Keluhan Petani Akhirnya Ditindaklanjuti
TAKALAR – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hamka B Kady turun langsung meninjau kondisi perairan sawah masyarakat di Kabupaten Takalar. Sulawesi Selatan setelah menerima berbagai laporan terkait minimnya debit air yang mengaliri area persawahan warga.
Dalam kunjungan tersebut, Hamka B Kady bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang melihat langsung kondisi saluran air yang mengalami kendala sehingga berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Sejumlah petani mengaku mulai khawatir karena pasokan air yang tidak stabil dapat mempengaruhi masa tanam hingga hasil panen mereka.
Di tengah kondisi tersebut, langkah cepat pun dilakukan Hamka sebagai bentuk penanganan darurat agar lahan pertanian warga tetap mendapatkan suplai air. Banyak hal yang dilakukan Hamka.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat di Kabupaten Takalar, bersama BBWS Pompengan Jeneberang bergerak cepat mencarikan solusi sementara dengan memasang pipa berukuran besar guna membantu menambah debit aliran air ke area persawahan warga,” kata Hamka seperti disampaikan di akun media sosial pribadinya, Jumat (15/5/2026).
“Langkah ini dilakukan sebagai upaya penanganan awal sambil menunggu pembenahan saluran sekunder dapat segera direalisasikan, agar kebutuhan air bagi para petani tetap terpenuhi dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu,” sambung Hamka B Kady.
Pemasangan Pipa Besar Jadi Solusi Darurat
Dalam peninjauan tersebut, tim gabungan bersama BBWS Pompengan Jeneberang melakukan pemasangan pipa berukuran besar untuk membantu mengalirkan air menuju area persawahan yang selama ini mengalami kekurangan debit air.
“Langkah ini penting untuk mengurangi dampak kekeringan yang mulai dirasakan petani di sejumlah titik. Warga berharap solusi sementara ini dapat menjaga keberlangsungan tanaman padi mereka sambil menunggu proses pembenahan saluran sekunder dilakukan pemerintah,” papar Hamka.
Beberapa petani yang berada di lokasi menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan Hamka B Kady karena persoalan irigasi dinilai sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat.
Tinjauan Lapangan: Saluran Sekunder Jadi Sorotan
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan utama diduga berada pada kondisi saluran sekunder yang memerlukan pembenahan dan normalisasi. Aliran air yang tidak maksimal menyebabkan distribusi air ke sejumlah area persawahan menjadi terganggu.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani harus mencari alternatif sendiri untuk mengairi sawah mereka, bahkan ada yang mulai khawatir gagal tanam apabila penanganan tidak segera dilakukan secara permanen.
Dalam kunjungan di lapangan, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan solusi sementara, tetapi juga memastikan adanya perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur irigasi agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim tanam.
“Debit air yg berkurang akibat menyempitnya saluran irigasi sekuder karana hanya pake talang air sehingga seharusnya air yang tersalurkan 6 liter perdetiik tidak rerpenuhi,” tulis Hamka.
Hamka B Kady Dorong Perbaikan Permanen
Hamka B Kady menegaskan dirinya akan terus mengawal persoalan tersebut agar pembenahan saluran sekunder dapat segera direalisasikan. Menurutnya, sektor pertanian merupakan penopang utama ekonomi masyarakat di Takalar sehingga kebutuhan air bagi petani harus menjadi prioritas.
Ia juga meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat agar proses perbaikan infrastruktur irigasi tidak berlarut-larut. Dengan adanya penanganan permanen nantinya, diharapkan distribusi air menuju area persawahan dapat kembali normal dan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga.
Petani Berharap Krisis Air Segera Teratasi
Kehadiran langsung Hamka di lokasi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani berharap langkah cepat yang dilakukan saat ini menjadi awal dari penyelesaian menyeluruh terhadap persoalan irigasi di wilayah mereka.
Bagi warga, air bukan hanya kebutuhan pertanian semata, tetapi juga penentu keberlangsungan ekonomi keluarga.
“Karena itu, mereka berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait terus hadir memberikan solusi nyata bagi kebutuhan petani di Kabupaten Takalar,” ujar Hamka.






