Bahaya Sifat Iri dan Dengki: Api yang Membakar Kebahagiaan dan Menghapus Pahala

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI/ F-PKS/ Kalimantan Selatan I

Di antara penyakit hati yang paling berbahaya adalah iri (hasad) dan dengki. Penyakit ini tidak terlihat oleh mata, tetapi dampaknya jauh lebih mengerikan daripada banyak penyakit fisik. Orang yang dipenuhi iri tidak pernah merasakan ketenangan. Hatinya selalu gelisah ketika melihat orang lain mendapat nikmat. Ia sedih ketika orang lain bahagia, tetapi justru kecewa ketika dirinya sendiri tidak mampu menikmati karunia yang telah Allah berikan.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, orang yang didengki sering kali tetap hidup tenang, sedangkan orang yang dengki justru hidup dalam penderitaan. Karena itulah para ulama mengatakan:

“Hasad adalah hukuman yang Allah percepat di dunia sebelum hukuman di akhirat.”

Iri bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menghancurkan amal ibadah, menghilangkan pahala, merusak kesehatan, bahkan dapat menyeret seseorang kepada dosa-dosa besar.

Apa Itu Iri dan Dengki?

Hasad adalah keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang, baik nikmat itu berpindah kepada dirinya ataupun tidak.

Adapun ghibthah adalah keinginan memiliki nikmat seperti orang lain tanpa berharap nikmat orang tersebut hilang. Ghibthah diperbolehkan bahkan dianjurkan dalam perkara kebaikan.

Al-Qur’an Mengingatkan Bahaya Hasad

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)

Ayat ini menunjukkan bahwa kedengkian termasuk kejahatan yang begitu besar hingga Allah memerintahkan kita berlindung darinya setiap hari.

Allah juga berfirman:

“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan kepada mereka?” (QS. An-Nisa: 54)

1. Sejak dahulu, iri hati menjadi sebab manusia menolak kebenaran.

2. Iblis Menjadi Makhluk Terlaknat Karena Dengki

3. Kisah pertama tentang iri adalah kisah Iblis.

Ketika Allah memerintahkan seluruh malaikat dan Iblis bersujud kepada Nabi Adam sebagai bentuk penghormatan, semua taat kecuali Iblis.

Mengapa?

Karena iri.

Iblis berkata:

“Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia dari tanah.”

(QS. Al-A’raf: 12)

Kesombongan bercampur iri membuat Iblis kehilangan seluruh kemuliaannya.

Dari makhluk ahli ibadah menjadi penghuni neraka selamanya. Qabil Membunuh Habil Karena Dengki

Pembunuhan pertama di muka bumi bukan karena harta.

Bukan pula karena kekuasaan. Tetapi karena iri.

Allah menerima kurban Habil, tetapi menolak kurban Qabil. Qabil tidak memperbaiki dirinya.

Ia justru membenci saudaranya. Akibat iri itu, ia membunuh Habil.

Allah mengabadikan kisah tersebut dalam QS. Al-Ma’idah ayat 27-31.

Dari sini terlihat bahwa iri dapat berkembang menjadi kebencian, fitnah, bahkan pembunuhan.

Saudara Nabi Yusuf Terjerumus Karena Iri

Saudara-saudara Nabi Yusuf merasa ayah mereka lebih mencintai Yusuf. Perasaan iri tumbuh sedikit demi sedikit.

Akhirnya mereka bersekongkol membuang Yusuf ke dalam sumur. Padahal Yusuf tidak melakukan kesalahan apa pun.

Allah mengabadikan kisah ini dalam Surah Yusuf sebagai pelajaran bahwa iri mampu membuat seseorang tega menyakiti keluarga sendiri.

Rasulullah ﷺ Mengingatkan Bahaya Hasad

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah hasad, karena sesungguhnya hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)

Bayangkan seseorang rajin shalat, puasa, sedekah, dan ibadah lainnya. Namun karena hasad, pahala-pahala itu habis seperti kayu yang dilalap api.

Hasad Membuat Hati Tidak Pernah Bahagia

Orang yang iri hidup dalam siksaan yang dibuatnya sendiri. Ketika tetangganya membeli rumah, ia sedih.

Ketika temannya naik jabatan, ia gelisah. Ketika saudaranya sukses, ia tidak bisa tidur.

Ketika orang lain dipuji, dadanya sesak. Artinya, kebahagiaannya selalu bergantung pada kegagalan orang lain.

Padahal dunia tidak akan pernah berhenti memberikan nikmat kepada hamba-hamba Allah. Akibatnya, ia tidak pernah benar-benar bahagia.

Imam Asy-Syafi’i berkata: “Aku tidak pernah melihat orang yang lebih zalim sekaligus lebih menderita daripada orang yang hasad.”

