Stop Narasi Hoaks, Analis Publik Nilai Kinerja Menko Zulhas Selaras Visi Presiden

JAKARTA – Analis kebijakan publik dan politik nasional sekaligus Ketua Indonesia Youth Epicentrum, Nasky Putra Tanjung, mengajak semua pihak menghentikan narasi hoax terkait maraknya penyebaran informasi menyesatkan di media sosial yang menyudutkan personal Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

“Kami dari organinasi IYE atau Pusat Perkumpulan Pemuda Indonesia mengajak semua elemen masyarakat menjaga kerukunan dan persatuan nasional ditengah situasi geopolitik global yang tak menentu saat ini. Sebagai Ketua organisasi kepemudaan Indonesia yang mengimpun berbagai latar belakang suku, adat, ras dan agama, Kami menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan “tugas rakyat hanya satu yaitu membayar pajak” yang seolah-olah merupakan pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan adalah tidak benar alias hoax, tidak memiliki sumber kredibel, fakta dan merupakan bentuk distorsi publik yang berbahaya,” ujar Nasky dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/26).

Menurutnya, informasi tersebut merupakan hoaks yang berpotensi menyesatkan masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintah Presiden Prabowo. Perlu dipahami dalam konteks yang utuh secara objektif, kontruktif, dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif.

“Kami memandang pentingnya pelurusan konteks agar masyarakat tidak terjebak pada narasi sesat, upaya penggiringan opini liar dan framing negatif yang menyudutkan Menko Pangan,” katanya.

Lebih lanjut, Alumunus INDEF School Of Political Economy Jakarta itu menilai, Saat ini, Menko Pangan, Zulhas diketahui tengah fokus dan konsisten menjalankan berbagai program strategis dalam mendukung visi besar asta cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memastikan stabilitas pasokan pangan, ketersediaan bahan pokok, serta penguatan kedaulatan pangan nasional.

“Segala bentuk disinformasi yang menyerang secara personal maupun institusional dinilai sangat merugikan kepentingan publik. Berita hoaks tersebut dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan dedikasi pemerintahan Prabowo Subianto,” tandasnya.

Dengan itu, dalam menjaga suasana stabilitas keamanan nasional dalam merawat persatuan bangsa yang kondusif, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mengedepankan narasi dan diksi rasionalitas yang menyejukkan dan mempersatukan. Kedewasaan kita dalam berbangsa tercermin dari kemampuan kita mengubah setiap dinamika menjadi energi positif yang memperkokoh persatuan nasional, sehingga setiap tutur kata yang muncul di ruang publik menjadi kontribusi nyata bagi rakyat.

Oleh karena itu, Penulis buku “Politik Kaum Muda: Anak Muda dan Perubahan”, ini mengimbau masyarakat mengedepankan prasangka baik dan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Dia meminta masyarakat tak mudah terprovokasi.

“Masyarakat luas untuk mengedepankan sikap husnuzan (prasangka baik) dan membudayakan tabayun (klarifikasi) terhadap setiap informasi yang beredar. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kita jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi. Mari kita lihat setiap pernyataan dari kacamata persatuan yang lebih luas,” tegas penulis buku Polri Presisi tersebut.

Dia berharap, publik jangan cepat terprovokasi dan ikut serta menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya seperti berita hoaks yang diarahkan kepada Menko Pangan tersebut.

“Maka, ayo semua bersatu melawan hoaks agar bangsa ini maju dan aman. Mari kita tutup celah adu domba dan kembali fokus pada agenda kebangsaan yang lebih strategis dalam mengawal dan mendukung kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo dalam mewujudkan asta cita nya kepada masyarakat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *