JAKARTA – BELA RAKYAT – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti besarnya potensi sepak bola sebagai salah satu penggerak roda perekonomian nasional. Menurutnya, kompetisi sepak bola profesional tidak hanya menghadirkan hiburan dan prestasi olahraga, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor, mulai dari UMKM, transportasi, perhotelan, perdagangan hingga industri kreatif.
Pandangan tersebut disampaikan Dasco dalam Club Owners Meeting Super League 2026/2027 yang diselenggarakan I.League di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Dalam pertemuan yang melibatkan pemerintah, kepolisian, PSSI, operator liga dan pemilik klub tersebut, Dasco menegaskan pentingnya menjaga keamanan serta keberlangsungan kompetisi sepak bola nasional.
“Pemerintah akan mendukung perkembangan sepak bola nasional, karena memiliki dampak ekonomi yang besar dan langsung menyentuh masyarakat, termasuk pelaku usaha dan aktivitas ekonomi di daerah,” ujar Dasco.
Besarnya potensi ekonomi sepak bola juga tercermin dalam sejumlah hasil penelitian. Riset BRI Research Institute yang dirilis pada Juli 2024 memperkirakan penyelenggaraan kompetisi BRI Liga 1 berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp10,42 triliun.
Dari angka tersebut, diproyeksikan tercipta nilai tambah ekonomi terhadap PDB sebesar Rp5,93 triliun, tambahan pendapatan rumah tangga pekerja Rp2,27 triliun, potensi penerimaan pajak tidak langsung Rp866 miliar, serta kesempatan kerja bagi sekitar 45 ribu orang.
Angka tersebut merupakan proyeksi dampak ekonomi, bukan angka realisasi pendapatan yang sudah diterima seluruh pelaku usaha.
Data tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola memiliki rantai ekonomi yang luas. Ketika pertandingan berlangsung, aktivitas masyarakat tidak hanya terpusat di stadion. Pedagang makanan dan minuman, pemilik warung, pengusaha transportasi, hotel, pengelola parkir, penyedia merchandise hingga pekerja sektor jasa ikut merasakan peluang ekonomi.
Bahkan, pertandingan sepak bola yang berlangsung selama 90 menit dapat menghidupkan aktivitas ekonomi jauh sebelum peluit pertama dibunyikan dan berlanjut setelah pertandingan selesai.
Karena itu, Dasco menilai keamanan kompetisi harus menjadi perhatian bersama. Gangguan keamanan, konflik antarsuporter maupun persoalan penyelenggaraan dapat berdampak lebih luas, termasuk mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari ekosistem sepak bola.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan klub dalam menjaga situasi kondusif. Klub dinilai memiliki pemahaman terhadap karakter dan komunitas suporternya masing-masing sehingga dapat mengambil peran dalam mencegah potensi konflik.
Menurut Dasco, kemajuan sepak bola nasional harus berjalan beriringan dengan keamanan, persatuan dan profesionalisme seluruh pihak yang terlibat.
Sepak Bola Harus Menghidupkan Ekonomi Daerah
Lebih jauh, pengembangan kompetisi nasional perlu diarahkan agar manfaat ekonominya tidak hanya dinikmati klub besar atau industri penyiaran, tetapi juga dirasakan masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Setiap pertandingan dapat menjadi peluang untuk mengembangkan UMKM lokal, memperkenalkan produk unggulan daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa.
Dengan demikian, klub sepak bola juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas suporter dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, serta para pemilik klub Super League.
Melalui Club Owners Meeting, I.League dan klub-klub peserta menegaskan komitmen untuk mematuhi regulasi, meningkatkan profesionalisme, memperkuat pencegahan gangguan keamanan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, kepolisian dan PSSI.
Keberlangsungan Super League 2026/2027 diharapkan tidak hanya melahirkan kompetisi yang semakin berkualitas, tetapi juga menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat, profesional dan memiliki kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Sebab, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menang dan kalah di lapangan. Di balik setiap pertandingan, ada perputaran uang, lapangan pekerjaan, peluang usaha dan harapan ekonomi bagi masyarakat.






