Bulukumba dan Jalan Panjang Hilirisasi Daerah

Oleh: Syafruddin Mualla, Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan
Ketua Departemen ESDM & Kemaritiman DPW Sulsel ISMI

Di tengah arus perubahan ekonomi global, daerah tidak lagi cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Masa depan ekonomi ditentukan oleh kemampuan membangun nilai tambah, industri, dan kekuatan produksi lokal. Daerah yang mampu melakukan hilirisasi akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru, sementara daerah yang hanya menjual bahan mentah akan terus tertinggal.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Bulukumba sesungguhnya memiliki semua syarat untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di wilayah selatan Sulawesi Selatan. Daerah ini memiliki sektor pertanian yang kuat, wilayah laut yang luas, budaya maritim yang besar, dan masyarakat yang sejak lama dikenal memiliki semangat usaha dan perdagangan.

Namun hingga hari ini, sebagian besar potensi tersebut masih bergerak pada level komoditas mentah.

Kelapa dijual keluar daerah tanpa industri pengolahan yang memadai. Rumput laut masih banyak dipasarkan sebagai bahan baku. Beras diproduksi dalam jumlah besar, tetapi nilai tambah industrinya belum maksimal. Bahkan kapal Pinisi yang menjadi kebanggaan dunia pun belum sepenuhnya berkembang menjadi kekuatan industri maritim modern.

Di sinilah pentingnya gerakan ekonomi umat dan penguatan pengusaha lokal. Melalui ismi.id⁠, semangat membangun ekonomi berbasis produksi, kolaborasi, dan kemandirian terus didorong di Sulawesi Selatan, termasuk di Bulukumba.

ISMI merupakan organisasi saudagar muslim se-Indonesia yang lahir dari kolaborasi tokoh-tokoh NU, Muhammadiyah, ICMI, dan MUI. Saat ini ISMI dipimpin oleh Ilham Akbar Habibie sebagai Ketua Umum, sementara DPW ISMI Sulawesi Selatan dipimpin oleh Yasin Azis.

Bagi kami di ISMI Sulsel, hilirisasi bukan sekadar istilah ekonomi nasional. Hilirisasi adalah jalan untuk memastikan masyarakat daerah ikut menikmati manfaat besar dari sumber daya yang dimiliki daerahnya sendiri.

Sektor beras misalnya. Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Tetapi ke depan, kita tidak boleh berhenti hanya sebagai penghasil gabah. Kita harus mulai membangun industri penggilingan modern, sistem distribusi yang kuat, hingga merek beras lokal yang mampu bersaing di pasar nasional.

Petani harus naik kelas menjadi bagian dari rantai industri pangan modern.
Hal yang sama berlaku pada sektor kelapa dan rumput laut.

Bulukumba memiliki potensi kelapa yang besar. Tetapi selama ini sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah. Padahal produk turunannya seperti virgin coconut oil, dessicated coconut, arang aktif, hingga coco fiber memiliki pasar ekspor yang sangat menjanjikan.

Begitu pula rumput laut. Sulawesi Selatan merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia, tetapi industri pengolahannya masih terbatas. Akibatnya, nilai tambah terbesar justru lebih banyak dinikmati di luar daerah.

Jika kawasan industri berbasis kelautan dan pertanian dibangun secara serius, maka lapangan kerja akan tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, dan perputaran uang akan lebih banyak tinggal di daerah.
Selain itu, Bulukumba memiliki identitas besar sebagai wilayah maritim melalui industri kapal Pinisi.

Pinisi bukan hanya simbol budaya, tetapi aset ekonomi maritim yang sangat bernilai. Kawasan Ara, Bira, dan Tana Beru memiliki potensi besar menjadi pusat industri maritim, wisata bahari, dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Karena itu, pembangunan ekonomi Bulukumba ke depan harus diarahkan pada penguatan hilirisasi dan industrialisasi daerah. Kita membutuhkan keberanian membangun kawasan industri, memperkuat pelabuhan, membuka akses investasi, dan menciptakan ekosistem usaha yang sehat.

Bulukumba tidak boleh terus berada pada posisi sebagai penjual bahan mentah.
Daerah ini harus tumbuh menjadi pusat produksi, pusat industri, dan kekuatan ekonomi maritim baru di Indonesia Timur.
Jalan menuju hilirisasi memang panjang, tetapi perjalanan itu harus dimulai dari sekarang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *