Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa lemah (malas). Jika sesuatu menimpamu, janganlah berkata: ‘Seandainya aku berbuat begini, tentu akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah: ‘Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Karena ucapan ‘seandainya’ membuka pintu godaan setan.” (HR. Muslim No. 2664)
Hadis yang agung ini menjadi pedoman hidup seorang mukmin. Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar yang maksimal, tawakal kepada Allah, serta ridha terhadap segala ketentuan-Nya.
Allah SWT berfirman:
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 105)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman:
“Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” QS. Ali ‘Imran: 159)
Sementara itu Allah menegaskan:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat-ayat tersebut menunjukkan, seorang muslim diperintahkan untuk bergerak, berusaha, bekerja keras, dan tidak menyerah. Tawakal bukan berarti berpangku tangan, tetapi menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah ikhtiar terbaik dilakukan.
Rasulullah ﷺ juga sering berdoa agar dijauhkan dari sifat malas:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Doa ini menunjukkan, kemalasan adalah sifat yang harus dilawan karena dapat menghalangi seseorang dari ibadah, menuntut ilmu, bekerja, dan memberi manfaat kepada sesama.
Kisah Teladan dari Sejarah Islam
1. Hijrah Rasulullah ﷺ: Ikhtiar yang Sempurna
Ketika berhijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah ﷺ tidak hanya bertawakal tanpa usaha. Beliau menyusun strategi dengan sangat matang. Beliau memilih waktu keberangkatan yang tepat, meminta menemani perjalanan, bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari, menunjuk penunjuk jalan yang berpengalaman, serta mempersiapkan bekal dan jalur perjalanan.
Setelah semua ikhtiar dilakukan, barulah beliau bertawakal sepenuhnya kepada Allah. Ketika musuh hampir menemukan mereka di dalam gua, Rasulullah ﷺ menenangkan Abu Bakar dengan firman Allah:
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Inilah contoh sempurna bahwa tawakal selalu didahului oleh ikhtiar.
2. Umar bin Khattab dan Orang yang Tidak Mau Bekerja
Pernah menjumpai sekelompok orang yang hanya berdiam diri di masjid sambil mengaku bertawakal kepada Allah tanpa bekerja.
Beliau berkata, “Janganlah salah seorang di antara kalian duduk tidak bekerja lalu berkata: ‘Ya Allah, berilah aku rezeki.’ Padahal kalian mengetahui bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak.”
Nasihat ini mengajarkan bahwa rezeki harus dijemput dengan usaha yang halal dan sungguh-sungguh.
3. Abdurrahman bin Auf: Semangat Bekerja
Ketika hijrah ke Madinah, tidak meminta-minta kepada kaum Anshar. Beliau hanya berkata:
“Tunjukkan kepadaku di mana pasar.”
Dengan kejujuran, kerja keras, dan keberkahan dari Allah, beliau akhirnya menjadi salah seorang sahabat yang sangat kaya, namun tetap dermawan dan banyak berinfak di jalan Allah.
Kisah ini mengajarkan bahwa kemuliaan diperoleh melalui kerja keras, bukan kemalasan.
Pelajaran yang Dapat Diambil
1. Bersemangatlah mengejar ilmu, amal saleh, pekerjaan, dan segala sesuatu yang bermanfaat.
2. Sertakan setiap usaha dengan doa dan permohonan pertolongan kepada Allah.
3. Hindari sifat malas karena merupakan sifat yang dibenci dalam Islam.
4. Lakukan ikhtiar terbaik, kemudian bertawakallah kepada Allah.
5. Jangan larut dalam penyesalan dengan ucapan “seandainya”, tetapi yakinlah bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah yang penuh hikmah.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang rajin beribadah, semangat menuntut ilmu, giat bekerja, istiqamah dalam amal saleh, serta dijauhkan dari sifat lemah dan malas. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.






