JAKARTA – BELA RAKYAT – Bukan main-main. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pasang target fantastis: kumpulkan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) hingga Rp70 triliun secara nasional pada tahun 2027.
Target ini bukan untuk gagah-gagahan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Sodik Mudjahid menegaskan, uang puluhan triliun itu untuk satu tujuan: memperluas manfaat zakat sampai ke akar rumput, dari Sabang sampai Merauke.
Hal itu disampaikan Sodik dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Senin (13/10/2026). Rakornas tahun ini mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
“Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031, 2027 kami targetkan Rp70 triliun. Ini hanya bisa tercapai kalau semua BAZNAS daerah, pemerintah, pengusaha, dan LAZ bergerak bersama,” tegas Sodik.
Sodik menekankan, zakat tidak boleh hanya jadi bantuan karitatif yang habis dimakan. Harus produktif. Harus bikin mustahik bangkit jadi muzaki.
“Setiap penerima manfaat adalah saudara kita. Tugas kita bantu mereka bangkit, dari yang tadinya menerima jadi memberi,” ujarnya.
Didukung Penuh Istana hingga DPR
Rakornas ini bukan acara kaleng-kaleng. Dibuka langsung dan dihadiri tokoh-tokoh penting negara. Ada Ketua MPR Ahmad Muzani, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, hingga Dubes Palestina untuk Indonesia.
Pesan yang ditangkap Bela Rakyat jelas: Negara hadir di belakang gerakan zakat nasional.
Acara yang berlangsung 13-15 Oktober 2026 ini dihadiri sekitar 1.300 pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Mereka juga akan mengikuti Zakat Strategic Talks bersama Menko Polkam Dudung Abdurachman, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Puncaknya, pada Kamis (15/10), Rakornas akan melahirkan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa dan ditutup dengan Grand BAZNAS Awards 2026.
Jika Rp70 triliun ini terkumpul dan dikelola amanah, maka zakat bukan lagi sekadar ibadah, tapi kekuatan nyata ekonomi umat untuk mengentaskan kemiskinan.






