BEKASI ~ Di tengah geliat industri kreatif yang kian berdenyut di era ekonomi kolaboratif, Go Wet Waterpark yang berada di bilangan Grand Wisata, Lambangsari, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi mengambil langkah strategis dengan menggelar sebuah gathering eksklusif bersama para pelaku Event Organizer pada, Selasa (21/4/2026). Bertempat di area foodcourt yang terbuka namun hangat, pertemuan ini bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan ruang dialektika yang menjembatani ide, peluang, serta masa depan industri hiburan berbasis pengalaman.
Secara normatif, kegiatan ini mencerminkan semangat kemitraan yang selaras dengan prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang mendorong sinergi antar pelaku usaha, serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang menegaskan pentingnya pengembangan destinasi wisata melalui kolaborasi kreatif dan berkelanjutan. Dalam kerangka ini, gathering menjadi medium legal sekaligus moral untuk memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berdaya saing.
Acara yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB tersebut dibuka dengan sambutan hangat, dilanjutkan dengan presentasi profil dan potensi Go Wet Waterpark sebagai destinasi rekreasi keluarga. Diskusi interaktif kemudian menjadi inti, di mana gagasan-gagasan segar mengalir, mempertemukan perspektif bisnis dengan sentuhan kreatif yang khas dari para Event Organizer.
Dalam pernyataannya, Tiku Purwowiratno selaku General Manager menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan, “Kami tidak hanya ingin menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang kolaborasi. Gathering ini adalah langkah konkret untuk membangun ekosistem yang sehat, transparan, dan saling menguatkan, sejalan dengan prinsip good corporate governance dan regulasi yang berlaku,” ujarnya dengan nada optimistis kepada awak media.
Sementara itu, dari perspektif kreatif, Direktur Kreatif HARSERA EO, Delva Surya Helmi melihat momentum ini sebagai peluang emas untuk melahirkan karya-karya event yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan kultural, “Kolaborasi bukan hanya tentang bisnis, melainkan tentang merajut pengalaman yang bermakna. Di sinilah ide bertemu ruang, dan imajinasi menemukan panggungnya,” ungkapnya, penuh semangat visioner.
Lebih jauh, diskursus yang terbangun dalam forum ini juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aspek hukum, termasuk perizinan acara, keselamatan pengunjung, hingga perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini menjadi fondasi agar setiap kolaborasi tidak hanya kreatif, tetapi juga bertanggung jawab secara hukum dan sosial.
Dalam lanskap yang terus berubah, gathering ini ibarat simpul yang mengikat harapan dengan realitas. Ia menjadi ruang temu antara strategi bisnis dan nilai-nilai kemanusiaan, antara regulasi dan inovasi. Dari percakapan sederhana, lahir kemungkinan-kemungkinan besar yang dapat mengangkat kualitas industri event ke tingkat yang lebih tinggi. Imbuhnya.
Menutup rangkaian kegiatan, perwakilan dari HARSERA EO sekaligus Bendahara Umum RUMAH HEBAT NUSANTARA, Dewi Hapsari Kusumawardhani menyampaikan refleksi yang menyeimbangkan antara idealisme dan realitas, “Kolaborasi yang baik adalah yang terukur, transparan, dan berkelanjutan. Dengan perencanaan finansial yang sehat serta kepatuhan terhadap regulasi, kita tidak hanya menciptakan event yang sukses, tetapi juga membangun fondasi industri yang kokoh untuk masa depan.” Pungkasnya menegaskan bahwa sinergi adalah kunci, dan keberlanjutan adalah tujuan.
(CP/red)






