DPP BAMUSI Silaturahmi ke DPD PDI Perjuangan dan DPD BAMUSI Jawa Barat Perkuat Islam Kebangsaan

BANDUNG – BELA RAKYAT – Dewan Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (DPP BAMUSI) melakukan kunjungan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat dan DPD BAMUSI Jawa Barat. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyosialisasikan pembentukan dan pengembangan struktur kepengurusan BAMUSI di tingkat provinsi.

Lebih dari sekadar agenda organisatoris, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempertegas kembali peran BAMUSI sebagai sayap organisasi PDI Perjuangan dalam mengembangkan dakwah Islam Kebangsaan. Sebuah ikhtiar untuk menghadirkan Islam yang ramah, toleran, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, terutama kaum mustadh’afin atau kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, hadir sejumlah pengurus DPP BAMUSI, yakni Hj. Indah Nataprawira, Wakil Ketua Umum Bidang Eksternal; KH. Elang Mangkubumi, Ketua Bidang Keanggotaan dan Pengembangan Organisasi; Kiai Sirra Prayuna, Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan dan Kebijakan Publik; Hj. Selly Andriani Gantina, Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial; serta M. Afthon Lubbi, Ketua Bidang Komunikasi dan Teknologi Digital.

Kedatangan pengurus DPP BAMUSI diterima oleh Bedi Budiman, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, bersama KH. Asep Sunarya dan Ustadz Aang Miftahurrahmat, masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris DPD BAMUSI Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya berkutat pada penguatan struktur dan tata kelola organisasi. Diskusi juga menyoroti bagaimana BAMUSI dapat mengambil peran lebih nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Jawa Barat mengenai Islam Kebangsaan.

Gagasan yang hendak dibangun adalah Islam yang tidak berhenti sebagai identitas dan simbol keagamaan, tetapi hadir sebagai kekuatan moral dan sosial untuk menjawab persoalan kehidupan masyarakat. Islam yang mengajarkan kasih sayang, menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, serta mendorong keadilan dan kesejahteraan bersama.

Bagi BAMUSI, Islam dan kebangsaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru saling menguatkan. Kecintaan terhadap tanah air merupakan bagian dari tanggung jawab kebangsaan, sementara nilai-nilai Islam memberikan landasan etik untuk membangun kehidupan bernegara yang bermartabat, berkeadilan, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.

Semangat tersebut dirumuskan dalam cita-cita “Islam Nusantara yang Berkemajuan untuk Indonesia Raya”. Sebuah pandangan keislaman yang berakar pada tradisi luhur Nusantara, terbuka terhadap kemajuan zaman, serta tetap berpijak pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial.

Di Jawa Barat, gagasan itu memiliki relevansi tersendiri. Provinsi dengan tradisi keagamaan dan pesantren yang kuat ini memiliki modal sosial besar untuk mengembangkan dakwah yang menyejukkan. Ulama, pesantren, masjid, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas anak muda dapat menjadi simpul penting dalam menyebarkan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

BAMUSI diharapkan mampu membangun jembatan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat Islam, merawat ukhuwah Islamiyah, memperkuat ukhuwah wathaniyah, serta mengembangkan ukhuwah insaniyah. Perbedaan pandangan dan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja bersama dalam urusan kemanusiaan dan kebangsaan.

Di sisi lain, dakwah Islam Kebangsaan juga harus memiliki keberpihakan sosial yang jelas. Persoalan kemiskinan, ketimpangan, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat tidak boleh luput dari perhatian. Kaum mustadh’afin harus menjadi salah satu pusat perhatian gerakan dakwah.

Islam, dalam perspektif ini, tidak cukup hanya mengajak manusia menjadi saleh secara individual. Islam juga harus mendorong kesalehan sosial: membela mereka yang lemah, membantu masyarakat yang kesulitan, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pembangunan.

Karena itu, penguatan BAMUSI di Jawa Barat diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan di atas kertas. Struktur organisasi harus menjadi jaringan gerakan yang hidup, bekerja, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Konsolidasi dari tingkat provinsi hingga daerah perlu diterjemahkan ke dalam program dakwah, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta komunikasi digital yang mencerahkan.

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAMUSI dan PDI Perjuangan dalam mengembangkan nilai-nilai Islam Bung Karno, yakni Islam yang berpijak pada ketuhanan, menjunjung tinggi kemanusiaan, menghormati kebhinekaan, dan berjuang mewujudkan keadilan sosial.

Pada akhirnya, keberhasilan dakwah tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau besarnya organisasi. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana kehadiran organisasi membawa manfaat, menghadirkan kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan memberikan harapan bagi masyarakat.

Melalui silaturahmi dan konsolidasi ini, DPP BAMUSI berharap Jawa Barat dapat menjadi salah satu basis penguatan gerakan Islam Kebangsaan. Gerakan yang merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan mengejek; merawat persatuan, bukan mempertajam perbedaan.

Sebab, Islam yang dicita-citakan BAMUSI adalah Islam yang ramah kepada sesama, teguh dalam prinsip, terbuka terhadap kemajuan, dan senantiasa berdiri bersama rakyat kecil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *