JAKARTA : BELA RAKYAT – Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasioanal, Nasky Putra Tandjung, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja dan dedikasi jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dibawah kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Jenderal Pol. (Purn). Drs. Agus Andrianto, SH., MH., yang berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Nasky menilai, Sejumlah program inovasi yang sangat progresif terus dijalankan oleh kemenimipas dibawah kepemimpinan Menteri Imipas, Agus Andrianto yang konsisten terus berikhtiar menghadirkan arah transformasi Nusakambangan menjadi pusat epicentrum ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) bagi lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di seluruh Indonesia dalam menyukseskan, mendukung dan mewujudkan program prioritas asta cita pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkhususnya program ketahanan pangan patut didukung penuh oleh semua elemen bangsa.
“Oleh karena itu, Dalam kajian perspektif kebijakan publik, lanjut Nasky, Sang Menteri Imipas Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto dinilai sosok yang inovasitf dan progresif dalam melakukan transformasi Nusakambangan dari “Alcatraz-nya Indonesia” menjadi pusat atau epicentrum program ketahanan pangan nasional dan pusat pembinaan kemandirian karekter, wawasan, dan soft skill bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas dalam mendukung dan mewujudkan program prioritas asta cita pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkhsususnya sektor ketahanan pangan patut diapresiasi tinggi oleh publik,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya pada awak media, di Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).
Dorong Optimalisasi Lahan Kosong di Lingkungan Pemasyarakatan
Selain itu, Nasky Alumnus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu memaparkan sejumlah program dan inovasi progresif Kemenimipas di Nusakambangan, seperti; Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.
“Karena itu, Sebagai bagaian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Kami sambut positif sejumlah inovasi dan terobosan Menteri Imipas Agus Andrianto patut didukung penuh oleh semua pihak. Ada sinergi baik antara elemen masyarakat, warga binaan, legislatif dan eksekutif di dalam pemerintahan dalam mewujudkan agenda strategis asta cita Presiden Prabowo untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” kata Nasky.
Kendati demikian, Penulis buku Polri Presisi ini menjelaskan, dalam konteks sosial kolektif, Ia menegaskan, perlu semangat kebersamaan di bawah komando Presiden RI, Prabowo Subianto agar program baik, terkhususnya di Kemenimipas yang dicanangkan dapat terealisasikan serta diimplementasikan di seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) diberbagai daerah. Nah, upaya pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan adalah tindakan out of the box.
“Program pemanfaatan lahan di lapas untuk ketahanan pangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi warga binaan pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dampak Positif dan Ekonomi bagi Warga Binaan
Lebih lanjut, Nasky mengatakan, Melalui program ini, warga binaan pemasyarakatan disebut mendapatkan bekal keterampilan berharga yang dapat mereka gunakan setelah kembali ke masyarakat. Keterampilan ini meliputi berbagai aspek pertanian atau peternakan yang relevan dengan program ketahanan pangan. Selain itu, mereka juga diberikan premi atau upah atas kerja keras mereka, yang menambah motivasi dan memberikan pengalaman kerja nyata.
“Tidak hanya mendukung program besar Pemerintah, Menteri Agus juga dinilai gerak cepat, resposif, adaptif dan PRIMA menyiapkan tempat Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan untuk pemberdayaan warga binaan agar produktif dan punya keterampilan,” ucap dia.
Langkah Progresif Menteri Imipas Selaras dengan Asta Cita Presiden
Oleh dari itu, Menurut Nasky, Langkah progresif Menteri Imipas, Agus Andrianto dalam mengejewantahkan misi asta cita Presiden Prabowo tidak hanya berhenti sampai di situ. Tidak hanya fokus di bidang moral dan spiritual saja, tetapi juga aktif berperan di bidang pertanian, perikanan serta sektor lainnya,” ungkapnya.
Lebih jauh lagi, Founder Nasky Milenial Center (NMC) menilai, Jika program strategis ini konsisten dijalankan, maka kawasan Nusakambangan diyakini menjadi pusat produksi ketahanan pangan nasional serta menjadi cikal bakal pusat peradaban warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan menjadi contoh terbaik balai latihan kerja (BLK) kepada lapas dan rutan di seluruh Indonesia.
Transformasi di Nusakambangan menjadi cambuk penyemangat bagi kementerian terkait dalam mewujudkan ketahanan pangan agar lebih giat dan konsisten untuk mencapai apa yang diinginkan oleh Bapak Presiden.
“Dengan demikian, Lanjutnya, Bahwa program strategis Menteri Imipas ini sangat mendukung Bapak Presiden RI, Prabowo dalam mewujudkan misi asta cita nya menuju swasembada pangan nasional serta menjadi salah satu strategi alternatif untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran di tengah-tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto memuji kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin transformasi lembaga pemasyarakatan, khususnya Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Dia mengatakan, jika kabinet diisi orang-orang seperti Agus, Presiden Prabowo Subianto dapat tidur tenang.
Pujian tersebut disampaikan Titiek setelah melakukan kunjungan kerja selaku Ketua Komisi IV DPR ke Pulau Nusakambangan yang kini dalam proses menjadi pulau ketahanan pangan kemandirian. Diketahui, Komisi IV DPR yang dipimpin Titiek membidangi sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, dan kelautan.
“Saya beserta Pak Rajiv dan Pak Darori (Darori Wonodipuro) mengunjungi Nusakambangan. Pasti pada tanya dulu, ‘Urusan apa Komisi IV ke Nusakambangan?’. Jadi tentu ada, ada kaitannya. Kami datang ke sini dalam, maka melihat usaha untuk meningkatkan ketahanan pangan di sini,” jelas Titiek setelah mengunjungi tambak ikan sidat di Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).






