Ketua Yayasan Annursiyah Ajak Jamaah Hidupkan Kajian Dhuha, Perkuat Kepedulian Sosial

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Ketua Yayasan Annursiyah Ahmad Lufni, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan “Ngaji Yuk… Pengajian Dhuha Bulanan Masjid An-Nursiyah”, yang digelar Ahad (11/10/2026).

Kegiatan keagamaan rutin itu yang terbuka untuk umum bagi jemaah ikhwan dan akhwat tersebut berlangsung di Masjid An-Nursiyah, Jalan Galur Sari Raya No. 19, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Ahmad Lufni menekankan pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan dukungan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, terselenggaranya pengajian rutin tersebut tidak terlepas dari peran para panitia, relawan, jemaah, serta pihak-pihak yang dengan ikhlas meluangkan waktu dan tenaga untuk mendukung kegiatan masjid.

Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah membantu persiapan hingga pelaksanaan acara. Baginya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat.

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu usaha agar terselenggaranya acara kajian dhuha ini dan bazar UMKM,” ujar Ahmad Lufni dalam sambutannya.

Menurut Ahmad Lufni, kegiatan pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk menambah ilmu agama, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus tumbuh sehingga kegiatan masjid dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan.

Pengajian Dhuha Disiarkan Melalui Live Streaming

Ahmad Lufni juga menginformasikan bahwa kegiatan Pengajian Dhuha Bulanan Masjid An-Nursiyah disiarkan secara langsung melalui live streaming. Fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat dan jemaah yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa mengikuti rangkaian acara dari tempat masing-masing.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan dakwah dan memudahkan masyarakat mendapatkan akses terhadap kegiatan keagamaan. Dengan adanya siaran langsung, pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam pengajian diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang, tidak terbatas pada jemaah yang hadir di lokasi.

Upaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan masjid dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Pengajian yang diselenggarakan secara rutin diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat pemahaman agama.

“Tak hanya itu, kita bisa memperbaiki kualitas diri, serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad Lufni.

Pada kegiatan kali ini, jemaah mendapatkan kesempatan mengikuti ceramah dhuha yang disampaikan Buya Ahmad Muhammad Syafi’i, Lc., M.Pd. dengan tema

“Menghidupkan Cahaya Rasulullah untuk Kehidupan dan Pribadi yang Lebih Baik.” Tema tersebut mengajak umat Islam menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam interaksi sosial.

Apresiasi kepada Donatur, Pahala dan Kepedulian Menjadi Semangat Bersama

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Lufni menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk mendukung penyelenggaraan Kajian Dhuha Bulanan Masjid An-Nursiyah.

Ia berharap setiap bantuan yang diberikan dengan niat tulus menjadi amal kebaikan yang mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Dukungan para donatur dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan dakwah dan memastikan masjid tetap menjadi tempat yang terbuka bagi masyarakat untuk menimba ilmu.

“Dan juga kami ucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya untuk kajian dhuha bulan ini. Insyaallah pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Amin, amin ya Rabbal alamin,” tuturnya.

Ahmad Lufni berharap kepedulian tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Menurutnya, dukungan terhadap masjid tidak harus selalu dalam jumlah besar, tetapi dapat diwujudkan melalui kemampuan masing-masing, baik berupa materi, tenaga, waktu, maupun kontribusi lain yang bermanfaat.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan masjid membutuhkan dukungan bersama agar berbagai program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Dengan semangat gotong royong, kegiatan keagamaan diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

Voucher Jemaah dan Bazar UMKM, Dorong Kebersamaan Ekonomi

Selain kegiatan pengajian, acara Ngaji Yuk… turut diramaikan dengan bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran bazar tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Ahmad Lufni turut menjelaskan bahwa jemaah yang hadir mendapatkan voucher. Dalam sambutannya, ia kemudian menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program pemerintah. Ia juga menyinggung adanya pemberitaan mengenai dugaan kasus keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut.

Penyebutan MBG (Makan Bergizi Gratis) dalam sambutannya menjadi bagian dari perbandingan yang disampaikan kepada jemaah ketika menjelaskan fasilitas yang diberikan dalam kegiatan masjid. Namun, persoalan dugaan keracunan pada pelaksanaan program MBG perlu dilihat berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan dari pihak berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terverifikasi.

Di sisi lain, pembagian voucher dan penyelenggaraan bazar UMKM menunjukkan adanya upaya untuk menciptakan suasana kegiatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masjid dapat menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat, mulai dari jemaah, pengurus yayasan, donatur, relawan, hingga pelaku usaha lokal.

Bazar UMKM diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk-produk usaha masyarakat sekaligus membuka peluang transaksi antara pedagang dan pengunjung. Dengan demikian, kegiatan keagamaan juga dapat menjadi momentum untuk membangun solidaritas ekonomi dan mendukung keberlangsungan usaha kecil di lingkungan sekitar.

Masjid An-Nursiyah Buka Tabungan Kurban untuk Tahun Mendatang

Dalam sambutannya, Ahmad Lufni turut menyampaikan informasi mengenai program tabungan kurban yang dibuka oleh Masjid An-Nursiyah. Program tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat mempersiapkan ibadah kurban sejak dini melalui penyetoran dana secara bertahap.

Ia menyampaikan bahwa program tersebut telah mendapatkan respons dari sejumlah jemaah yang mulai menyisihkan uang untuk keperluan kurban pada tahun berikutnya. Pengurus masjid berharap jumlah peserta program terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang berkesempatan menunaikan ibadah kurban.

“Masjid An-Nursiyah masih membuka tampungan kurban. Mudah-mudahan untuk kurban tahun depan jemaah semakin banyak, dan untuk minimal setorannya Rp300.000. Alhamdulillah sudah banyak yang menabung,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, pengurus masjid ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan waktu untuk mempersiapkan dana kurban. Dengan perencanaan yang lebih awal, jemaah diharapkan dapat mengatur keuangan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

Ahmad Lufni berharap program tabungan kurban dapat terus berkembang dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah tersebut juga mengandung nilai kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pengurus masjid diharapkan dapat menyampaikan mekanisme penyetoran, pencatatan dana, serta pengelolaan program secara jelas kepada para peserta agar pelaksanaannya berjalan tertib dan menumbuhkan kepercayaan jemaah.

Pembangunan Islamic Center Lantai Dua Membutuhkan Dukungan Bersama

Tidak hanya menyampaikan program keagamaan, Ahmad Lufni juga menginformasikan bahwa pengurus masjid tengah melaksanakan pembangunan Islamic Center lantai dua. Pembangunan tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang kegiatan keagamaan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta dukungan serta doa dari para jemaah agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar rencana pengembangan fasilitas tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kami, dewan masjid, sedang melaksanakan pembangunan Islamic Center lantai dua. Kami mohon support dan dukungannya Bapak dan Ibu sekalian. Semoga selama perjalanan pembangunan ini tidak mengalami hambatan apa pun,” ujar Ahmad Lufni.

Pembangunan fasilitas masjid membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik melalui dukungan dana, tenaga, maupun doa. Karena itu, Ahmad Lufni berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun di lingkungan Masjid An-Nursiyah dapat terus dipelihara untuk mendukung penyelesaian pembangunan.

Keberadaan Islamic Center diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pembelajaran dan kegiatan sosial masyarakat. Dengan fasilitas yang memadai, berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan umat diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.

Menghidupkan Masjid sebagai Pusat Dakwah dan Pelayanan Umat

Kegiatan Ngaji Yuk… Pengajian Dhuha Bulanan Masjid An-Nursiyah menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga tradisi menuntut ilmu agama di tengah masyarakat. Melalui pengajian rutin, jemaah memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman Islam, memperbaiki akhlak, dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kombinasi antara ceramah keagamaan, bazar UMKM, pemberian voucher kepada jemaah, program tabungan kurban, serta pembangunan Islamic Center memperlihatkan beragam kegiatan yang menjadi perhatian pengurus masjid. Seluruh program tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dalam membangun lingkungan masjid yang aktif, terbuka, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ahmad Lufni berharap partisipasi jemaah dan dukungan para donatur terus meningkat sehingga program-program Masjid An-Nursiyah dapat dipertahankan serta dikembangkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai tempat memperkuat persaudaraan, menambah pengetahuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Menutup sambutannya, Ahmad Lufni kembali menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Ia juga berharap proses pembangunan Islamic Center dapat berjalan lancar dan berbagai program pelayanan umat yang direncanakan pengurus dapat terlaksana dengan baik.

“Sekiranya sampai di sini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Ahmad Lufni.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Annursiyah dan pengurus Masjid An-Nursiyah berharap semangat menuntut ilmu, kepedulian sosial, pemberdayaan UMKM, dan gotong royong dalam pembangunan fasilitas umat dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat bagi masyarakat di kawasan Matraman, Jakarta Timur, dan sekitarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *