Terima Rektor Universitas Perwira Purbalingga, Bamsoet Dorong Kampus Selaraskan Pendidikan dengan Kebutuhan Dunia Kerja

JAKARTA – BELA RAKYAT – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA)/Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Jawa Tengah, menuturkan pada tahun 2026 UNPERBA mengusulkan pendirian tiga program studi baru kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), yakni Program Studi Hukum Bisnis, Teknik Komputer, dan Teknik Industri. Ketiga program studi tersebut saat ini telah memperoleh rekomendasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah dan selanjutnya tinggal menunggu proses evaluasi serta izin pendirian dari Kemdiktisaintek. Pengembangan ini menjadi bagian dari langkah UNPERBA memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyesuaikan pilihan keilmuan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan ekonomi daerah.

UNPERBA secara resmi berdiri pada 8 November 2018 dan menjadi perguruan tinggi yang hadir untuk memperluas kesempatan masyarakat Purbalingga dan kawasan sekitarnya memperoleh pendidikan tinggi. Saat ini UNPERBA telah memiliki lima program studi, yakni S-1 Manajemen, S-1 Akuntansi, S-1 Agribisnis, S-1 Teknik Mesin, dan S-1 Teknik Informatika.

Bacaan Lainnya

“Pengusulan tiga program studi baru ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjadikan UNPERBA semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Hukum Bisnis kami pandang penting karena aktivitas ekonomi semakin kompleks dan membutuhkan sumber daya manusia yang memahami aspek hukum sekaligus bisnis. Teknik Komputer dan Teknik Industri juga sangat strategis karena transformasi digital dan perkembangan industri membutuhkan tenaga profesional yang menguasai teknologi serta mampu meningkatkan efisiensi proses produksi,” ujar Bamsoet saat menerima Rektor UNPERBA Eming Sudiana, di Jakarta, Selasa (11/8/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, pembukaan program studi baru UNPERBA disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja daerah. Data BPS mencatat jumlah angkatan kerja di Purbalingga pada Agustus 2025 mencapai 612,82 ribu orang, meningkat 14,15 ribu orang dibandingkan Agustus 2024. Penduduk yang bekerja mencapai 583,24 ribu orang, sementara jumlah pekerja di sektor industri tercatat 46,12 ribu orang. Tingkat Pengangguran Terbuka juga turun menjadi 4,83 persen. Data ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai karakter ekonomi daerah.

“Jangan sampai perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena kompetensinya tidak sesuai kebutuhan industri. Ini persoalan nasional. Pada 2025 masih terdapat sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi yang menganggur, dari sekitar 7,28 juta pengangguran terbuka,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menuturkan, saat ini tantangan memperluas akses pendidikan tinggi juga masih besar. Kemdiktisaintek mencatat Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi Indonesia pada tahun 2025 baru mencapai 32,89 persen. Pada tahun yang sama, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi mencatat perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,26 juta sarjana. Besarnya jumlah lulusan tersebut harus diikuti peningkatan kualitas dan relevansi kompetensi agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

“UNPERBA dibangun dengan semangat bahwa anak-anak Purbalingga dan daerah sekitar harus memiliki kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa harus selalu pergi jauh ke kota-kota besar. Kami ingin UNPERBA tumbuh sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan daerah, serta memiliki wawasan nasional dan global,” pungkas Bamsoet. (Dwi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *