JAKARTA: BELA RAKYAT – Kolaborasi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejatinya dibangun untuk memperkuat efisiensi, memperluas layanan, dan meningkatkan nilai ekonomi bagi negara. Namun, kerja sama antara Perum Perumnas dan PT Telkomsel di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Samesta Mahata, Depok, kini menjadi sorotan tajam Komisi VI DPR RI.
Dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Apartemen Samesta Mahata, Depok, Jumat (10/7/2026), Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mempertanyakan secara terbuka skema bisnis yang diterapkan dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antar-BUMN tidak boleh berhenti pada kerja sama simbolis, tetapi harus mampu menghasilkan keuntungan yang terukur bagi Perumnas yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan keuangan.
Kolaborasi Dinilai Belum Menjawab Persoalan Keuangan Perumnas
Darmadi mengapresiasi dukungan Telkomsel yang telah membantu pemasaran produk Perumnas melalui jaringan GraPARI di berbagai daerah. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi positif antar-BUMN.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa bantuan pemasaran saja belum cukup untuk memperbaiki kondisi finansial Perumnas. Menurutnya, aspek yang lebih penting adalah bagaimana kerja sama tersebut mampu memberikan tambahan pendapatan secara langsung melalui mekanisme pembagian keuntungan (profit sharing).
Ia mempertanyakan apakah Telkomsel memperoleh pendapatan dari pemanfaatan infrastruktur maupun layanan digital di kawasan TOD tersebut, dan jika iya, berapa bagian yang diterima Perumnas sebagai pemilik kawasan.
Profit Sharing Menjadi Fokus Pengawasan DPR
Komisi VI DPR RI menilai transparansi mengenai pembagian keuntungan merupakan bagian penting dalam tata kelola BUMN yang sehat. Selama kunjungan berlangsung, Darmadi mengaku belum memperoleh penjelasan rinci mengenai mekanisme pembagian pendapatan antara kedua perusahaan.
Menurutnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena Perumnas mengemban banyak penugasan pemerintah yang membutuhkan dukungan keuangan kuat agar tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.
Tanpa adanya tambahan pendapatan yang jelas dari kerja sama strategis tersebut, DPR menilai manfaat ekonomi yang diterima Perumnas berpotensi tidak optimal.
Banyak Penugasan, Perumnas Butuh Model Bisnis Berkelanjutan
Sebagai BUMN sektor perumahan, Perumnas memiliki tanggung jawab besar menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Berbagai program pembangunan rumah rakyat, kawasan TOD, hingga penyediaan hunian terjangkau membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit.
Karena itu, setiap kerja sama bisnis dengan mitra strategis diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru yang dapat memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Komisi VI DPR RI menilai seluruh aset dan kawasan yang dimiliki Perumnas harus memberikan nilai tambah ekonomi sehingga tidak hanya menjadi beban operasional.
Digitalisasi Harus Menghasilkan Nilai Ekonomi
Kawasan TOD Samesta Mahata merupakan salah satu proyek modern yang mengintegrasikan hunian dengan transportasi massal dan layanan digital.
Dalam konsep tersebut, Telkomsel berperan menyediakan konektivitas digital sekaligus mendukung pemasaran unit hunian.
Namun DPR mengingatkan bahwa transformasi digital harus diikuti model bisnis yang memberikan manfaat finansial nyata. Investasi teknologi tidak cukup hanya meningkatkan kenyamanan penghuni, tetapi juga harus memperkuat pendapatan perusahaan negara.
DPR Akan Terus Mengawal
Komisi VI DPR RI memastikan pengawasan terhadap kolaborasi Perumnas dan Telkomsel akan terus dilakukan. DPR akan meminta penjelasan lebih rinci mengenai struktur kerja sama, pola investasi, hingga mekanisme pembagian keuntungan agar seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.
Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap sinergi antar-BUMN benar-benar memberikan manfaat bagi negara, meningkatkan kinerja perusahaan, serta mendukung keberlanjutan pembangunan sektor perumahan nasional.
Bagi DPR, keberhasilan kerja sama antar-BUMN tidak diukur dari banyaknya nota kesepahaman ataupun promosi bersama, melainkan dari kemampuan menciptakan pendapatan baru, memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, evaluasi terhadap skema bisnis Perumnas–Telkomsel diharapkan menjadi momentum memperbaiki tata kelola kemitraan antar-BUMN agar lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi negara.






