Puteri Komarudin Dorong Evaluasi Insentif Fiskal Batam, Investasi Melonjak tetapi Dampak ke Masyarakat Harus Terukur

JAKARTA: BELA RAKYAT – Lonjakan realisasi investasi di Kota Batam pada triwulan I 2026 menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Namun, di balik capaian tersebut, muncul pertanyaan besar mengenai sejauh mana pertumbuhan investasi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan industri nasional.

Sorotan tersebut disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, saat mengikuti Kunjungan Kerja Banggar DPR RI ke Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

BP Batam melaporkan realisasi investasi sepanjang triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun, meningkat sekitar 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini dinilai menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Batam.

Meski demikian, Puteri menilai peningkatan angka investasi tidak boleh hanya menjadi capaian statistik semata, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Kawasan Strategis Harus Menjadi Motor Pertumbuhan

Menurut Puteri, berbagai kawasan strategis yang sedang dikembangkan di Batam memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, KEK Batam Aero Technic hingga KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional diharapkan mampu memperkuat sektor industri pengolahan, logistik, perdagangan, serta jasa bernilai tambah tinggi.

“Realisasi ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan investor terhadap kawasan Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ). Berbagai kawasan strategis seperti KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic hingga KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional diharapkan bisa menjadi motor pengembangan industri pengolahan, konstruksi, perdagangan hingga logistik,” ujar Puteri.

Ia menilai keberadaan kawasan strategis tersebut harus mampu memperluas basis ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pintu investasi Indonesia yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional.

Transfer Teknologi Jadi Sorotan DPR

Selain investasi manufaktur, Puteri juga memberikan perhatian terhadap pengembangan pusat data (data centre) yang tengah didorong BP Batam bersama sejumlah perusahaan teknologi global.

Menurutnya, investasi digital harus menghasilkan manfaat jangka panjang bagi Indonesia melalui proses alih teknologi.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan pusat data tidak cukup hanya menghadirkan modal asing, tetapi juga harus meningkatkan kemampuan tenaga kerja nasional.

“Tentu ini merupakan peluang strategis yang perlu kita kawal bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama berkaitan dengan skema alih teknologi (transfer technology). Dengan demikian, kita juga bisa meningkatkan kapasitas SDM lokal dalam penguasaan teknologi dan AI,” tegas Puteri.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPR tidak hanya melihat investasi dari sisi nilai proyek, tetapi juga dari kemampuan investasi tersebut membangun ekosistem teknologi nasional.

Evaluasi Insentif Fiskal

Dalam kesempatan tersebut, Puteri juga menyoroti berbagai fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah kepada kawasan strategis Batam.

Ia meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas berbagai insentif yang telah diberikan kepada investor.

Menurutnya, insentif fiskal harus menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.

“Ini menjadi penting supaya kita bisa selalu memastikan fasilitas fiskal yang diberikan sebanding dengan manfaatnya bagi perekonomian masyarakat. Kita harus mengukur sejauh mana efektivitasnya dalam mendorong investasi serta dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan daya saing Batam,” kata Puteri.

Investigasi: Investasi Besar, Seberapa Besar Efeknya?

Pernyataan Puteri membuka ruang evaluasi yang lebih luas terhadap arah pembangunan ekonomi Batam.

Selama bertahun-tahun Batam memperoleh berbagai kemudahan investasi, mulai dari fasilitas kawasan perdagangan bebas, insentif perpajakan hingga kemudahan perizinan.

Namun tantangan yang masih sering menjadi perhatian adalah pemerataan manfaat investasi, terutama bagi masyarakat lokal.

Pengamat menilai indikator keberhasilan investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari indikator lain seperti:

1. Penyerapan tenaga kerja lokal.

2. Kenaikan produktivitas industri.

3. Peningkatan kemampuan SDM melalui transfer teknologi.

3. Tumbuhnya industri pendukung nasional.

4. Kontribusi terhadap penerimaan negara dan daerah.

Karena itu, evaluasi terhadap berbagai fasilitas fiskal menjadi penting agar setiap kebijakan benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi nasional.

DPR Kawal Investasi Berkualitas

Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI, Puteri menegaskan bahwa investasi berkualitas harus menjadi prioritas pemerintah.

Ia berharap Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi karena berbagai kemudahan fiskal, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi, industri berteknologi tinggi, dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dengan pengawasan yang kuat dari DPR serta evaluasi berkala terhadap berbagai kebijakan fiskal, diharapkan investasi yang terus tumbuh di Batam benar-benar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM nasional, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *