Hidup Bukan untuk Mati, tetapi Mati adalah Gerbang Menuju Kehidupan yang Kekal

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI/ F-PKS/ Kalimantan Selatan I

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, manusia sering kali disibukkan oleh pekerjaan, harta, jabatan, popularitas, dan berbagai urusan duniawi. Banyak orang berlomba mengejar kehidupan seolah-olah akan hidup selamanya, padahal Allah SWT telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan yang sementara.

Allah berfirman:

“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat ini adalah kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Tidak ada manusia yang mampu menolak datangnya kematian, baik seorang raja, presiden, ulama, ilmuwan, orang kaya maupun orang miskin.

Namun, bagi seorang mukmin, kematian bukanlah akhir kehidupan. Justru kematian merupakan pintu memasuki kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan akhirat yang kekal.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 64)

Karena itu, seorang mukmin tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama, melainkan sebagai ladang untuk menanam amal yang hasilnya akan dipanen di akhirat.

Dunia Hanyalah Tempat Singgah

Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari)

Seorang musafir tentu tidak membangun rumah mewah di tempat persinggahannya. Ia hanya membawa bekal secukupnya untuk mencapai tujuan.

Begitu pula kehidupan kita. Harta, jabatan, kendaraan, rumah mewah, bahkan ketenaran di media sosial tidak akan ikut masuk ke liang lahat. Yang menemani hanyalah amal.

Rasulullah SAW bersabda: “Mayit akan diikuti oleh tiga perkara: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka dua akan kembali, sedangkan satu akan tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa dalam makna hadis ini. Ketika seseorang meninggal, keluarga hanya mengantar sampai kuburan. Harta dibagikan kepada ahli waris. Jabatan digantikan orang lain.

Yang tinggal hanyalah amal saleh.

Sejarah Mengajarkan Bahwa Dunia Tidak Ada yang Kekal

Lihatlah Fir’aun. Ia mengaku sebagai tuhan. Memiliki kerajaan yang luar biasa. Membangun istana megah.

Namun akhirnya tenggelam di Laut Merah. Namrud yang begitu sombong pun mati hanya karena seekor nyamuk yang masuk ke kepalanya atas izin Allah.

Qarun memiliki kekayaan yang luar biasa hingga kunci gudang hartanya saja harus dipikul banyak orang. Namun Allah menenggelamkannya bersama seluruh hartanya.

Begitu pula para raja Romawi, Persia, dan berbagai imperium besar dalam sejarah.

Semuanya lenyap. Yang tersisa hanyalah pelajaran.

Allah SWT berfirman:

“Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang sebelum kamu.” (QS. Ar-Rum: 42)

Pelajaran dari Kehidupan Masa Kini

Di zaman sekarang, kita menyaksikan begitu banyak orang yang wafat secara tiba-tiba.

Ada yang meninggal ketika bekerja. Ada yang wafat saat berolahraga. Ada yang tidur lalu tidak pernah bangun lagi.

Ada pula yang wafat ketika sedang bersujud dalam shalat. Semua itu menjadi pengingat bahwa umur adalah rahasia Allah. Tidak ada yang tahu kapan ajal datang.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi)

Mengingat kematian bukan membuat kita pesimis. Sebaliknya, mengingat kematian menjadikan kita lebih berhati-hati dalam hidup, lebih lembut kepada sesama, lebih mudah memaafkan, lebih rajin beribadah, dan tidak sombong.

Tujuh Amalan Sunnah yang Patut Dijaga

1. Shalat Tahajud

Allah SWT berfirman:

“Pada sebagian malam bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Tahajud adalah kebiasaan orang-orang saleh sejak zaman para nabi. Di sepertiga malam terakhir Allah membuka pintu rahmat-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir…” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah petunjuk hidup.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Rumah yang dipenuhi bacaan Al-Qur’an akan dipenuhi keberkahan.

3. Memakmurkan Masjid

Allah berfirman:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. At-Taubah: 18)

Shalat Subuh berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar.

4. Shalat Dhuha

Rasulullah SAW sangat menganjurkan shalat Dhuha.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa shalat Dhuha merupakan sedekah bagi seluruh persendian manusia.

5. Bersedekah Setiap Hari

Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir…” (QS. Al-Baqarah: 261)

Sedekah tidak mengurangi harta, bahkan menjadi sebab datangnya keberkahan.

6. Menjaga Wudhu

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah menjaga wudhu kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad)

Wudhu bukan hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil.

7. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu…” (QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi pintu datangnya rahmat, rezeki, ketenangan, dan jalan keluar dari berbagai kesulitan.

Tiga Doa yang Dianjurkan untuk Sering Dipanjatkan

Di antara doa-doa yang baik untuk sering dipanjatkan adalah:

1. Memohon husnul khatimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة

Allahumma inni as’aluka husnal khatimah.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akhir kehidupan yang baik.”

2. Memohon taubat sebelum wafat

اللهم ارزقني توبة نصوحا قبل الموت

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut.

“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku taubat yang sebenar-benarnya sebelum datang kematian.”

3. Memohon keteguhan hati

يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

Yaa Muqallibal quluub tsabbit qalbii ‘alaa diinika.

“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Relevansi dengan Kehidupan Kekinian

Di era digital, manusia semakin mudah lalai. Waktu berjam-jam dapat habis hanya untuk menggulir media sosial, mengejar popularitas, atau memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Teknologi adalah nikmat bila digunakan untuk dakwah, menuntut ilmu, mempererat silaturahmi, dan membantu sesama. Namun jika membuat lalai dari salat, Al-Qur’an, dan kewajiban kepada keluarga, maka ia dapat menjadi ujian.

Pandemi, bencana alam, kecelakaan, dan berbagai peristiwa yang kita saksikan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kehidupan sangat rapuh. Banyak orang yang pagi masih bercanda, sore telah dipanggil menghadap Allah. Semua itu menjadi pengingat bahwa kematian tidak menunggu usia tua.

Bekal Terbaik adalah Takwa

Allah SWT berfirman:

“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi tercermin dalam salat yang dijaga, lisan yang santun, kejujuran dalam bekerja, kasih sayang kepada orang tua, kepedulian kepada fakir miskin, amanah dalam jabatan, dan keikhlasan dalam setiap amal.

Marilah kita memperbanyak amal saleh selama kesempatan masih ada. Perbaiki salat kita, hidupkan malam dengan tahajud, dekatkan diri kepada Al-Qur’an, makmurkan masjid, istiqamah dalam sedekah, jaga wudhu, perbanyak istighfar, dan selalu memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan beriman.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, diberi rahmat pada hari kebangkitan, dan dipertemukan dengan Rasulullah SAW di surga Firdaus.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *