BAZNAS RI Ajak Wanita Syarikat Islam Perkuat Ketahanan Keluarga

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membuka peluang kolaborasi strategis dengan Wanita Syarikat Islam (WSI) untuk memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga mustahik, agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wanita Syarikat Islam (WSI) di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Sodik menekankan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi kehidupan yang kuat dan menyeluruh.

Ia menjelaskan terdapat tujuh pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga, yakni ketuhanan dan ibadah, kerukunan dan harmoni, infrastruktur dan fasilitas, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sandang, serta pangan.

Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis sebagai instrumen sosial untuk membantu memenuhi berbagai kebutuhan dasar keluarga sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

13 Program Unggulan BAZNAS Jadi Peluang Sinergi

Untuk memperluas manfaat pemberdayaan masyarakat, BAZNAS RI menawarkan kolaborasi melalui 13 Program Unggulan yang dapat disinergikan bersama WSI sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Program tersebut mencakup BAZNAS Sigap Kemiskinan, BAZNAS Tanggap Bencana, Beasiswa Cendekia BAZNAS, Jaminan Sosial BAZNAS, Rumah Sehat BAZNAS, perlindungan pekerja rentan, hingga Rumah Layak Huni BAZNAS.

Selain itu, terdapat pula program Permodalan Mikro BAZNAS berbasis masjid dan majelis taklim, Rumah Terang BAZNAS, Balai Ternak BAZNAS, Lumbung Pangan BAZNAS, Mualaf Center BAZNAS, Madrasah dan Pesantren Nyaman Belajar, Air Bersih BAZNAS, serta Bank Sampah BAZNAS.

Sodik menegaskan, berbagai program tersebut dapat dikembangkan bersama WSI dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik masyarakat di setiap wilayah.

“Berbagai program tersebut dapat dikembangkan bersama WSI dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di setiap daerah,” ujar Sodik.

WSI Berpotensi Menjadi Penghubung Keluarga Mustahik

Lebih lanjut, Sodik menilai penguatan ketahanan keluarga menjadi agenda penting di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Keluarga yang kuat, menurutnya, merupakan salah satu fondasi penting untuk melahirkan generasi emas Indonesia yang berakhlak mulia, berkualitas, serta memiliki daya saing.

Karena itu, BAZNAS mendorong sinergi dengan WSI tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga kepengurusan provinsi dan kabupaten/kota.

Salah satu potensi strategis WSI adalah kemampuannya menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Melalui jaringan organisasi tersebut, pendataan dan pengusulan calon penerima manfaat diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan tepat sasaran.

“Jadi, WSI bisa menjadi pintu masuk data dan usulan penerima manfaat hingga tingkat cabang. WSI dapat membantu mengusulkan keluarga mustahik,” ungkap Sodik.

Kolaborasi ini diharapkan tidak sekadar memperluas penyaluran bantuan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan keluarga yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara BAZNAS dan WSI, pengelolaan zakat diharapkan semakin optimal sebagai kekuatan sosial untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kemandirian ekonomi, serta memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *