IDCA Kabupaten Bekasi Gelar SEMESTA Jilid VI di Go! Wet Grand Wisata: Satukan Seni, Prestasi dan Generasi

BEKASI — Dentuman bass drum yang menggema sejak pagi di kawasan Go! Wet Waterpark Grand Wisata, Sabtu (16/5/2026), tidak sekadar menjadi irama hiburan akhir pekan. Di balik harmoni langkah dan tabuhan itu, Indonesia Drum Corps Associations (IDCA) Kabupaten Bekasi menghadirkan SEMESTA Jilid VI 2026, sebuah ajang kompetisi marching band lintas jenjang pendidikan yang menjelma menjadi ruang pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi generasi muda Indonesia. Dari kategori TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa, sebanyak 24 peserta tampil membawa semangat kompetisi yang sehat dan penuh kehormatan.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa seni pertunjukan bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan medium pendidikan yang hidup. Dalam perspektif hukum nasional, kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, kreatif, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. SEMESTA Jilid VI hadir bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi sebagai panggung pembentukan mental generasi yang tangguh di tengah derasnya arus zaman.

Ketua Harian Indonesia Drum Corps Associtions (IDCA) Kabupaten Bekasi sekaligus Ketua Penyelenggara SEMESTA Jilid VI 2026, Yoga Bataviana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan semata mengejar seremoni kompetisi, melainkan membangun masa depan anak-anak melalui jalur seni dan kedisiplinan. Menurutnya, marching band adalah sekolah kehidupan yang melatih kekompakan, ketelitian, rasa tanggung jawab, hingga kepemimpinan sejak usia dini.

“SEMESTA Jilid VI bukan hanya soal menang dan kalah. Ini tentang bagaimana anak-anak belajar menghargai proses, menjaga disiplin, serta membangun mental juara. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang lahirnya generasi yang berprestasi dan berkarakter,” ujar Yoga Bataviana kepada awak media BelaRakyat.com (16/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa para juara nantinya akan memperoleh sertifikat dari Disbudpora Jawa Barat untuk Juara 1, 2, dan 3 yang dapat digunakan sebagai Jalur Prestasi (Japres) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ia pun memaparkan bahwa Juara Pertama kejuaraan ini memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Jawa Barat dan Piala Bergilir Bupati Bekasi, juara kedua Piala Disbudpora Kabupaten Bekasi, serta untuk Juara Ketiga Piala Ketua KORMI Kabupaten Bekasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk nyata dukungan IDCA Kabupaten Bekasi terhadap peningkatan kualitas pendidikan nonformal berbasis bakat dan minat.

“Kami ingin seni mendapatkan tempat yang layak dalam sistem pendidikan. Anak-anak yang berjuang lewat jalur kreativitas harus memiliki peluang masa depan yang sama besarnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Drum Corps Associations (IDCA) Kabupaten Bekasi sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Saeful Islam, S.H., M.A., menyampaikan bahwa pembinaan seni dan olahraga masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. Ia menilai kegiatan SEMESTA Jilid VI menjadi contoh konkret kolaborasi positif antara organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor swasta dalam menciptakan ruang tumbuh bagi generasi muda.

“Negara harus hadir mendukung ruang-ruang kreativitas seperti ini. Sebab dari panggung marching band, kita tidak hanya melahirkan seniman, tetapi juga melahirkan generasi yang disiplin, sehat, bermental kuat, dan cinta terhadap tanah air,” ungkap Saeful Islam.

Menurut Saeful, kegiatan tersebut juga selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mendorong pengembangan olahraga masyarakat sebagai sarana membangun kesehatan, kebugaran, karakter, dan persatuan bangsa. Ia menegaskan bahwa marching band atau drum corps bukan hanya seni pertunjukan, tetapi bagian dari olahraga rekreasi dan budaya yang memiliki nilai edukatif tinggi.

“Kami ingin Kabupaten Bekasi menjadi rumah besar lahirnya talenta-talenta drum corps nasional yang mampu membawa nama daerah hingga tingkat internasional,” katanya.

Ketum IDCA Kabupaten Bekasi, Saeful Islam (tengah) Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana (kanan, jilbab), beserta Yoga Bataviana (kiri) saat membuka SEMESTA Jilid VI, Sabtu (16/5/2026).

Apresiasi juga datang dari Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana, yang menyebut SEMESTA Jilid VI sebagai cerminan kebangkitan olahraga masyarakat berbasis seni dan kreativitas. Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu menjadi energi positif bagi anak muda agar menjauhi perilaku destruktif dan lebih dekat dengan aktivitas produktif.

“Di tengah tantangan era digital dan krisis interaksi sosial, kegiatan seperti ini menjadi oase yang mempertemukan semangat sportivitas, budaya, dan kreativitas anak bangsa. Ini bukan sekadar lomba, melainkan gerakan membangun peradaban generasi,” tutur Ratu Arisdiana.

Dalam kesempatan yang sama, Sales dan Marketing Manajer Go! Wet Waterpark Grand Wisata, Amelia Juli, mengaku mengapresiasi penuh penyelenggaraan SEMESTA Jilid VI 2026. Ia menyebut kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan di Go Wet, hal tersebut memberikan dampak positif terhadap meningkatnya jumlah pengunjung di kawasan wisata air tersebut.

“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari kegiatan luar biasa ini. SEMESTA Jilid VI menghadirkan atmosfer yang hidup, positif, dan penuh semangat. Hari ini kami merasakan lonjakan pengunjung yang signifikan, dan itu menunjukkan bahwa event kreatif seperti ini memiliki dampak ekonomi serta sosial yang sangat baik,” ujar Amelia Juli.

Sales & Marketing Manager Go Wet Waterpark Grand Wisata, Amelia Juli.

Di bawah langit Bekasi yang riuh oleh tepuk tangan dan denting instrumen, SEMESTA Jilid VI 2026 seolah mengajarkan satu hal penting: bahwa masa depan bangsa tidak selalu lahir dari ruang-ruang mewah dan pidato panjang, tetapi juga dari langkah serempak anak-anak muda yang berjalan tegak membawa bendera disiplin, seni, dan harapan. Ketika musik dipadukan dengan pendidikan dan semangat kebangsaan, maka yang lahir bukan sekadar juara lomba, melainkan generasi yang siap mengiringi Indonesia menuju masa depan yang lebih beradab dan bermartabat.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *