QS Fussilat: 30; Janganlah Kamu Takut dan Bersedih yang Telah Katakan Allah Tuhanku; Berhembirakanlah dengan Surga yang Telah Dijanjikan

Oleh: Munawir Kamaluddin, Dosen UIN Alauddin Makassar

PESAN HIKMAH:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ
عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ﴾

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. ( QS: Fussilat: 30)

Pesan Hikmah dari ayat yang terdapat dalam Surah Fussilat ayat ke-30 ini mengandung pesan moril yang sangat filosofis dan mendalam bagi umat Islam. Mari kita jelajahi uraiannya dengan lebih spesifik :

1. Mengakui Keesaan Allah (Tawhid) “إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ” (“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah'”):

Ayat ini pertama-tama menekankan pentingnya mengakui keesaan Allah (Tawhid) sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah dan ditaati. Ini adalah pijakan utama dalam ajaran Islam yang membangun fondasi iman yang kuat dan kokoh bagi umat Islam.

2. Meneguhkan Pendirian (Istiqamah) “ثُمَّ اسْتَقَامُوا” (“kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka”):

Ayat ini menyoroti pentingnya istiqamah, yaitu meneguhkan pendirian dan konsisten dalam menjalankan ajaran agama. Istiqamah merupakan sikap yang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan dalam kehidupan.

3. Perlindungan dari Malaikat “تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ” (“maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan.”):

Allah menjanjikan perlindungan kepada orang-orang yang istiqamah dalam keimanannya. Dengan meneguhkan pendirian, Allah mengirimkan malaikat untuk memberikan penghiburan dan dukungan kepada mereka. Hal ini menunjukkan kasih sayang Allah yang tidak terhingga terhadap hamba-Nya yang setia.

4. Larangan Takut dan Sedih “أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا” (“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;”):

Malaikat yang turun memberikan pesan kepada orang-orang yang istiqamah untuk tidak takut dan tidak merasa sedih. Ini menunjukkan bahwa kekuatan iman dan keteguhan hati akan menghilangkan rasa takut dan sedih dalam menghadapi tantangan kehidupan.

5. Kabar Gembira Surga “وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ” (“dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.):

Ayat ini juga mengandung kabar gembira tentang Surga yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang istiqamah. Surga merupakan puncak kebahagiaan dan kenikmatan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang setia kepada ajaran Allah.

Uraian Filosofis dan Sistimatis:
Dari segi filosofis, ayat ini mengajarkan bahwa keimanan yang kokoh dan keteguhan hati dalam menjalankan ajaran agama akan mendatangkan berkah dan perlindungan dari Allah. Sementara dari segi sistimatis, ayat ini menegaskan bahwa perlindungan Allah hanya diperoleh oleh orang-orang yang istiqamah dalam keimanan dan amal shaleh.

Analisis Holistik dan Universal:
Secara holistik, ayat ini menyiratkan bahwa keberhasilan dalam kehidupan dunia dan akhirat hanya dapat dicapai melalui keimanan yang kuat dan amal shaleh yang dilandasi oleh keteguhan hati. Sedangkan secara universal, pesan hikmah dalam ayat ini berlaku bagi semua umat manusia, tidak terbatas pada waktu dan tempat tertentu.

Kesimpulan:
Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga keimanan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan dalam kehidupan. Dengan mengakui keesaan Allah dan meneguhkan pendirian, kita akan mendapatkan perlindungan, penghiburan, dan kabar gembira Surga dari Allah. Oleh karena itu, mari kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan keteguhan hati.

SEMOGA BERMANFAAT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.