JAKARTA – Anggota MPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama jajaran Pengurus PP KPPG dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan interaktif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya organisasi perempuan, terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kegiatan tersebut, Adde Rosi menegaskan pentingnya penguatan nilai Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut Adde Rosi, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat semangat persatuan, serta menanamkan nilai gotong royong dan nasionalisme di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
“Perempuan bukan hanya berperan dalam keluarga, tetapi juga menjadi penggerak organisasi dan agen perubahan sosial yang mampu memperkuat karakter bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI harus terus diperkuat,” ujar Adde Rosi dalam pemaparannya.
Ia menilai, di era modern saat ini tantangan kebangsaan semakin beragam, mulai dari derasnya arus informasi digital, polarisasi sosial, hingga menurunnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan literasi sosial, politik, dan kebangsaan agar masyarakat tetap memiliki semangat persatuan dan toleransi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dinamis melalui sesi dialog dan diskusi interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan di lingkungan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
Diskusi juga membahas pentingnya menjaga kebhinekaan Indonesia sebagai kekuatan bangsa. Para peserta sepakat bahwa perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik harus menjadi perekat persatuan, bukan sumber perpecahan.
Adde Rosi menegaskan bahwa organisasi perempuan memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan nasional. Melalui pendekatan sosial dan edukasi yang dekat dengan masyarakat, perempuan dinilai mampu menjadi ujung tombak penguatan nilai-nilai Pancasila.
Ia berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti sebatas seremonial, melainkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat.
“Empat Pilar harus hidup dalam tindakan nyata. Mulai dari menjaga toleransi, menghargai perbedaan, memperkuat solidaritas sosial, hingga membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pengurus PP KPPG menyambut positif sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah perubahan sosial yang cepat.
Melalui kegiatan ini, Adde Rosi berharap para pengurus PP KPPG dapat menjadi pelopor dalam memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan, sekaligus menyebarkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI kepada masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menjadi momentum mempererat sinergi antara MPR RI dan organisasi perempuan dalam membangun masyarakat yang toleran, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.






