Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), BMPI Jakarta menggelar aksi literasi di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh kader muda dari Hima-Himi Persis Jakarta serta IPP-IPPI Jakarta sebagai bentuk partisipasi aktif generasi muda dalam merawat semangat pendidikan yang kritis dan solutif.
Rangkaian kegiatan diisi dengan membaca bersama, diskusi publik, serta penyampaian pernyataan sikap mengenai arah kebijakan pendidikan nasional. Berlangsung di ruang publik yang terbuka, kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan bukan hanya urusan lembaga formal, melainkan juga ruang sosial yang harus terus dihidupkan oleh masyarakat.
Ketua Hima Persis Jakarta, Ihsan, menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh pasif dalam menyikapi kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan.
> “Kami ingin menyampaikan beberapa hal, bahwa setiap kebijakan nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak mesti dan wajib direspons dengan nalar kritis. Agar setiap kebijakan penguasa tetap berpijak pada keberpihakan kepada rakyat, bukan pada kepentingan segelintir elit. Kami tidak akan pernah surut untuk turun ke jalan jika hak-hak pendidikan rakyat dikebiri,” ujarnya, Sabtu (2/5/26).
Bertempat di Taman Menteng, kader muda Persis DKI Jakarta memilih jalan yang mereka sebut sebagai “Ijtihad Konkret.” Melalui penyelenggaraan Taman Baca di ruang publik, mereka ingin menunjukkan bahwa memperingati Hardiknas tidak cukup hanya dengan seremoni, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Menghadirkan buku di tengah taman menjadi bentuk simbolik sekaligus praksis dari upaya menanamkan budaya literasi. Menurut para peserta, langkah ini merupakan cara sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan kesadaran bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pengetahuan warganya.
Dalam kesempatan tersebut, Habi Jundi juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak berhenti pada kritik semata.
> “Ini adalah pesan bagi seluruh anak muda, bahwa kritik adalah kewajiban, namun kontribusi nyata adalah kemuliaan. Taman baca ini adalah simbol bahwa literasi adalah senjata paling ampuh untuk membebaskan bangsa dari kebodohan dan ketertinggalan,” tuturnya.
Melalui aksi ini, BMPI Jakarta bersama Hima-Himi Persis Jakarta serta IPP-IPPI Jakarta menegaskan bahwa Hardiknas harus menjadi momentum untuk menghidupkan kesadaran kritis sekaligus membangun gerakan literasi yang nyata di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pendidikan nasional, mereka ingin menunjukkan bahwa anak muda tetap memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan dan menghadirkan alternatif solusi bagi masa depan bangsa.






