JENEPONTO – Peringatan Hari Jadi ke-163 Kabupaten Jeneponto pada 1 Mei 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi panggung pengakuan atas peran nyata Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar Hamka B Kady dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di daerah pemilihannya.
Dari pernyataan pejabat daerah hingga jejak proyek pembangunan yang tersebar di berbagai titik, sosok Hamka B Kady muncul sebagai aktor kunci yang menjembatani kebutuhan daerah dengan kebijakan dan anggaran di tingkat pusat.
Dukungan dari Pemerintah Daerah: Andalan di Pusat
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara terbuka menyebut Hamka sebagai figur penting dalam memperjuangkan program pembangunan daerah di tingkat nasional.
Pernyataan “andalan saya di pusat” bukan sekadar ungkapan simbolik. Berdasarkan penelusuran terhadap sejumlah proyek strategis, banyak di antaranya memang berkaitan langsung dengan fungsi Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan pembangunan wilayah.
Senada, Bupati Jeneponto Paris Yasir menyoroti dedikasi personal Hamka yang tetap menjalankan tugas bahkan dalam kondisi kesehatan yang kurang prima. Hal ini memperkuat citra dirinya sebagai legislator dengan komitmen tinggi terhadap konstituen.
Jejak Infrastruktur: Dari Bendungan hingga Jalan Desa
Penelusuran menunjukkan sejumlah proyek besar di Jeneponto dan sekitarnya memiliki keterkaitan dengan peran advokasi Hamka di DPR RI. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Bendungan Karaloe: Proyek strategis nasional yang berfungsi untuk irigasi dan pengendalian banjir.
2. Peningkatan Jalan Nasional Poros Jeneponto: Memperkuat konektivitas antarwilayah.
3. Jembatan Gantung dan Infrastruktur Pedesaan: Mempermudah akses masyarakat di wilayah terpencil.
4. Jaringan Irigasi: Mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
5. Rumah Susun dan Program Bedah Rumah: Menyasar kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu, peresmian ruas jalan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) menjadi bukti konkret bagaimana kebijakan pusat dapat diterjemahkan menjadi manfaat langsung bagi masyarakat.
Peran di DPR RI: Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady menjalankan tiga fungsi utama parlemen:
1. Legislasi
Ia terlibat dalam pembahasan berbagai regulasi terkait pembangunan infrastruktur, transportasi, dan perumahan rakyat. Regulasi ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan proyek di daerah.
2. Penganggaran
Peran krusial lainnya adalah mengawal alokasi anggaran kementerian/lembaga mitra Komisi V, seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Di sinilah aspirasi daerah seperti Jeneponto diperjuangkan agar masuk dalam prioritas nasional.
3. Pengawasan
Hamka juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tepat sasaran. Fungsi ini penting untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan atau keterlambatan pembangunan.
Kinerja di Daerah Pemilihan: Menyerap dan Mengawal Aspirasi
Di tingkat daerah pemilihan (dapil), pendekatan Hamka dinilai cukup konsisten: menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan mengawalnya hingga tahap realisasi.
Beberapa pola kerja yang teridentifikasi antara lain:
1. Kunjungan rutin ke daerah untuk memastikan kebutuhan riil masyarakat
2. Koordinasi dengan kepala daerah guna menyelaraskan program pusat dan daerah
3. Pengawalan proyek prioritas agar tidak terhenti di tahap perencanaan
Testimoni dari kepala daerah menunjukkan, komunikasi antara Hamka dan pemerintah daerah berjalan intens, yang menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program.
Dampak Nyata: Konektivitas dan Kesejahteraan
Dampak dari berbagai proyek yang diperjuangkan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga secara ekonomi dan sosial. Infrastruktur jalan dan jembatan, misalnya, membuka akses distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
Di sektor pertanian, pembangunan bendungan dan irigasi membantu meningkatkan produktivitas lahan, yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan petani.
Sementara itu, program perumahan memberikan efek langsung terhadap kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Catatan Kritis: Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski kontribusi Hamka B Kady mendapat apresiasi luas, tantangan pembangunan di Jeneponto masih cukup kompleks. Beberapa isu seperti pemerataan pembangunan desa, keberlanjutan proyek, dan peningkatan kualitas SDM masih memerlukan perhatian.
Dalam pernyataannya, Hamka berharap Jeneponto terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Harapan ini mencerminkan kebutuhan akan sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Kesimpulan: Figur Penghubung Pusat dan Daerah
Dari hasil penelusuran, Hamka B Kady dapat diposisikan sebagai figur penghubung yang efektif antara kepentingan daerah dan kebijakan nasional.
Kombinasi antara peran formal di DPR RI dan kedekatan dengan konstituen di dapil menjadi faktor utama yang mendorong keberhasilan berbagai program pembangunan di Jeneponto dan sekitarnya.
Momentum Hari Jadi ke-163 ini pun menjadi refleksi bahwa pembangunan daerah tidak lepas dari kerja kolaboratif—dan dalam konteks ini, peran legislator seperti Hamka B Kady menjadi salah satu elemen penting dalam mendorong kemajuan yang berkelanjutan.
Saat ditanya terkait kemampuan itu, politisi asal Dapil Sulsel I ini menjawab singkat bahwa semua dilakukan dengan hati ingin memberi yang terbaik untuk rakyat diwakili.
“Saya hanya melakukan apa yang harus saya untuk rakyat,” jawab Hamka singkat.
Itu artinya Hamka B. Kady ANGGOTA PARLEMEN RI yang BELA RAKYAT!






