JAKARTA – BELA RAKYAT – Badan Musyawarah (BAMUS) Betawi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas Ibu Kota menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan usai jajaran pengurus BAMUS Betawi yang dipimpin Ketua Umum H. Riano P. Ahmad melakukan silaturahmi dengan jajaran Polda Metro Jaya.
Wakil Ketua Umum I BAMUS Betawi, Munir Arsad, mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki kepentingan politik maupun agenda lain selain memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan Jakarta.
“Kami hadir sebagai mitra pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif. Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, seluruh elemen masyarakat harus bersatu menjaga suasana yang sejuk,” ujarnya.
Menurut Munir, sebagai organisasi payung masyarakat Betawi, BAMUS Betawi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah para pendiri organisasi sekaligus meneruskan perjuangan para tokoh Betawi terdahulu yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan masyarakat Betawi dan Jakarta.
Ia menyebut nama-nama tokoh seperti Effendi Yusuf sebagai ketua pertama, yang kemudian diteruskan oleh HM Sanif, Eddie M. Nalapraya, Abdul Syukur, Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, Djan Faridz, Zainuddin , Abraham Lunggana (Haji Lulung), hingga Riano P. Ahmad serta para sesepuh Betawi lainnya yang telah meletakkan fondasi kuat bagi BAMUS Betawi hingga saat ini dipimpin oleh H. Riano P. Ahmad.
Munir menegaskan bahwa hasil Musyawarah Besar (MUBES) BAMUS Betawi Tahun 2023 telah menetapkan H. Riano P. Ahmad sebagai Ketua Umum yang memiliki kewenangan penuh sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, termasuk hak prerogatif dalam melakukan pengangkatan maupun pergantian pengurus.
“Namun BAMUS Betawi adalah Badan Musyawarah. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat demi kepentingan organisasi, bukan melalui manuver yang justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik,” tegasnya.
Munir juga mengungkapkan adanya aspirasi dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bernaung di bawah BAMUS Betawi agar dilakukan penataan organisasi terhadap pihak-pihak yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan visi perjuangan BAMUS Betawi.
Menurutnya, langkah tersebut bukan didasari rasa permusuhan, melainkan demi menjaga soliditas organisasi dan menghormati perjuangan para pendiri BAMUS Betawi.
“Kami tidak ingin organisasi ini mengalami kemunduran. Yang kami inginkan adalah BAMUS Betawi tetap solid, tetap menjadi rumah besar masyarakat Betawi, dan terus memperjuangkan harkat serta martabat masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti Ibu Kota Jakarta,” katanya.
Saat ini, lanjut Munir, terdapat sekitar 74 organisasi masyarakat Betawi yang aktif berhimpun di bawah BAMUS Betawi. Seluruh organisasi tersebut diharapkan terus menjaga kekompakan dan mendukung langkah-langkah organisasi dalam membangun Jakarta.
Dalam kesempatan itu, BAMUS Betawi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap pelestarian budaya serta pemberdayaan masyarakat Betawi.
Munir menilai pemerintah terus membuka ruang dialog dengan para tokoh Betawi untuk memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Menanggapi berkembangnya berbagai isu terkait situasi keamanan Jakarta, BAMUS Betawi mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Menurutnya, koordinasi dengan Polda Metro Jaya merupakan langkah preventif agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini melalui kolaborasi antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
“Kami tidak ingin Jakarta mengalami situasi yang merugikan masyarakat. Karena itu BAMUS Betawi memilih memperkuat sinergi dengan kepolisian, bukan bertindak sendiri. Menjaga Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Munir juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, dan terbuka bagi seluruh masyarakat, serta mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan ketertiban kota.
Menutup keterangannya, BAMUS Betawi menyerukan semangat persatuan menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Insya Allah Jakarta akan tetap aman, damai, nyaman, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh warga. Bersama BAMUS Betawi, mari kita jaga persatuan dan keberkahan untuk Jakarta,” tutup Munir Arsad.






