Menanam Pohon, Menanam Pahala: Sedekah yang Terus Mengalir hingga Hari Kiamat

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi: Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan keseimbangan antara ibadah kepada Allah dan kepedulian terhadap kehidupan di bumi. Salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah menanam pohon dan bercocok tanam. Aktivitas ini bukan sekadar pekerjaan duniawi, tetapi juga menjadi amal saleh yang bernilai sedekah dan berpahala besar di sisi Allah سبحانه وتعالى.

Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar terhadap penghijauan, pertanian, dan segala bentuk usaha yang memberi manfaat bagi makhluk hidup. Bahkan setiap buah yang dimakan manusia, hewan, atau burung dari tanaman yang kita tanam akan menjadi pahala sedekah yang terus mengalir.

Menanam Pohon adalah Sedekah yang Berkelanjutan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya, dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia, atau binatang melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Hadits-hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Bahkan sesuatu yang mungkin dianggap kerugian di dunia seperti buah yang dicuri atau dimakan hewan justru berubah menjadi pahala di akhirat.

Islam mengajarkan bahwa amal yang paling baik adalah amal yang manfaatnya dirasakan oleh banyak makhluk. Pohon memberikan buah, oksigen, kesejukan, tempat berteduh, menjaga keseimbangan alam, mencegah banjir dan longsor, serta menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan hewan. Karena itulah menanam pohon menjadi amal jariyah yang luar biasa.

Pahala yang Mengalir Sampai Hari Kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang ataupun burung melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

Subhanallah, pahala dari satu pohon yang ditanam bisa terus mengalir selama pohon itu hidup dan memberi manfaat. Mungkin seseorang sudah meninggal dunia puluhan tahun lalu, tetapi pohon yang ia tanam masih berbuah, masih menjadi tempat berteduh, masih menghasilkan oksigen, dan semua manfaat itu tetap tercatat sebagai pahala di sisi Allah.

Inilah salah satu bentuk amal jariyah sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

“Jika manusia meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Menanam pohon termasuk sedekah jariyah karena manfaatnya terus berlangsung.

Islam Mengajarkan Optimisme dan Produktivitas

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sekiranya hari kiamat hendak terjadi sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma, maka apabila dia mampu menanamnya sebelum kiamat terjadi hendaklah dia menanamnya.” (HR. Ahmad)

Hadits ini mengandung pelajaran luar biasa tentang semangat hidup dan optimisme dalam Islam. Walaupun kiamat sudah dekat, seorang muslim tetap diperintahkan berbuat kebaikan dan memberi manfaat.

Artinya, seorang muslim tidak boleh malas, putus asa, atau berhenti beramal. Selama masih ada kesempatan hidup, maka selama itu pula seorang mukmin diperintahkan untuk berkarya dan berbuat baik.

Menanam Kebaikan Akan Menuai Kebaikan

Pepatah Arab mengatakan:

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

“Siapa yang menanam, dia akan menuai.”

Pepatah ini sangat selaras dengan ajaran Al-Qur’an. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Az-Zalzalah ayat 7-8:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.”

Ayat ini menegaskan bahwa sekecil apa pun amal kebaikan tidak akan sia-sia. Satu bibit pohon yang ditanam dengan niat karena Allah bisa menjadi sebab datangnya pahala besar di akhirat.

Larangan Merusak Alam dalam Islam

Selain memerintahkan untuk menanam dan memperbaiki bumi, Islam juga melarang keras perusakan lingkungan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”

(QS. Al-A’raf: 56)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)

Kerusakan hutan, pencemaran lingkungan, penebangan liar, banjir, longsor, kekeringan, dan perubahan iklim banyak terjadi akibat ulah manusia sendiri. Karena itu menjaga alam adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia di bumi.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Sebagai khalifah, manusia diperintahkan menjaga bumi, bukan merusaknya.

Sejarah Islam dan Kepedulian terhadap Lingkungan

Dalam sejarah Islam, Rasulullah ﷺ dan para sahabat memiliki perhatian besar terhadap penghijauan dan lingkungan hidup.

1. Rasulullah ﷺ Membuat Kawasan Lindung

Rasulullah ﷺ menetapkan kawasan “hima”, yaitu wilayah yang dilindungi untuk menjaga kelestarian alam dan sumber air. Ini menunjukkan bahwa konsep konservasi lingkungan sudah diajarkan Islam sejak lebih dari 1400 tahun lalu.

2. Umar bin Khattab Peduli Pertanian

Umar bin Khattab sangat memperhatikan pertanian dan irigasi. Pada masa beliau banyak dibangun saluran air untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga produktivitas lahan.

3. Utsman bin Affan Mewakafkan Sumur

Utsman bin Affan membeli sumur Raumah lalu mewakafkannya untuk umat Islam agar masyarakat memperoleh akses air bersih. Hingga kini wakaf tersebut masih memberi manfaat.

Semua itu menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga agama yang mengajarkan kepedulian sosial dan lingkungan.

Hikmah Menanam Pohon dalam Kehidupan

Menanam pohon memiliki banyak hikmah:

1. Menjadi sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir.

2. Memberi manfaat kepada manusia dan hewan.

3. Menjaga keseimbangan alam.

4. Menghasilkan udara bersih.

5. Mengurangi panas dan polusi.

6. Menjadi simbol harapan dan kehidupan.

7. Mengajarkan kesabaran karena pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh.

8. Mengajarkan keikhlasan karena sering kali yang menikmati hasilnya adalah orang lain.

9. Seorang muslim sejati tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan generasi setelahnya.

Kebaikan yang Mungkin Tidak Kita Lihat Hasilnya

Kadang seseorang menanam pohon namun tidak sempat menikmati buahnya. Namun seorang mukmin yakin bahwa setiap amal baik akan dibalas oleh Allah.

Boleh jadi pohon yang kita tanam hari ini baru memberi manfaat bertahun-tahun kemudian. Boleh jadi kita tidak dikenal manusia karena kebaikan itu, tetapi Allah mengetahuinya.

Karena itu jangan pernah meremehkan amal kecil. Menanam satu pohon adalah kebaikan. Memberi air pada tanaman adalah kebaikan.

Membersihkan lingkungan adalah kebaikan. Menjaga alam adalah ibadah. Semua akan menjadi saksi amal kita di hadapan Allah kelak.

Penutup

Menanam pohon bukan hanya urusan dunia, tetapi juga investasi akhirat. Setiap daun yang tumbuh, setiap buah yang dimakan, setiap burung yang hinggap, setiap manusia yang merasakan manfaatnya akan menjadi pahala sedekah bagi orang yang menanamnya.

Islam mengajarkan bahwa bumi ini harus dijaga dan diwariskan dalam keadaan baik kepada generasi berikutnya. Karena itu seorang muslim hendaknya terus menanam kebaikan di mana pun ia berada, baik dengan perkataan, perbuatan, ilmu, maupun tanaman yang memberi kehidupan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar menebar manfaat, menjaga alam, dan menanam amal saleh yang pahalanya terus mengalir hingga hari kiamat. Aamiin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *