JAKARTA – BELA RAKYAT – Seorang pria berinisial MHF diduga melakukan penipuan dengan mengaku memiliki kedekatan dengan seorang menteri Kabinet Merah Putih berinisial FZ.
Berdasarkan informasi yang diterima, MHF disebut menjanjikan kelulusan peserta pada sejumlah sekolah kedinasan, mulai dari IPDN, Unhan, hingga Poltrada, dengan meminta sejumlah uang dari para korban.
“Jadi dia menjanjikan untuk kelulusan siswa ipdn .unhan.poltrada dan menerima sejumlah uang kerugian kurang lebih 400 juta,” kata keluarga korban ke wartawan, Jakarta, Selasa (28/⁷/2026).
“Jadi dia menjanjikan untuk kelulusan siswa ipdn .unhan.poltrada dan menerima sejumlah uang kerugian kurang lebih 400 juta,” sambungnya meminta identitasnya disembunyikan.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak yang mengaku sebagai korban, MHF diduga menerima uang dengan total kerugian mencapai sekitar Rp400 juta. Dana tersebut disebut sebagai imbalan atas janji meloloskan peserta seleksi di sejumlah institusi pendidikan kedinasan.
Korban mengaku baru menyadari adanya dugaan penipuan setelah janji yang disampaikan tidak pernah terealisasi. Selain mengaku dekat dengan seorang menteri berinisial FZ, MHF juga disebut-sebut mengklaim memiliki akses kepada orang-orang yang dapat memengaruhi proses seleksi.
Tak hanya itu, MHF juga diduga mengaku sebagai staf atau orang dekat dari menteri berinisial FZ untuk meyakinkan calon korban agar menyerahkan uang.
Informasi yang beredar menyebutkan, MHF diduga berasal dari wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Namun hingga kini identitas dan domisilinya masih belum dapat dipastikan secara independen.
Pihak yang merasa dirugikan menyatakan telah memberikan kesempatan kepada MHF untuk mengembalikan seluruh dana yang diterima. Apabila dalam waktu yang telah ditentukan tidak ada penyelesaian maupun pengembalian kerugian, korban berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan maupun klarifikasi dari MHF terkait tuduhan tersebut. Demikian pula belum ada pernyataan dari pihak menteri berinisial FZ mengenai dugaan pencatutan nama tersebut.
Kasus ini masih berupa dugaan dan menunggu proses hukum lebih lanjut. Aparat penegak hukum diharapkan dapat mengusut laporan tersebut apabila telah resmi diajukan oleh pihak yang mengaku sebagai korban.






