JAKARTA – BELA RAKYAT – Suasana hangat, penuh nostalgia, sekaligus diselingi gelak tawa saling ‘caci maki’ dengan roasting mewarnai acara Reuni Aktivis dalam ADK Show (Arena Demokrasi dan Kritik) yang digelar di Auditorium Siaran Langsung Luar Negeri RRI Pusat, Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Ahad (26/7/2026) malam.
Acara yang mempertemukan aktivis lintas generasi, akademisi, politisi, hingga tokoh nasional itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan demokrasi Indonesia. Namun, salah satu sesi yang paling mencuri perhatian adalah acara roasting terhadap Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang pada hari itu tepat merayakan ulang tahunnya yang ke-55.
Riuh tepuk tangan dan gelak tawa pecah ketika para pembawa acara, Eva dan Mamat, memperkenalkan para “roaster” yang akan naik ke panggung. Nama pertama yang dipanggil adalah Bupati Lahat, Sumatera Selatan 2025-2030 Bursa Zarnubi, senior Doli semasa beraktivitas di HMI.
Sebelum sesi dimulai, kedua pembawa acara bahkan sempat melontarkan candaan mengenai suasana yang mulai “panas” dan penuh ketegangan.
“Saya terakhir acara begini malah dilaporkan polisi. Jadi aman ya, Bang?” canda Mamat ke Doli yang langsung disambut tawa hadirin.
Ucapan Selamat Ulang Tahun Berbalut Guyonan
Mengawali penampilannya, Bursah Zarnubi terlebih dahulu mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ahmad Doli Kurnia.
“Saya baru buka Google, ternyata hari ini memang tanggal lahirnya. Selamat ulang tahun,” ucap Bursa yang disambut tepuk tangan peserta.
Namun suasana haru itu tidak berlangsung lama. Bursa langsung mengubah atmosfer menjadi penuh humor.
Ia menyoroti jaket berwarna pink yang dikenakan Doli. Faktor warna kuning ke fink.
“Makanya dia pakai jaket pink kali ini. Pink itu warna orang yang lagi berbunga-bunga. Di Jepang katanya anak muda yang sedang jatuh cinta suka pakai warna pink,” ujarnya yang langsung mengundang tawa.
Mengenang Sosok Doli Sejak Menjadi Aktivis
Di balik candaan, Bursa juga menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan politik Ahmad Doli.
Menurut Bursah, sejak muda Doli memang telah menunjukkan bakat kepemimpinan. Itu konsisten hingga saat ini sebagai anggota DPR RI.
“Saya kenal dia sudah lama. Dia memang berbakat sebagai pemimpin dan termasuk aktivis yang walaupun bukan Ketua Umum PB HMI, tetapi mampu melejit di parlemen,” katanya.
Ia kemudian membandingkan penampilan Doli ketika masih menjadi aktivis dengan sekarang.
“Dulu bajunya seperti saya, batiknya kira-kira seharga Rp800 ribu. Sekarang sejak jadi anggota DPR, klimis sekali. Selalu pakai jas, sepatu pantofelnya mengkilap,” ujarnya disambut gelak tawa.
Candaan Poligami Mengundang Gelak Tawa
Puncak tawa peserta pecah ketika Bursa melontarkan candaan mengenai kehidupan pribadi Doli. Ini paling disukai hadirin bahkan ada yang minta dilanjutkan roasting poligami.
“Tapi Doli memang berbakat untuk poligami mungkin,” kata Bursah spontan.
Ucapan tersebut langsung membuat para pembawa acara bereaksi sambil tertawa. Saking lucunya, seisi ruangan tertawa termasuk istri Doli, Yanti Sunanti.
Bursa pun buru-buru menegaskan bahwa itu hanyalah bagian dari sesi roasting.
“Ini kan baru roasting. Kalau bukan roasting, saya puji-puji terus,” katanya.
Tak berhenti di situ, ia bahkan membawa candaan itu ke pengalaman pribadinya. Ini tak kalah mengundang tawa.
