JAKARTA -BELA RAKYAT – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, SE, MM meninjau langsung kondisi warga yang menjadi korban kebakaran di kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya, Basri tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menyerap langsung kebutuhan warga yang terdampak musibah.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Basri Baco menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Ia menilai penanganan kebakaran tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dan pencegahan bahaya kebakaran.
“Kita prihatin terhadap kebakaran-kebakaran yang terjadi di masyarakat. Yang pertama, yang paling penting adalah edukasi terhadap masyarakat tentang potensi bahaya kebakaran,” ujar Basri Baco, seperti dikutip dari Instagram pribadinya.
Menurut Basri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah berupaya memperkuat dukungan sarana pemadam kebakaran, khususnya untuk menjangkau kawasan permukiman yang memiliki gang-gang sempit. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk.
“Dari Pemerintah DKI Jakarta juga hari ini sedang berusaha untuk menganggarkan agar ada alat pemadam kebakaran yang bisa cepat masuk ke dalam gang-gang kecil,” katanya.
Basri menegaskan, musibah kebakaran dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan menimpa siapa saja. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kepedulian dan tidak membiarkan warga korban kebakaran menghadapi masa sulit seorang diri.
“Musibah itu bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan bisa terhadap siapa saja. Sehingga kita yang tidak kena dampak musibah wajib nolong,” tutur Basri.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran pemerintah pada masa-masa awal setelah terjadinya kebakaran. Menurutnya, minimal satu pekan setelah musibah, pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi karena pada masa tersebut warga masih berada dalam kondisi panik dan membutuhkan dukungan.
“Minimal satu minggu itu setelah kejadian, pemerintah harus hadir. Karena para korban pasti lagi panik-paniknya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Basri juga berdialog langsung dengan warga terkait kebutuhan sehari-hari. Ia memastikan persoalan konsumsi warga, termasuk kebutuhan makanan dan jajanan anak-anak, ikut menjadi perhatian selama masa pemulihan pascakebakaran.
Saat mengetahui kebutuhan jajanan warga belum tersedia, Basri spontan menyampaikan kesediaannya untuk membantu. “Untuk urusan makan, makan sehari tiga kali kan? Jajannya sudah ada belum? Sudah ada yang kasih jajan belum? Belum ada? Oh ya sudah, kalau begitu saya yang kasih jajan,” kata Basri.
Selain bantuan kebutuhan dasar, pembahasan juga menyentuh proses penataan dan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak. Basri menjelaskan bahwa pembangunan kembali dilakukan melalui dukungan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah.
“Ini pakai uang Pemda, kebijakannya Gubernur, dari warga Jakarta juga,” jelasnya.
Salah seorang warga korban kebakaran menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Warga juga berharap kawasan tempat tinggal mereka dapat segera dirapikan dan dibangun kembali secara layak, terutama karena terdapat kelompok rentan seperti lansia dan balita yang membutuhkan kondisi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Basri Baco kemudian menyampaikan pesan agar musibah tersebut menjadi momentum evaluasi bersama. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan rumah warga yang terdampak nantinya dapat dibangun dengan kondisi yang lebih baik.
“Turut prihatin, mudah-mudahan tidak kejadian lagi. Mari kita anggap ini sebagai pembelajaran dan cobaan. Mudah-mudahan rumahnya yang kebakaran nanti dibangun lebih baik lagi,” ujar Basri.
Kunjungan tersebut menunjukkan perhatian terhadap penanganan korban kebakaran tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi juga menyangkut upaya pencegahan, kesiapan sarana pemadam, kehadiran pemerintah setelah bencana, serta pemulihan tempat tinggal warga. Basri menilai kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting agar penanganan kebakaran di Jakarta dapat dilakukan secara cepat dan tepat.






