DENPASAR – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta, S.H menyoroti persoalan antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular panjang di sejumlah SPBU wilayah Bali, khususnya Denpasar, Badung, dan Tabanan.
Hal tersebut disampaikannya langsung melalui video di Insragram pribadi I Nyoman Parta diambil di depan pelinggih dengan latar kain poleng hitam-putih, Bali, Rabu 14 Oktober 2025.
Dalam video berdurasi 58 detik itu, I Nyoman Parta tampil mengenakan baju hitam lengan pendek dan berbicara langsung ke kamera.
Menurut Parta, kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Antrean kendaraan, didominasi sepeda motor, bahkan meluber hingga ke jalan-jalan kecil dan menyebabkan kemacetan total.
“Om Swastiastu, Semeton Bali. Hari ini kita lihat sendiri antrian BBM di SPBU luar biasa panjang. Dari Denpasar, Badung, sampai Tabanan semua mengantri,” kata Parta.
“Saya dapat banyak laporan warga. Antreannya sampai meluber ke jalan, macetnya panjang karena motor semua nunggu bensin,” sambung Parta.
Dalam video tersebut juga terlihat footage jalanan yang macet total oleh motor, dengan suasana SPBU yang padat. Terlihat petugas mengatur lalu lintas dengan cone, dan papan informasi di SPBU yang bertuliskan PERTAMAX HABIS dan PERTALITE HABIS.
Menanggapi situasi itu, Parta mengusulkan solusi cepat agar antrian bisa terurai dan masyarakat tidak terlalu lama menunggu.
Ia meminta agar Pertamina tidak dibiarkan bekerja sendiri dan perlu mendapat bantuan tambahan tenaga di lapangan.
“Saya usulkan ke Pertamina, jangan biarkan SPBU kerja sendiri. Harus dibantu tambah tenaga. Kalau mau rekrut harian mungkin lama. Yang paling cepat, minta bantuan TNI dan Polri. Kasih pelatihan sebentar, untuk bantu isi BBM di SPBU-SPBU yang padat,” tegas Parta.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan memaksa SPBU untuk buka 24 jam terus-menerus juga tidak realistis jika tidak diimbangi dengan penambahan personel.
“Kalau dipaksa SPBU harus buka 24 jam terus juga tidak bisa, karena tenaganya tidak cukup. Semoga ini cepat ada solusi, supaya masyarakat tidak terlalu lama antri,” ujar Parta.
Video pernyataan ini ramai diperbincangkan di media sosial, seiring dengan keluhan masyarakat Bali terkait kelangkaan dan antrian panjang Pertamax dalam beberapa hari terakhir.