“Poligami sah kok dalam Islam. Saya enggak berani. Saya pernah tanya istri saya, ‘Gimana kalau poligami?’ Istri saya jawab, ‘Tunggu saya mati dulu,’” ujarnya yang kembali memancing tawa seluruh ruangan.
Humanika Disebut Tempat Belajar Demokrasi
Di sela-sela humor, Bursa menyampaikan refleksi mengenai perjalanan demokrasi yang dibangun para aktivis pada masa lalu.
Ia menyebut organisasi Humanika sebagai salah satu ruang belajar demokrasi yang penting pada zamannya. Termasuk Doli belajar di dalamnya.
“Doli belajar demokrasi di Humanika. Di situ pusat kebebasan, pusat keberanian, sekaligus tempat berkembangnya gagasan demokrasi,” tutur Bursah sambil Doli mengiyakan dengan mengangguk, sembari jempol ke atas tanda setuju.
Ia juga mengenang persahabatannya yang telah berlangsung puluhan tahun dengan Rocky Gerung sejak era 1980-an. Cuma sayang, obrolan soal Rocky Gerung tak berlangsung.
Menyentil Perbedaan Gaya Politik Doli dan Bahlil
Roasting kemudian bergeser menjadi obrolan politik. Tema ini cukup menarik.
Bursa membandingkan gaya politik Ahmad Doli dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Baginya, keduanya sama-sama tokoh potensial, tetapi memiliki karakter yang berbeda.
Bursah mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang pernah menyebut Bahlil sebagai sosok “kancil” karena dinilai cekatan dan cepat mencari jalan keluar.
Sementara itu, Doli dinilainya memiliki pendekatan yang lebih tenang dan lembut. “Politiknya Doli seperti Bang Akbar, lembut, tenang, pelan. Itu bedanya,” katanya.
Pernyataan tersebut kembali mengundang tawa ketika ia menyelipkan candaan bahwa Doli belum “dipakai” oleh Bahlil. Bahkan MBG ( Mas Bahlil Ganteng) pelesetan dari Makan Bergizi Gratis.
Namun Bursa segera menegaskan, perbedaan itu hanya soal gaya berpolitik, bukan soal kualitas. Keduanya punya kualitas dengan gaya masing-masing.
Pesan Penutup: Politik Jangan Masuk ke Hati
Menjelang akhir penampilannya, Bursa mengakhiri roasting dengan pesan yang lebih serius. Ia tak segang menyampaikan pesan pamungkas ini yang dihadiri tokoh, elit dan para aktivis
Ia mengingatkan Ahmad Doli agar tetap menjadi dirinya sendiri dalam menghadapi dinamika politik yang penuh pasang surut. Jangan sombong, pesan akhirnya.
“Politik jangan dimasukkan ke hati. Bang Akbar juga jatuh bangun. Jadilah seperti dirimu, jangan berubah. Belajar jangan berhenti. Kenali diri kita dari mana, mau ke mana, dan untuk apa hidup. Itulah arti kebebasan yang sebenarnya,” pesannya.
Ucapan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari seluruh peserta yang hadir.
Pembawa Acara: Baru Mulai Sudah Panas
Usai Bursa sebagai roasting pertama, ia masih di panggung bersama peserta lainnya. Pembawa acara mengakui bahwa sesi roasting langsung berlangsung panas sejak awal.
“Baru mulai sudah panas. Lucunya, roaster malah me-roasting roaster lain. Bang Rocky juga kena roasting,” ujar pembawa acara disambut gelak tawa.
Sesi tersebut menjadi pembuka rangkaian roasting dalam ADK Show yang berlangsung santai, penuh humor, namun tetap menyisakan pesan-pesan reflektif mengenai persahabatan, demokrasi, dan perjalanan panjang para aktivis yang kini berkiprah di berbagai bidang kehidupan nasional.






