BALI – BELA RAKYAT – Kinerja Pemerintah Provinsi Bali dalam mengelola Barang Milik Daerah (BMD) mendapat apresiasi dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa menilai, penataan aset di Bali sudah optimal dan memberi kontribusi besar bagi pendapatan negara.
Hal itu disampaikan Agun usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI bersama Gubernur Bali dan jajaran di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (2/9/2026).
Menurut Agun, keberhasilan Bali bukan kebetulan. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang telah diaudit, total nilai perolehan Aset Tetap Pemprov Bali mencapai Rp20,629 triliun dengan jumlah 807.367 unit aset.
“Capaian ini tidak diraih secara instan. Ada proses panjang mulai dari inventarisasi hingga tata kelola yang tertata rapi,” ujar Agun.
Politisi Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Barat X itu menyebut, potensi besar Bali terutama dari sektor pariwisata. Bahkan, kontribusi Bali terhadap APBN dari sektor wisata mencapai lebih dari 50 persen.
“Kami melihat ternyata Bali memiliki potensi tanah areal yang luar biasa. Kontribusinya terhadap APBN dari sektor wisata itu 50 persen lebih itu dari Provinsi Bali,” katanya.
Meski demikian, Agun menekankan tata kelola pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Keterbatasan kewenangan membuat peran pemerintah pusat menjadi krusial, terutama terkait infrastruktur dan transportasi.
“Komisi II akan mendesak agar ada kolaborasi dan konsep yang terintegrasi untuk sektor wisata. Karena pariwisata itu sangat berkaitan erat dengan transportasi dan infrastruktur,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, keberhasilan pengelolaan BMD Bali ditopang oleh pengendalian aset yang terstruktur dalam beberapa tahapan, mulai dari inventarisasi tahap 1, 2, 3, hingga penyelesaian masalah aset idle yang melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH). Salah satunya adalah pemanfaatan tanah idle untuk pusat kebudayaan.
“Tujuan kami ke Bali untuk melihat bagaimana pengelolaan BMD sampai penerimaan di sektor wisata itu lebih dari separuhnya dari Bali. Setelah kami cek ternyata bukan sekedar simsalabim, semua tertata dan terkelola dengan baik,” pungkas Agun.






