JAKARTA – BELA RAKYAR – Anggota DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menyambut momentum kemerdekaan dengan semangat, optimisme, dan tekad kuat membangun masa depan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Habib Aboe melalui video yang dibagikan kepada wartawan menjelang pelaksanaan Sidang Umum MPR RI. Dalam pesannya, ia menyampaikan bahwa agenda kenegaraan tersebut menjadi momentum penting untuk mendengarkan pidato Presiden, khususnya mengenai arah kebijakan dan rencana anggaran negara ke depan.
Habib Aboe menilai pidato Presiden bukan sekadar agenda seremonial kenegaraan. Menurutnya, masyarakat perlu menyimak dengan baik berbagai arah kebijakan yang disampaikan pemerintah karena berkaitan dengan perjalanan Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Sidang Umum MPR Jadi Momentum Melihat Arah Indonesia
Dalam video tersebut, Habib Aboe menyampaikan bahwa dirinya bersama para anggota parlemen akan mengikuti Sidang Umum MPR dan mendengarkan pidato Presiden mengenai situasi Indonesia serta rencana anggaran negara ke depan.
“Pagi ini kita akan mengikuti Sidang Umum MPR. Dan kita akan mendengarkan pidato tentang Rencana Anggaran ke Depan, RAPBN, pidato Presiden membicarakan situasi Indonesia ke depan,” ujar Habib Aboe, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Habib Aboe, pidato Presiden menjadi salah satu momentum penting untuk melihat bagaimana pemerintah membaca kondisi bangsa sekaligus merancang kebijakan untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
RAPBN memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan bagaimana negara mengelola sumber daya untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Karena itu, Habib Aboe mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat agenda kenegaraan tersebut sebagai kegiatan formal, tetapi juga mencermati substansi kebijakan yang disampaikan.
Semangat Kemerdekaan Harus Menjadi Energi Membangun Bangsa
Berada dalam suasana menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Habib Aboe juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat kemerdekaan.
Ia menekankan bahwa kemerdekaan tidak cukup dimaknai hanya sebagai kebebasan secara fisik. Kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam jiwa, rasa, dan raga.
“Oleh karena itu, kita semangat 17 Agustus Kemerdekaan, merdeka jiwa, rasa, dan raga,” katanya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus diisi dengan karya, pengabdian, persatuan, serta kontribusi nyata bagi Indonesia.
Bagi Habib Aboe, semangat kemerdekaan harus mampu mendorong setiap elemen bangsa untuk bergerak maju. Kemerdekaan bukan titik akhir perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab generasi penerus untuk memastikan Indonesia semakin kuat dan sejahtera.
Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Dalam kesempatan tersebut, Habib Aboe juga menyampaikan harapan agar pidato Presiden membawa optimisme bagi perjalanan Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Kita akan mendengarkan pidato Nota Keuangan Presiden. Dan kita berharap pidatonya akan berisi optimisme ke depan untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Habib Aboe.
Indonesia Emas 2045 menjadi salah satu cita-cita besar pembangunan nasional, ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan konsistensi pembangunan, kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta kebijakan negara yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Optimisme, kata Habib Aboe, perlu menjadi energi bersama. Namun optimisme tersebut harus dibarengi dengan kerja nyata, kebijakan yang tepat, dan keberanian menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, DPR, dunia usaha, akademisi, generasi muda, organisasi masyarakat, serta seluruh rakyat memiliki peran dalam membangun Indonesia.
RAPBN Harus Menjawab Tantangan Masyarakat
Pesan Habib Aboe juga menempatkan RAPBN sebagai instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.
Rencana anggaran negara harus mampu diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Anggaran negara diharapkan tidak berhenti pada angka-angka dalam dokumen kebijakan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kehidupan rakyat.
Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga perlindungan sosial, seluruhnya membutuhkan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang baik.
Karena itu, pidato Presiden mengenai Nota Keuangan dan RAPBN menjadi momentum yang patut mendapatkan perhatian publik.
Masyarakat perlu mengetahui prioritas pembangunan pemerintah serta bagaimana anggaran negara akan digunakan untuk menjawab kebutuhan rakyat dan memperkuat daya saing Indonesia.
Gairah Kemerdekaan untuk Menatap Masa Depan
Habib Aboe juga menekankan pentingnya menjaga gairah kemerdekaan dalam menyambut agenda kenegaraan tersebut.
“Pagi ini kita dengan semangat, dengan gairah kemerdekaan, kita akan berkumpul bersama mendengarkan pidato, dan kita simak baik-baik,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan tidak semestinya hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial. Semangat 17 Agustus harus menjadi energi untuk memperkuat persatuan dan membangun masa depan bangsa.
Terlebih, Indonesia menghadapi berbagai dinamika global yang menuntut kemampuan bangsa untuk beradaptasi. Perubahan ekonomi dunia, perkembangan teknologi, persaingan antarnegara, tantangan geopolitik, serta kebutuhan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi bersama.
Dalam situasi tersebut, semangat kebangsaan dan optimisme menjadi modal sosial yang penting.
Merdeka Jiwa, Rasa dan Raga
Pesan “merdeka jiwa, rasa, dan raga” yang disampaikan Habib Aboe juga memiliki makna yang luas.
Kemerdekaan jiwa dapat dimaknai sebagai keberanian untuk berpikir dan berbuat positif bagi bangsa. Kemerdekaan rasa berkaitan dengan kepedulian terhadap sesama dan kemampuan menjaga persaudaraan. Sementara kemerdekaan raga menjadi kesempatan bagi setiap warga negara untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik.
Dengan semangat tersebut, kemerdekaan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi nilai yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi muda, khususnya, memiliki posisi penting dalam meneruskan semangat tersebut. Mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045.
Karena itu, pendidikan, kreativitas, inovasi, integritas, dan semangat kebangsaan perlu terus ditanamkan agar bonus demografi Indonesia benar-benar menjadi kekuatan pembangunan.
Habib Aboe: Simak Pidato Presiden dengan Baik
Menutup pesannya, Habib Aboe kembali mengajak masyarakat menyambut agenda kenegaraan dengan semangat positif.
Ia berharap pidato Presiden dapat memberikan gambaran yang optimistis mengenai masa depan Indonesia sekaligus memperkuat keyakinan bahwa bangsa ini mampu mencapai cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
“Dan kita berharap pidatonya akan berisi optimisme ke depan untuk Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Habib Aboe juga menyampaikan pesan sederhana mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani aktivitas.
“Salam sehat, salam bahagia, bugar sepanjang usia,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penutup ajakan Habib Aboe agar momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan semangat nasionalisme, tetapi juga dengan energi positif untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Dengan semangat kemerdekaan, optimisme pembangunan, serta kerja bersama seluruh elemen bangsa, cita-cita Indonesia Emas 2045 diharapkan bukan sekadar slogan, melainkan menjadi tujuan bersama yang diperjuangkan secara nyata.
Habib Aboe Sampaikan Pantun Cakep:
Sinar mentari menghias awan,
Burung merpati terbang berdua.
Presiden akan berikan Pidato Kenegaraan,
Mari simak laporan capaian kinerja
Burung merpati terbang berdua,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Semoga kinerja hijau semua
Menbuat rakyat senang di hati
Pergi ke pasar membeli batik,
Warnanya indah buatan kriya.
Mari simak pidato dengan baik,
Demi kemajuan Indonesia raya.