Iri Menghilangkan Nikmat Syukur

Orang yang iri selalu melihat apa yang dimiliki orang lain. Ia lupa menghitung nikmat yang Allah berikan kepadanya.

Padahal Allah berfirman:

“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kalian.”.(QS. Ibrahim: 7)

Karena sibuk melihat nikmat orang lain, ia kehilangan rasa syukur.Penyakit Fisik yang Dapat Dipicu oleh Iri dan Dengki

Walaupun iri adalah penyakit hati, dampaknya dapat menjalar ke tubuh.

Ketika seseorang terus-menerus menyimpan rasa iri, tubuh akan berada dalam kondisi stres berkepanjangan. Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dapat meningkat secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa gangguan yang dapat dipicu atau diperburuk oleh stres kronis akibat iri dan kebencian antara lain:

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi).

2. Sakit kepala dan migrain.

3. Sulit tidur (insomnia).

4. Gangguan lambung seperti maag yang mudah kambuh.

5. Jantung berdebar.

6. Penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah sakit.

7. Gangguan kecemasan.

8. Depresi pada sebagian orang.

9. Mudah lelah karena tubuh terus berada dalam kondisi tegang.

Perlu dipahami bahwa iri bukan satu-satunya penyebab penyakit tersebut, tetapi stres emosional berkepanjangan, termasuk yang dipicu oleh iri dan dengki, memang dapat memperburuk kondisi kesehatan menurut ilmu kedokteran.

Betapa ironisnya. Orang yang didengki mungkin sedang menikmati hidupnya. Sedangkan orang yang dengki justru mengalami tekanan batin yang menggerogoti kesehatannya sendiri.

Mengapa Orang Iri Sulit Tidur?

Karena pikirannya terus dipenuhi pertanyaan:

“Mengapa dia berhasil?”

“Mengapa bukan aku?”

“Mengapa Allah memberi dia lebih?”

Padahal Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita ridha terhadap pembagian Allah. Ketika seseorang ridha, hatinya menjadi damai.

Hasad Membuka Pintu Dosa Lain Iri jarang berhenti pada satu dosa.

Biasanya ia berkembang menjadi:

1. Ghibah (menggunjing).

2. Fitnah.

3. Mencari-cari kesalahan.

4. Menjatuhkan nama baik.

5. Menghina.

6. Memutus silaturahmi.

7. Kebencian.

8. Permusuhan.

9. Kezaliman.

Semuanya berawal dari satu penyakit hati.

Mengapa Allah Membagi Rezeki Berbeda?

Allah berfirman:

“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32)

Allah Maha Mengetahui siapa yang pantas diberi kekayaan, ilmu, kesehatan, jabatan, ataupun ujian. Membandingkan diri dengan orang lain tanpa melihat hikmah Allah hanya akan menambah keresahan.

Cara Mengobati Iri dan Dengki

1. Perbanyak Bersyukur

Hitung nikmat yang sudah Allah berikan.

Kesehatan.

Keluarga.

Iman.

Udara.

Mata.

Pendengaran.

Semuanya adalah nikmat luar biasa.

2. Berdoa untuk Orang yang Kita Iri

Ini memang berat.

Tetapi sangat ampuh.

Ketika hati berkata:

“Semoga nikmatnya hilang.”

Lawan dengan doa:

“Ya Allah, berkahilah dia dan karuniakan juga kepadaku rezeki yang halal.”

Sedikit demi sedikit hati akan menjadi bersih.

3. Ingat bahwa Dunia Hanya Sementara

Jabatan akan berakhir. Harta akan ditinggalkan. Popularitas akan hilang. Yang dibawa ke kubur hanyalah amal.

4. Perbanyak Dzikir

Hati yang selalu mengingat Allah akan lebih mudah menerima takdir-Nya.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

5. Fokus Memperbaiki Diri

Kesuksesan orang lain tidak mengurangi rezeki kita. Allah memiliki perbendaharaan yang tidak akan habis.

Daripada sibuk menghitung nikmat orang lain, lebih baik memperbaiki amal, ilmu, dan akhlak sendiri.

Penutup

Iri dan dengki adalah api yang pertama kali membakar pemiliknya. Ia menghapus pahala seperti api melalap kayu bakar, merusak kebahagiaan, memicu stres yang dapat memperburuk kesehatan, dan membuka pintu berbagai dosa lainnya. Sebaliknya, hati yang bersih akan dipenuhi syukur, ketenangan, dan rasa ridha atas ketetapan Allah.

Marilah kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit hati ini. Sebagaimana doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Semoga Allah membersihkan hati kita dari iri, dengki, dan kebencian, menggantinya dengan syukur, kasih sayang, dan keikhlasan sehingga kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh ketenangan di dunia dan keselamatan di akhirat. Aamiin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *