JAKARTA – BELA RAKYAT – Duka mendalam disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, atas gugurnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiganya menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat bertugas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.
Sukamta menegaskan, para korban adalah aparatur sipil yang sedang menjalankan tugas negara untuk masyarakat.
“Mereka sedang menjalankan tugas melayani masyarakat. Negara wajib melindungi setiap warga negara, terlebih mereka yang bertugas menghadirkan pembangunan dan ketahanan pangan di Papua,” ujar Sukamta dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Legislator Fraksi PKS dari Dapil DIY itu meminta aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada pelaku lapangan. Ia mendorong pengusutan menyeluruh terhadap jaringan di balik aksi tersebut.
“Jangan berhenti pada siapa yang menarik pelatuk. Ungkap siapa yang merencanakan, memasok senjata, dan memberikan dukungan terhadap aksi kekerasan ini,” tegasnya.
Menurut Sukamta, pola serangan KKB yang kini semakin menyasar warga sipil harus menjadi alarm bagi pemerintah. Hal itu menunjukkan perubahan strategi kelompok bersenjata yang mengandalkan teror untuk menebar ketakutan.
“Ketika masyarakat sipil semakin sering dijadikan sasaran, ini menunjukkan bahwa teror dan rasa takut menjadi salah satu cara yang digunakan KKB untuk menunjukkan eksistensinya. Negara tidak boleh membiarkan strategi teror seperti ini berhasil,” jelasnya.
Ia pun mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan di Papua. Langkah yang perlu diperkuat meliputi deteksi dini, fungsi intelijen, pengamanan wilayah, serta perlindungan khusus bagi pekerja sektor publik seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Semakin banyak sasaran sipil, semakin kuat pula kebutuhan untuk meningkatkan deteksi dini dan perlindungan masyarakat. Jangan menunggu korban berikutnya baru bertindak. Ini saat yang bagus bagi pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat bersama-sama untuk peningkatan keamanan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Papua tanpa terkecuali,” katanya.
Sukamta yang merupakan doktor lulusan universitas di Inggris ini menekankan, pembangunan di Papua tidak boleh berhenti karena teror. Namun, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama agar negara benar-benar hadir dan memastikan Papua tidak menjadi ruang ketakutan.






