BAZNAS RI dan Sabana Foundation Perkuat ZChicken, Sodik Mudjahid: Program Mustahik Harus Berkembang, Jangan Sampai Mati di Tengah Jalan

JAKARTA: BELA RAKYAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Sarana Bina Nusantara (Sabana) Foundation menjajaki kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem program pemberdayaan ekonomi ZChicken. Penguatan tersebut mencakup aspek branding, pendampingan usaha, pengembangan operasional, hingga penerapan sistem monitoring berbasis teknologi informasi guna memastikan keberlanjutan usaha para mustahik.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026), dan menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas program pemberdayaan ekonomi yang selama ini dijalankan BAZNAS melalui ZChicken.

Bacaan Lainnya

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari penyerahan modal atau bantuan usaha kepada mustahik, tetapi juga dari kemampuan usaha tersebut untuk terus tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang.

Sodik: Program Pemberdayaan Harus Terus Tumbuh

Dalam audiensi tersebut, Sodik menekankan pentingnya penguatan sistem pendampingan dan pengelolaan usaha agar program ZChicken tidak berhenti setelah bantuan diberikan.

Menurutnya, banyak program pemberdayaan yang berpotensi kehilangan daya dorong apabila tidak didukung dengan sistem monitoring, pembinaan, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

“Jadi, dengan penguatan, insyaallah program ini tidak membasi, bahkan berkembang. Sebab kalau tidak berkembang, mati, jadi membasi ya,” ujar Sodik.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa setiap program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan, bukan sekadar memberikan bantuan yang bersifat sementara.

Sodik menilai kolaborasi dengan Sabana Foundation menjadi momentum penting untuk melakukan modernisasi pengelolaan program ZChicken sehingga para penerima manfaat memperoleh pendampingan yang lebih optimal.

Prioritaskan Keberlanjutan daripada Sekadar Efisiensi Biaya

Lebih lanjut, Sodik mengungkapkan bahwa dalam menjalankan program pemberdayaan, aspek keberlanjutan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, efisiensi biaya memang penting, namun tidak boleh mengorbankan keberlangsungan usaha para mustahik.

Ia menegaskan, BAZNAS terbuka terhadap skema investasi anggaran yang rasional apabila mampu memberikan jaminan keberlanjutan dan pertumbuhan usaha.

“Bisa jadi ada dana-dana yang lebih murah tapi kemudian mati, tapi ada dana yang mungkin ada tambahan, tapi ada jaminan kelangsungan, tinggal tadi cari solusinya bagaimana,” katanya.

Pandangan tersebut menunjukkan pendekatan BAZNAS yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran dana, tetapi juga pada dampak jangka panjang yang dapat dirasakan para mustahik melalui peningkatan kapasitas usaha mereka.

Kolaborasi untuk Perkuat Branding dan Pendampingan

Kerja sama yang tengah dirancang antara BAZNAS RI dan Sabana Foundation diarahkan untuk memperkuat berbagai aspek dalam pengelolaan ZChicken.

Mulai dari penguatan identitas merek, peningkatan kualitas operasional, pengembangan kapasitas pelaku usaha, hingga penerapan sistem pengawasan berbasis data yang lebih terintegrasi.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap usaha ZChicken yang dijalankan para mustahik dapat memiliki daya saing lebih tinggi, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, serta memberikan keuntungan yang semakin besar bagi penerima manfaat.

Sabana Foundation Siapkan Sistem Monitoring Berbasis Teknologi

Sementara itu, CEO Sabana Foundation, M. Haden Aulia H., menjelaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong peningkatan skala usaha ZChicken.

Menurutnya, penguatan tidak hanya dilakukan dari sisi desain dan branding, tetapi juga melalui pendampingan intensif serta digitalisasi manajemen rantai pasok.

Sabana Foundation juga mengusulkan penerapan sistem teknologi informasi yang memungkinkan pemantauan omzet harian seluruh gerai ZChicken secara real time.

“Bagaimana scale up-nya, mau kita up scale dari skala desainnya atau branding-nya, dan pendampingan kita, monitoring akan kita pakai teknologi IT, jadi update-nya day by day sehingga penjualan itu dari kantor pusat pun bisa melihat integrasinya,” ujar Haden.

Ia menambahkan, pengalaman Sabana dalam mengelola rantai pasok selama lebih dari dua dekade akan menjadi modal penting dalam membantu meningkatkan standar kualitas dan efisiensi operasional usaha ZChicken.

Siapkan MoU dan PKS sebagai Langkah Lanjutan

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk segera mengarahkan tim teknis masing-masing guna menyusun draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Dokumen tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum dan operasional dalam pelaksanaan kolaborasi penguatan program ZChicken.

BAZNAS berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan program pemberdayaan ekonomi yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak mustahik yang mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri dan pada akhirnya naik kelas secara ekonomi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Direktur Pendayagunaan Eka Budhi Sulistyo, serta jajaran dari Sabana Group yang dipimpin Owner & CEO Sabana Group Syamsalis, CEO Sabana Foundation M. Haden Aulia H., dan CFO Sabanafood Boga Nusantara Saad Ubadah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang dijalankan BAZNAS RI di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *