar tidak kehilangan arah.

“Hakikat demokrasi juga sebetulnya keteraturan. Kalau demokrasi tidak diatur, bisa menjadi kacau,” pesannya.

Menutup testimoninya, Akbar Tanjung mengingatkan bahwa jabatan, popularitas, dan kehormatan merupakan amanah sekaligus ujian yang harus dijaga dengan kerendahan hati.

“Kehormatan, ketenaran, juga adalah bagian dari cobaan. Karena itu selalu membumi dan ingat pada janji-janji yang menunggu untuk diwujudkan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan doa agar Ahmad Doli Kurnia senantiasa diberi kesehatan, perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta mendapat dukungan penuh dari keluarga dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara Reuni Aktivis dalam ADK Show berlangsung dalam suasana akrab, menghadirkan diskusi mengenai demokrasi, kritik konstruktif, serta pentingnya menjaga ruang dialog kebangsaan di tengah tantangan politik Indonesia yang terus berkembang. Testimoni Akbar Tanjung menjadi salah satu momen yang paling berkesan karena sarat pesan moral mengenai kepemimpinan, integritas, dan pengabdian dalam dunia politik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *