JAKARTA – Dinamika menjelang Muktamar Pengurus Besar (PB) Al Washliyah yang akan digelar pada 7–10 Juli 2026 di Jakarta mulai memunculkan sejumlah nama kuat untuk mengisi posisi strategis di tubuh organisasi. Salah satu figur yang kini ramai diperbincangkan adalah Drs. Ahmad Yani Panjaitan yang dinilai layak menduduki jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Al Washliyah periode mendatang.
Dukungan terhadap Ahmad Yani Panjaitan datang dari berbagai elemen kader muda organisasi. Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Gerakan Pemuda Al Washliyah, H. Saibal Putra, menilai Ahmad Yani merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang, kemampuan organisasi yang matang, serta loyalitas tinggi terhadap Al Washliyah.
Menurut Saibal, Ahmad Yani bukanlah figur instan di organisasi. Ia tumbuh dari proses kaderisasi yang panjang dan aktif di berbagai badan otonom Al Washliyah, mulai dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah hingga Ikatan Sarjana Al Washliyah.
“Bang Ahmad Yani Panjaitan adalah kader yang memahami denyut organisasi dari bawah. Beliau lahir dari proses kaderisasi yang jelas dan sudah lama mengabdi untuk Al Washliyah. Sosok seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat soliditas organisasi ke depan,” ujar Saibal dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia juga menilai Ahmad Yani memiliki pendekatan yang dekat dengan kalangan muda dan mampu menjadi jembatan antar generasi di internal organisasi. Sikap terbuka serta kemampuannya membangun komunikasi disebut menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki banyak tokoh senior.
“Beliau sangat dekat dengan kader-kader muda, baik di GPA, IPA maupun HIMMAH. Bang Yani selalu memberi ruang dialog dan pembinaan. Itu sebabnya banyak kader muda merasa nyaman dan hormat kepada beliau,” katanya.
Dukungan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal PP Himpunan Mahasiswa Al Washliyah, Sukri Soleh Sitorus. Ia menilai Ahmad Yani Panjaitan merupakan figur yang mampu memperkuat posisi Al Washliyah di tengah tantangan organisasi modern yang semakin kompleks.
Menurut Sukri, kepemimpinan PB Al Washliyah ke depan membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami tradisi organisasi, tetapi juga memiliki jaringan luas di tingkat nasional dan mampu membangun komunikasi lintas sektor.
“Al Washliyah membutuhkan figur yang punya pengalaman, loyalitas, dan kemampuan konsolidasi. Bang Yani memiliki semuanya. Beliau juga dikenal memiliki relasi yang baik dengan banyak tokoh nasional,” ujar Sukri.
Ia optimistis, siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PB Al Washliyah akan sangat terbantu apabila didampingi Ahmad Yani Panjaitan sebagai Sekjen.
“Kami yakin Al Washliyah akan semakin maju dan solid jika kepengurusan mendatang diisi oleh figur-figur yang memahami ruh perjuangan organisasi seperti Bang Yani,” pungkasnya.
Muktamar PB Al Washliyah 2026 sendiri dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah baru organisasi, terutama dalam memperkuat kaderisasi, modernisasi gerakan, serta memperluas kontribusi Al Washliyah di tingkat nasional. Nama Ahmad Yani Panjaitan kini menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki peluang besar dalam bursa calon Sekjen PB Al Washliyah.






