Habib Aboe Dukung Kinerja Polda Kalsel Memberantas Narkoba dan Kejahatan 3C

BANJARMASIN – BELA RAKYAT – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi melaksanakan kunjungan reses ke Polda Kalimantan Selatan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperoleh gambaran mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penanganan tindak pidana narkotika, kejahatan konvensional, hingga kesiapan pengamanan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Habib Aboe mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kalimantan Selatan atas keberhasilan memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan berbagai kasus dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp231 miliar. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Kalimantan Selatan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Kapolda dan seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap jaringan peredaran narkotika dan memusnahkan barang bukti dengan nilai yang sangat besar. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujar Habib Aboe.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika harus terus menjadi prioritas karena kejahatan tersebut tidak hanya merusak kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pemicu berbagai tindak kriminal lainnya.

Selain mengapresiasi keberhasilan pemberantasan narkoba, Habib Aboe juga menyoroti meningkatnya perhatian publik terhadap kejahatan konvensional, khususnya pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor (3C).

Dalam dialog dengan Kapolda, ia meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara 3C selama semester pertama tahun 2026, termasuk informasi mengenai penangkapan ratusan tersangka dari berbagai laporan polisi yang telah ditangani Polda Kalsel.

“Saya mendapat informasi bahwa hingga semester pertama tahun ini telah dilakukan penindakan terhadap ratusan pelaku kejahatan 3C. Saya ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan angka kriminalitas masih cukup tinggi, khususnya kasus begal dan pencurian yang menjadi perhatian masyarakat. Ini penting sebagai bahan evaluasi agar strategi pencegahan dapat semakin efektif,” katanya.

Habib Aboe mengatakan fenomena tersebut juga menjadi perhatian nasional karena beberapa daerah lain, termasuk Papua Tengah, juga mengalami peningkatan kasus kriminalitas konvensional.

“Kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif, apakah peningkatan ini dipengaruhi faktor ekonomi, mobilitas pelaku lintas daerah, residivisme, penyalahgunaan narkotika, atau faktor lainnya. Dengan begitu, kebijakan penanggulangannya dapat disusun secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, legislator Fraksi PKS itu juga meminta penjelasan mengenai penanganan perkara dugaan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor yang dikabarkan melibatkan jaringan berskala besar.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus, Habib Aboe juga menanyakan kesiapan Polda Kalimantan Selatan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi unjuk rasa maupun potensi kerawanan lainnya.

“Saya meminta penjelasan mengenai kondisi kamtibmas menjelang bulan Agustus. Pengamanan peringatan kemerdekaan merupakan agenda nasional yang harus dipersiapkan dengan baik. Jika terdapat potensi aksi penyampaian pendapat di muka umum, saya berharap seluruh jajaran tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, persuasif, dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujarnya.

Habib Aboe menyampaikan keyakinannya bahwa Polda Kalimantan Selatan memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas keamanan daerah sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Saya mengapresiasi berbagai capaian Polda Kalimantan Selatan dalam pemberantasan narkoba maupun pengungkapan kejahatan konvensional. Komisi III DPR RI akan terus memberikan dukungan agar Polri memiliki kapasitas yang semakin baik, baik dari sisi anggaran, sarana prasarana, maupun penguatan regulasi. Harapan kita bersama, masyarakat Kalimantan Selatan dapat merasakan keamanan yang semakin baik dan kepastian hukum yang semakin kuat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *