Habib Aboe: BKSAP Siap Bantu Membuka Jalan Garut Menjadi Pusat Industri Vetiver Dunia

GARUT – BELA RAKYAT –  Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa diplomasi parlemen harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, salah satunya dengan membuka akses kerja sama internasional untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kabupaten Garut.

“Garut memiliki modal pembangunan yang sangat kuat, baik dari sisi sumber daya alam, industri, maupun pariwisata. Tantangan kita saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas unggulan, tetapi bagaimana menjadikan komoditas tersebut memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar,” ujar Aboe Bakar saat Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kabupaten Garut, Kamis (6/8).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, minyak akar wangi (vetiver) Garut telah diakui kualitasnya di tingkat dunia. Namun selama ini keuntungan terbesar justru dinikmati industri luar negeri karena Indonesia masih banyak mengekspor bahan baku.

“Sudah saatnya Garut membangun ekosistem industri yang lebih lengkap. Tidak hanya memproduksi minyak atsiri, tetapi juga mengembangkan pusat riset, laboratorium berstandar internasional, inkubasi industri kosmetik dan aromaterapi, hingga membangun identitas global ‘Garut Vetiver’. Harapan kita, ketika dunia berbicara mengenai vetiver, yang pertama kali mereka ingat adalah Garut,” katanya.

Aboe menjelaskan, BKSAP siap memanfaatkan jejaring diplomasi parlemen untuk mempertemukan Pemerintah Kabupaten Garut dengan negara-negara yang memiliki industri parfum dan kosmetik maju.

“Kami dapat membantu membuka komunikasi dengan Perancis, Swiss, maupun Jepang agar kerja sama tidak berhenti pada promosi semata, tetapi berkembang menjadi transfer teknologi, riset bersama, hingga business matching antara pelaku usaha Garut dengan mitra internasional,” ujarnya.

Selain sektor vetiver, Aboe juga menyoroti industri kulit Sukaregang yang telah lama menjadi identitas Kabupaten Garut. Ia menilai tantangan perdagangan global kini tidak hanya bertumpu pada kualitas produk, tetapi juga standar lingkungan dan sertifikasi internasional.

“Garut perlu memiliki pusat pendampingan industri kulit yang mampu membantu UMKM memperoleh sertifikasi internasional, meningkatkan desain produk, memperbaiki pengelolaan limbah, sekaligus memperluas akses pasar. Dengan demikian, pelaku usaha kecil tidak lagi berjalan sendiri menghadapi persyaratan ekspor yang semakin kompleks,” jelasnya.

Melalui hubungan yang dimiliki BKSAP dengan parlemen berbagai negara, lanjut Aboe, pihaknya siap mendorong kerja sama teknis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi industri kulit Garut.

“Saya meyakini Garut telah memiliki hampir seluruh modal untuk menjadi daerah yang berdaya saing global. Yang diperlukan sekarang adalah menghubungkan seluruh potensi tersebut dengan jejaring internasional secara lebih sistematis dan terukur. BKSAP siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Garut untuk membuka pintu komunikasi dengan parlemen negara sahabat, organisasi internasional, maupun berbagai pemangku kepentingan global, sehingga diplomasi parlemen benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *